CHAPTER 12 - Big Trouble

78 3 0
                                        

Aura menghirup aroma daun teh. Mars yang berusaha mengajaknya pulang pun tidak digubris.

"Sebentar lagi pak... daun daun ini sedang berbisik kepadaku" kata Aura lirih

Mars kaget dengan perkataan aura yang semakin mirip dengan Aca, teman masa kecilnya. Namun mars berusaha melupakan itu karena dia menggangap itu hal mustahil. Mars menarik tangan aura. Dia sontak kaget dan memarahi mars

"Apa ini cara Pak Mars berterimakasih setelah saya menyelematkan nyawa bapak kemarin" kata aura tiba tiba

Mars terdiam memandang Aura dan kemudian melepaskan gengaman tangannya

"Saya hanya ingin menikmati udara disini sebentar saja" lanjut Aura tegas

"Baiklah. Karena saya tidak ingin punya hutang budi dengan kamu. Sekarang sebutkan satu permintaanmu" celetuk Mars

"Apa saja?" kata Aura sambil tersenyum

"Selama itu tidak aneh" kata Mars dengan muka kebingungan

Aura menarik tangan Mars dan membawanya kesuatu tempat. Kebetulan disitu dekat dengan pusat kuliner

Lolita memandangi hapenya dengan muka penuh kekesalan

"Dasar detektif tidak berguna" celetuk Lolita

"Hah apa dia sudah tau kalau aku detektif" kata Tommy dalam hati dengan muka ketakutan

"Kenapa kamu menatap spion terus kamu mau kita tertabrak" kata Lolita dengan muka judes

"Baik buu" kata Tommy

"Kamu tidak bisa lebih cepat" perintah Lolita kesal

"Ini juga sudah cepat bu,jalanan Bandung memang seperti ini Bu, apalagi besok weekend"kata Tommy

"Ya ya whatever..." kata Loli sambil memainkan hapenya

"Sial.... aku pikir hari ini aku bisa menguak informasi lebih jauh tentang pembunuhan Joyoseputro. Aku malah terjebak dengan wanita culas ini. Huh" kata Tommy menggerutu dalam hati sambil mayun

"Hallo Edd..apa Mars masi disana" tany Lolita menelpon Eddy

"Memang kenapa,jangan bilang kau ingin menyusul kesini" tanya Eddy

"Emmm.. memang kenapa kalau aku ingin menyusul" tanya Lolita penasaran

"Tidak papa sih. Hanya saja mungkin kau akan cemburu melihat pemandangan Mars dengan sekertaris barunya itu. Mereka terlihat mesra ya" kata Eddy sambil bercanda

"Cemburu? apa maksudmu?" jawab Lolita kaget

"Kata slam Aura tidak ikut. Bagaimana bisaaa ada Aura disana" kata Loli dalam hati penasaran

"Halloo.. haloo" kata Eddy yang tiba tiba mengagetkan Lolita

"Yaaa Edd cpt kirim lokasinya sekarang. I love you" kata Lolita merayu

"Hahahaha apa sih yang enggak buat my lil sistaku ini" jawab Eddy luluh

Rain membawa kotak obat dan menghampiri Roland. Muka Rain terlihat sangat kesal, sebaliknya Roland sangat kegirangan, dia tak berhenti menatap Rain

"Berhenti mengeluarkan senyum aneh seperti itu. Anggap saja hari ini hari terburukku" kata Rain kesal

"Anggap saja ini hari terbaikku" kata Roland sambil menatap Rain begitu dalam

Rain yang tak kuasa membalas pandangan Roland mendadak teringat masa lalunya bersama Mars

FLASHBACK

Mars terbaring di kasur dengan kondisi setengah sadar. Mars terlalu banyak meminum obat penenang karna depresi terlalu dalam. Rain yang datang tepat waktu merasa panik. Dia tak berhenti menatap mars dan memegang tangannya

TITIK KOMACerita yang bikin terobses. Temukan sekarang