Mars dan Aura terjebak di dalam ruang pendingin. Kepanikan menyelemuti keduanya. Sesaat lampu ruangan juga mati, Aura memeluk Mars terlalu keras hingga tubuh mars oleng dan terjatuh kelantai. Ya tubuh Aura mendarat tepat diatas Mars. Mereka hanya terdiam, hanya terdengar napas yang saling beradu dan suara detak jantung yang tak beraturan
Terdengar langkah kaki yang menaiki anak tangga
"Astaga kenapa aku mematikan juga ruang pendingin bisa busuk semua dagingnya" kata pegawai restoran sambil menyalakan lampu ruang pendingin
Mars yang melihat aura begitu dekat, hidung mereka bersentuhan. Sangat-sangat dekat. Aura yang mendengar langkah kaki segera tersadar dari lamunanya dan beranjak ke jendela. Ia berusaha menggedor pintu, namun pegawai itu tidak mendengarnya
"Sial....argghhh!!!" kata Aura dengan wajah kesal
"Apa ruangan ini kedap suara?" tanya Mars
"Bukan itu, orang tadi memakai headset" kata Aura sambil manyun
"Ohh" kata Mars yang kembali duduk
"Ohhh ajaaaa! Kita harus pikirkan bagaimana cara kita keluar dari sini" kata Aura menatap mars kesal
"Pakai telponmu" jawab Mars singkat
"Tidak ada sinyal" kata Aura menunjukan ponselnya
"Oh" jawab Mars
"Apa kau senang terjebak bersamaku disini" tanya Aura dengan nada bercanda
"Mungkin" kata Mars keceplosan
Ini membuat aura terdiam dan tertuduk sambil tersenyum simpul.
Aura bertanya dalam hatinya, apakah Mars sedang menggodanya
"Mars?" panggil Aura
"Kenapa kamu menatapku seperti itu?" tanya Mars
"Tidak kokk...emmm soal tadi...aku" kata Aura salting
"Aku sedang tidak ingin membahas hal itu" kata Mars sambil menunduk dan mengacuhkan Aura
"Bodohhh Aura,jangan merusak moment malam ini. Anggap ini kesempatanmu" kata Aura dalam hati sambil senyum senyum sendiri
"Up to you" kata aura sambil menjauh dan duduk
Rain pulang dengan muka penuh amarah, disepanjang perjalanan tak satupun kata keluar dari mulutnya
"Kita sudah sampai nona" kata supir
Dikeluarkannya hape dan berniat untuk menelpon Venus
"Putar balik kerumah" kata Rain kesal karena ponsel Venus tidak aktif
"Baik nona" jawab supir
Jayden pulang kerumah Lolita, dia mengurungkan waktu pergi ke apartement Aura karna masi sakit hati dengan kegagalan kencannya
"Jayden" kata Lolita kaget
"Jangan bertanya dulu" kata Jayden sambil melempar tas dan pergi ke kamar
"Orang aneh" kata Lolita sambil memainkan jarinya
"Nona lolita ada telpon" kata inah asisten rumah tangganya sambil menyerahkan telpon
"Hallo" kata Lolita
"Miss Loli...sayaaa" kata Slam
"Slamettt...KAMUUU!!!" bentak Lolita kesal
"Maaf miss Loli saya bisa jelaskan....." kata Slam panik
"Whatever...i dont care. jadi kapan kamu bekerja lagi. Saya punya tugas untuk kamu and I hope that you learn to take responsibility...." kata loli tegas
KAMU SEDANG MEMBACA
TITIK KOMA
RandomBagaimana jika tujuan menjadi detektif hanyalah untuk membalas dendam masa lalu. Bagaimana pula Aura harus berhadapan dengan cinta dan profesinya? Mengisahkan Aura gadis lulusan Murdoch University Jurusan Psikologi kriminal datang kembali ke Indones...
