Aura tertawa sambil menutup mulutnya. Dia berusaha menahan tawanya saat melihat Mars dengan kacamata dan syal di lehernya
"Apa aku terlihat aneh?" tanya Mars sambil mengernyitkan matanya
"Emm" jawab aura mengangguk sambil sedikit tertawa
Mars berusaha menyopot syalnya namun Aura menahannya
"Tampan kok" celetuk Aura tersenyum jail
Mars mendekatkan wajahnya pada Aura dengan senyum miring menggoda seakan mengisyarakatkan bahwa ia bertanya sekali lagi tentang kondisinya
"Iyaaaa!!!" ucap Aura sambil setengah melotot dan menarik tangan Mars
"Tunggu sebentar!" kata Mars sambil menarik Aura kehadapannya
Dengan jailnya Mars menarik topi Aura kebawah sehigga hampir menutup mukanya
"Marsss! Ehh maksud saya pak" kata Aura kaget
"Aku sedang tidak menjadi bosmu skrg" celetuk Mars
"Hah? Kenapa aku jadi senang Mars menyebut dirinya aku bukan saya" kata Aura dalam hati sambil terus tersenyum
Rain berada di ruang kerjanya dan berusaha mempelajari data-data yang diberikan Aura
"Aku harus segera ke Bandung" kata Rain dalam hati
"Mila" kata Rain memanggil asistennya
"Ya Bu Rain" jawab mila
"Siapkan hotel karna saya ada keperluan di Bandung selama dua hari" perintah Rain
"Baik bu" jawab Mila
Dari balik jendela Roland mengintip karena penasaran dengan rencana Rain
"Ini anehh? Dia sudah lama tidak bertemu Mars. Tapi sesampainya di Jakarta dia malah berniat ke Bandung. Sebenernya apa rencana Rain" kata Roland dalam hati
Tommy menemui Tohpati dengan wajah yang sangat serius
"Aku mulai menemukan titik temu dari kasus pembunuhan Joyoseputro" ucap Tommy
"Lalu apa hasilnya?" tanya Tohpati
"Keluarga Kolita sama sekali tidak terkait bos. Awalnya kecurigaanku mengarah pada ayah Lolita yang merupakan rekan bisnis keluarga Joyo. Dan ini makin menguat karna Loli juga sahabat baik anak Joyo yang skrg dirumah sakit tapii..." jelas Tommy menahan kata katanya
"Sejak kapan kau menggunakan kata tapi" kata Tohpati menyela
"Baiklah kuganti bukan tapi emmm. Melainkan" celetuk Tommy slengean
"Apa kau sedang melawak" kata Tohpati sambil menepuk kepala Tommy
"Baiklah bos kejadian ini pasti akan membuatmu kaget. Ini baru kutemui dalam kasus kriminal. Dan aku sangat beruntung bos memberikan kasus ini padaku" kata Tommy antusias
"Kenapa kau terlalu banyak bertele tele" ucap Tohpati kesal
"Jadi intinya pembunuhnya adalah Adel Joyoseputro" jawab Tommy yakin
"Ini gila" kata Tohpati sambil melempar botol
"Dia sedang memainkan drama seperti orang tidak waras" kata Tommy dengan mimik serius
"Semua bukti nyaris tertuju kepada pembantunya kan?" tanya Tohpati dengan muka tidak percaya
"Bos, kau tau kalo aku tidak pernah meleset. Beri waktu aku dua hari. Aku jamin ucapanku akan terbukti" kata Tommy sambil menepuk bahu Tohpati
Lolita berada di garasi dan melihat Jayden yang hendak pergi
"Eittsss mau kemanaaa sepupu" kata Lolita sambil menarik kerah baju Jayden
KAMU SEDANG MEMBACA
TITIK KOMA
RandomBagaimana jika tujuan menjadi detektif hanyalah untuk membalas dendam masa lalu. Bagaimana pula Aura harus berhadapan dengan cinta dan profesinya? Mengisahkan Aura gadis lulusan Murdoch University Jurusan Psikologi kriminal datang kembali ke Indones...
