Extra Chapter ; Special Day!

7.7K 628 36
                                        

hallo!
wassap gaes apa kabar nih?
hoho sorry baru update soalnya lagi sibuk
halah so sibuk ya? wkwk
oke langsung aja ya gaes!
selamat membaca ❤️











Natta membuka matanya ketika aroma obat-obatan mulai menyengat Indra penciumannya. Dengan kepala yang pusing Natta hanya bisa bersandar sambil menutupkan kedua matanya.

Setelah membaik, Natta menoleh ke arah sofa dan tidak mendapatkan seseorang yang tengah menunggunya. Tak lama, suara ricuh mulai terdengar dari luar ruangan.

Penasaran karena hal itu, akhirnya Natta memutuskan untuk turun dari bangsalnya. Tetapi ada yang aneh, saat Natta turun dari bangsalnya kaki kanan yang selama ini dinyatakan patah malah bisa diajak jalan seperti biasanya.

Dengan tertatih Natta mulai membuka pintu ruang inapnya secara perlahan. Dan Natta sangat dikejutkan ketika seseorang mulai tertidur di atas bangsal rumah sakit dengan darah yang dimana-mana.

Natta menutupkan mulutnya tidak percaya, kaki lemas. Sangat-sangat lemas. "I-ini gak mungkin..." Lirih Natta.

"P-permisi? Boleh tanya s-sesuatu?" Tanya Natta kepada seorang suster yang berlari dari arah belakang.

"Ah? Ada yang bisa saya bantu noona?"

"Em, tidak ada. Saya hanya ingin bertanya. P-pasien tadi anda tau siapa? Dan dia kenapa?"

"Oh, korban kecelakaan mobil dengan truk. Kejadiannya baru saja di dekat rumah sakit ini. Dan korbannya bernama, Jaemin Ramadhan."

"A-apa?!"

Tiba-tiba kepala Natta kembali berputar, entahlah rasanya sangat sakit seperti ditusuk-tusuk oleh sesuatu. Tak lama dari itu semuanya menggelap hanya ada suara teriakan dari orang-orang.

"GAK MUNGKIN!"

"Hei, hei tenangin diri kamu. Kamu kenapa?"

Dengan nafas tersenggal, Natta menatap yang ada di hadapannya ini dengan tatapan bingung. Bukankah tadi, Jaemin?

Grep

"Eh, kamu kenapa natt? Bilang sama aku." Ucap Jaemin kemudian memeluk Natta dengan sangat erat.

"Aku mimpi buruk." Ucap Natta sambil menenggelamkan wajahnya di leher Jaemin.

"Sayang, mimpi itu cuma bunga tidur. Jangan di pikirin ya?"

"Tapi tetep aja, aku takut."

"Emangnya kamu mimpi apa hem? Saking buruknya gak sadar kalo kamu udah banjir keringat gini." Timpal Jaemin, dan tangannya mulai terulur untuk mengusap pelipis Natta yang basah karena keringat.

"Gak mau cerita, pokonya aku gak mau kehilangan kamu." Ujar Natta kembali memeluk Jaemin.

Menepuk pundaknya dengan pelan, Jaemin hanya tersenyum miris dengan keadaan Natta sangat ini. Entahlah, sejak kejadian beberapa tahun yang lalu. Dimana Natta kehilangan mimpinya, Natta jadi kurang sehat.

Entah dalam pola pikir, pola makan atau dalam pola lainnya. Dan Jaemin sangat khawatir, apalagi saat kemarin lusa ketika mereka berdua mendatangi reuni SMA SATU NUSA yang secara tiba-tiba Natta pingsan.

Racing ; Na Jaemin Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang