hii gaes!
hehe aku update lagi nih! hanya sekedar mengingatkan ya jangan lupa vote sama komentarnya karena itu sangat berarti banget buat aku.
oke next! siap untuk part ini? okay selamat membaca!
Malam harinya, kini Natta tengah terduduk di kursi dekat meja belajarnya sambil menatap ke arah jendela dengan tatapan kosong. Ia tengah bingung, bagaimana caranya agar ia diizinkan oleh ayahnya untuk mengikuti balapan nasional minggu depan?
Sedangkan orang yang menawari Natta dari pagi itu meminta jawaban secepat mungkin dan paling lambat adalah besok. Tak lama decitan pintu mulai terdengar di penjuru ruangan.
Natta membalikkan badannya, ketika sang bunda masuk ke dalam kamarnya dengan senyuman yang lembut. "Kamu belum tidur?" Tanya Ana dan duduk di ujung ranjang milik Natta.
"Belum bunda, gak bisa tidur." Ucapnya.
"Kenapa? Kamu ada masalah? Cerita sama bunda."
"Bunda, kalo Natta ikut balapan. Bunda bakalan ngizinin engga?"
"Balapan apa dulu? Kalo balapan liar bunda bakalan larang kamu, kalo balapan resmi bunda bisa apa kan itu hobi kamu."
"Balapan resmi, tapi masalahnya Natta takut ayah kecewa lagi sama Natta. Apa Natta ngundurin diri aja ya?"
"Bicarain baik-baik sama ayah kamu, kalo ayah kamu gak ngizinin jangan nekat ya."
"Hem iya bun, bunda gak tidur?"
"Bunda gak bisa tidur juga, ya udah ayah belum tidur tuh coba kamu bicara baik-baik sama ayah kamu."
Natta menggigit bibir bawahnya dengan gugup, ia masih terlalu ragu untuk membicarakan hal seperti ini apalagi dengan ayahnya. Menarik nafasnya dalam-dalam, Natta mulai tersenyum kepada ibunya menandakan bahwa ia siap untuk meminta izin kepada Heechul.
"Ini baru anak bunda, ayo."
Digapai tangan sang anak, Ana mulai menuntun Natta masuk ke dalam ruang kerja sang ayah. Dengan senyuman canggung kini Natta sudah duduk di hadapan sang ayah.
"Kenapa Natta? Tumben belum tidur?" Tanya Heechul yang masih sibuk menatap layar laptopnya.
"Ayah, Natta mau minta izin sama ayah."
"Minta izin apa?"
"Natta, boleh gak ikutan balapan resmi? Ada Jaemin juga ko di sana."
Seketika pergerakan Heechul terdiam dan mulai menatap anak semata wayangnya dengan tatapan mengidentifikasi. "Kapan?" Tanyanya.
"Minggu depan, dan latihan pertama bakalan di mulai besok siang."
"Natta, ayah udah bilang kan balapan itu bahaya buat kamu apalagi kamu itu perempuan."
"Ah, ayah gak ngizinin ya? Gak papa ko, Natta terima keputusan ayah, kalo gitu Natta permisi dulu."
"Natta dengerin ayah dulu nak."
Terlambat, Natta sudah lebih dulu masuk ke dalam kamarnya dengan langkah yang sangat terburu-buru. Ana yang menunggu di ambang pintu pun hanya bertanya ada apa pada suaminya itu.
Natta menghembuskan nafasnya berat ketika mengingat sang ayah tidak mengizinkannya untuk pergi balapan Minggu depan, ada rasa kecewa dan juga berat hati di hati kecil Natta.
"Natta, ayah boleh masuk?".
Ketika buliran air mata menetes di pipi Natta, secepat mungkin Natta menghapus air mata tersebut dan mulai membuka pintu kamarnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Racing ; Na Jaemin
Fiksyen Peminat[COMPLETED] started on 9 may 2020. finished on 30 june 2020. high rank🏅 -3 in fiksipenggemar [240620] -3 in njm [300620] -3 in motor [300620] -6 in nctfanfiction [030720] -9 in najaemin [060720] -3 in najaemin [090720] -2 in najaemin [110720] -1 in...
