"Katanya hidup harus selalu berjalan, katanya hidup harus selalu maju, tapi kenapa hidupku stuck di tempat yang sama."
🍃🍃🍃
Hari Senin adalah hari yang sangat dibenci oleh sebagian manusia yang berada dimuka bumi, termasuk Talisha.
Talisha Putri Alamsyah, anak terakhir dari pasangan suami istri yang menetap di kota Bandung. Hari ini adalah hari pertama Talisha memasuki bangku perkuliahan dan hari pertama Talisha bangun pagi tanpa ada Mama, Baba dan Kakak.
Yogyakarta, menjadi kota tempat Talisha tinggal selama kurang lebih 4 tahun ke depan. Hidup mandiri dan sendirian di kota orang, kota yang bahkan tidak pernah dibayangkan oleh Talisha sebelumnya.
Sebelum Talisha memutuskan untuk kuliah di Yogyakarta, hampir semua keluarga Talisha melarang Talisha untuk menimba ilmu di kota Yogyakarta. Karena mereka khawatir kepada Talisha, dan kedua orang tua Talisha tidak yakin jika Talisha mampu menyiapkan kebutuhannya sendirian, karena selama ini Talisha sangat bergantung kepada Mama, Baba dan Kakaknya.
Tetapi setelah melewati drama yang cukup panjang, ditambah tangis dan mogok makan tujuh hari tujuh malam, akhirnya keluarga Talisha mengizinkan Talisha untuk kuliah di kota Yogyakarta dengan syarat Talisha harus pulang ke Bandung /orang tua Talisha yang akan ke Yogyakarta dalam kurun waktu satu bulan satu kali.
Pagi ini suara jam weker membangunkan tidur nyenyak Talisha, membuat Talisha terpaksa membuka mata kemudian bangun dan melakukan aktivitas yang cukup berat di hari ini.
"Jam setengah lima." Gumam Talisha melihat angka yang tertera di ponselnya.
Dengan sangat terpaksa Talisha bangun dari tidurnya dan bergegas untuk menunaikan sholat subuh.
Selesai sholat subuh terdengar suara telepon berbunyi, setelah melihat siapa yang meneleponnya di pagi hari seperti ini buru-buru Talisha mengangkat teleponnya.
"Assalamualaikum, udah bangun dek?"
"Waallaikumsalam, ini aku baru bangun ma. Mama baru bangun juga?"
"Engga, mama udah bangun dari tadi. Adek lagi ngapain?"
"Baru selesai sholat subuh nih Ma,"
"Alhamdulillah, gak usah di bangunin lagi ya."
"Hehehe, kan ada alarm Ma."
"Bagus deh kalo gitu, gimana semalem tidurnya nyenyak?"
"Nyenyak Ma, walaupun gak ada Mama yang ceritain aku sebelum tidur."
"Kamu udah gede, masih aja harus Mama ceritain kalo mau tidur."
"Hehehe, Ma kangeeen."
"Tuhkaan baru juga sehari pisah sama Mama udah kangen."
"Kangen masakan Mama,"
"Kan ada lauk nasi yang Mama buat, kamu angetin gih terus sarapan. Bisa kan masak nasi sama ngangetinnya?"
"Bisa dong Ma, nanti deh aku angetin. Tapi kayaknya aku mau mandi dulu habis itu makan."
"Yaudah mandi gih, yang wangi ya. semangat ospeknya, sayang."
KAMU SEDANG MEMBACA
TALISHA
Teen Fiction"Saya bisa hidup sendiri. Saya bisa apa-apa sendiri, saya gak butuh laki-laki, saya bisa membahagiakan diri saya sendiri tanpa bantuan siapapun." "Talisha, jangan egois! Semandiri apapun kamu, sebisa apapun kamu, kamu tetap perempuan dan tetap kamu...
