Chapter 0.8

34.2K 2.6K 225
                                        

“Kau bisa duduk sebentar, aku akan meletakkan tasku.” Ucapku pada Harry.

Ini canggung, sangat canggung. Jika saja Niall ikut bersama dengan kami, mungkin suasana tidak akan canggung seperti ini. Setibanya di kamar, aku langsung meletakkan tas dan mengambil beberapa buku yang aku butuhkan. Setelah itu barulah aku kembali menuju ruang tamu, tempat dimana Harry berada saat ini.

Kulihat Harry nampak melihat foto-foto Paman dan Bibi yang terpajang di dinding, hal itu membuatku berdeham pelan. Ia pun tersadar, lalu memandang ke arahku. Perlahan aku meletakkan semua buku-buku yang aku bawa tadi ke atas meja sebelum akhirnya duduk di sofa, agak menjauh dari Harry.

“Apakah mereka Paman dan Bibimu?” tanya Harry.

Aku mengangguk perlahan, “Ya, mereka adalah Paman dan Bibiku.”

“Oh.”

“Darimana sebaiknya kita memulai?”

“Tidak tahu, menurutmu?” aku memutar bola mataku. Aku bertanya, dan dia balik bertanya padaku. Pintar tapi bodoh. “Hey, untuk apa kau memutar bola matamu?”

“Untuk jawaban yang sama sekali tidak berguna untukku.”

Kami terdiam untuk beberapa menit sebelum akhirnya aku memutuskan untuk pergi ke dapur, menyiapkan minuman untuk Harry mungkin? Kurasa itu lebih baik, daripada aku harus terus bersamanya disana. Suasana benar-benar sangat canggung, aku ingin mengakhirinya segera.

Aku meraih dua buah gelas berukuran sedang, kurasa aku akan membuat jus jeruk. Saat aku sedang sibuk membuat jus jeruk, Harry datang. Ia duduk di salah satu kursi, mengamatiku yang sedang membuat jus. Aku berusaha untuk tidak mempedulikannya, namun aku tidak bisa. Ia benar-benar membuatku merasa tidak nyaman.

“Bisakah kau berhenti mengamatiku seperti itu?” ujarku.

Harry tertawa kecil sebelum akhirnya memandang padaku lagi. “Tidak, aku hanya sedang berpikir, ternyata gadis sepertimu memiliki bokong yang cukup bagus.” Aku hampir mati dibuatnya. Dia mengamati bokongku? Sialan.

“Berhenti mengamati bokongku!”

“Jangan salahkan aku, Cleverley. Kau mengenakan celana super ketat yang bisa memperlihatkan lekuk badanmu. Kuakui badanmu cukup bagus, namun sekali lagi, kau bukan tipeku.” Oh sampai berapa kali aku harus mendengar dirinya mengatakan jika aku bukan tipenya? “Bisa aku menyentuh bokongmu?” seketika aku tersedak mendengar pertanyaan Harry. Cara yang bagus untuk memperburuk suasana siang ini.

“Harry!” teriakku padanya.

Ia memberikanku seringaian kecil, “Yes, love?”

Aku memutar bola mataku mendengarnya memanggilku dengan sebutan ‘love’. Ew. Dia mengatakan jika aku bukan tipenya, namun bersikap aneh seperti itu. “Berhenti bersikap seperti itu.” Pintaku dengan nada cukup tinggi.

“Bagaimana kalau aku mengatakan tidak?” sungguh, ia berhasil membuatku harus menahan emosiku.

“Ergh okay, terserahmu.” Akhirnya aku mengalah pada Harry.

Setelah selesai membuat jus, aku kembali ke ruang tamu. Sementara Harry nampak berjalan di belakangku. Aku sudah tidak peduli apakah dia akan memperhatikan bokongku atau tidak. Pria itu sudah membuat kesabaranku habis. Kurasa setelah ini aku harus pergi ke psikiater, memastikan bahwa aku masih normal, dan tidak gila.

“Tidak buruk.” Ucap Harry setelah meminum jus buatanku.

“Untuk mempersingkat waktu, lebih baik kita membagi tugas, bagaimana? Aku akan memberitahukan Niall. Jadi, tugas ini akan lebih cepat selesai.” Aku menawarkan ide yang sebenarnya ingin aku katakan sata pertama kali kami mengerjakan tugas ini.

Complicated [H.S]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang