-Cley's POV-
“Baiklah, kita akan melanjutkan materi minggu depan, selamat siang.” ucap Mr. William saat jam kuliah berakhir.
Pun aku langsung merapikan buku-buku yang ada di atas mejaku, lalu memasukkannya ke dalam tas. Disaat itulah seseorang datang—atau lebih tepatnya dia berdiri dihadapanku. Aku bisa merasakannya.
“Aku ingin mengatakan sesuatu padamu, Cley.” aku menghembuskan nafas berat begitu mendengar suara ini—Harry.
“Katakan.”
“Aku tidak mungkin mengatakannya disaat kau sedang merapikan buku-bukumu, Cley. Aku ingin kau benar-benar fokus mendengarkanku, mengerti?”
“Baiklah, tunggu sebentar.”
“Aku akan menunggumu di luar. Jangan buat aku menunggu lama Cleverley.”
Aku memandang Harry dengan tatapan sengit ketika Harry melangkah pergi menjauh dariku. Apa yang dia akan katakan sepertinya tidak terlalu berguna bagiku. Harry adalah tipe orang yang sangat suka mengatakan hal-hal tak berguna—seperti menjelek-jelekkan Niall dihadapanku misalnya.
Selesai merapikan semua buku-bukuku, aku langsung beranjak dari kursi dan berjalan menghampiri Harry yang sudah menungguku di luar kelas. Kulihat seorang pria sedang bersandar duduk di kursi, itu Harry.
“Jadi, apa yang ingin kau katakan padaku?” tanyaku secara langsung,
“Kau harus bersabar Cleverley.” balasnya.
“Oke, oke, aku akan bersabar.”
“Kemarilah, duduk disampingku.” kata Harry yang langsung membuatku duduk disampingnya.
Suasana seketika berubah menjadi sedikit sunyi. Harry bahkan tidak mengatakan apapun selama kurang lebih 10 menit. Aku sempat melirik ke arahnya, namun pandangannya mengarah lurus ke depan. Ia seperti sedang menyembunyikan sesuatu dariku.
“Kau membuang waktuku Styles.”
“Baiklah, aku hanya ingin mengatakan jika aku suka padamu, hanya itu.” aku terkejut begitu mendengar ucapan Harry. Kurasa dia sudah gila dengan mengatakan jika dia suka padaku.
“Jangan bercanda Harry, itu sama sekali tidak lucu. Oh tunggu, leluconmu memang tidak akan pernah lucu, yeah?”
“Tidak, aku tidak sedang ingin bercanda Cleverley. Aku sangat serius dengan ucapanku tadi. Aku suka padamu, Cleverley. Jadi, jangan anggap ucapanku itu adalah sebuah lelucon, okay?”
“Kau sudah gila Harry. Kau benar-benar sudah gila.”
“Kau benar, aku sudah gila. Namun aku gila karenamu, Cleverley.”
“Harry—”
“Kau membuatku tidak bisa berhenti memikirkan dirimu. Jangan salahkan aku Cleverley.” kali ini aku memutuskan untuk tidak mengatakan apapun. Hal ini semakin membuat suasana menjadi sunyi dan sangat canggung. Aku tidak tahu apa yang harus aku katakan disaat seperti ini. Bagaimana bisa Harry suka padaku? Bukankah dia pernah mengatakan jika aku-bukan-tipenya?
Aku memandang Harry lemah, melihatnya yang sedang menatap lurus ke depan. Aku mencoba untuk mengatakan sesuatu, namun entah mengapa lidahku terasa begitu kaku. Aku tidak akan membiarkan Harry suka padaku, tidak akan.
“Bukankah kau bersama Victoria?” itulah ucapan yang berhasil keluar dari mulutku. Kurasa ini lebih baik, dibandingkan aku berdiam diri seperti gadis idiot.
Ia menoleh padaku, “Aku dan Vic hanya sebatas teman biasa.” jawabnya. Teman biasa. Seharusnya aku tahu jika mereka memang hanya teman. Harry memiliki banyak sekali teman wanita, termasuk salah satunya Vic. Aku merasa bodoh telah bertanya pertanyaan seperti itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Complicated [H.S]
Fiksi PenggemarShe was too good for him and he was too dangerous for her. [Written in Bahasa] WARNING: This book contains complicated storyline and mature content. So, if you are under 17, just please be a wise reader. Ps. This book is stupid as hell. I warn you.
![Complicated [H.S]](https://img.wattpad.com/cover/28791788-64-k539965.jpg)