HAPPY READING
.
.
.
"Kau sudah siap?" tanya Ellard ketika sudah berada dibelakang kemudi mobil, tangannya menarik pedal mobil dan melajukannya dengan kecepatan sedang.
Ara menghela nafas berat, "haruskah aku ikut? Tidak bisakah aku di ru—"
"Enggak." potong Ellard cepat.
"Ck, kalo gitu ngapain nanya lagi," kesal Ara mengerucutkan bibirnya
Ellard terkekeh. Ia meraih tangan Ara, mengecup punggung tangannya.
"Ini acara pertunangan rekan bisnis aku sayang, dia salah satu investor penting di perusahaan. Jadi kita harus datang," jelas Ellard sambil mempermainkan cincin yang tersempat dijari Ara. Kebiasaannya akhir-akhir ini ketika sedang bersama Ara adalah memutari cincin pernikahan milik istrinya. Entahlah ia suka sekali melakukan hal itu.
"Iya tapi biasanya kan yang s kamu ngajaknya Clarissa,"
"Cla juga datang tapi dengan mobil lain— Mr. Hudson katanya ingin berkenalan langsung dengan istriku. Gak mungkin kan aku kenalin Cla sebagai istriku," Ellard mengerling
Ara tidak menanggapi. Ia memalingkan wajahnya ke luar jendela. Moodnya semakin buruk ketika mendengar kalau gadis itu juga ikut. Entah kenapa dia selalu merasa Cla kerap berusaha tidak mau lepas dari suaminya. Benarkah gadis itu menganggap Ellard hanya sebatas sahabat? Sepertinya ia meragukan hal itu. Belum lagi dia kerap menangkap tatapan memuja Cla pada Ellard dan raut tidak suka gadis itu padanya apabila Ellard berlaku mesra terhadapnya. Ara berani bertaruh, Clarissa juga menginginkan suaminya. Sial, membayangkan itu saja hatinya semakin panas.
"jangan kahwatir, tidak akan terjadi apapun disana. Setelah selesai kita langsung pulang" Ellard mengusap punggung tangan Ara yang hanya diam, ia tersenyum hangat.
Ara menoleh, ia hanya membalas dengan tersenyum. Menatap dalam pada Ellard yang sangat mempesona malam ini dengan tuxedo Armani yang ia kenakan. Oh Lord, sungguh dia tidak rela membagi pria ini dengan wanita manapun.
****
Tiga puluh menit kemudian mereka telah tiba di sebuah kediaman megah keluarga Hudson. Acara pertunangan itu diadakan secara mewah. Tamu yang diundang cukup banyak dan ada beberapa media yang turut meliput. Berbagai aneka makanan dan minuman dari berbagai Negara tersedia berlimpah ruah, cukup untuk membuat para tamu kekenyangan walau hanya memandang. Mata Ara tidak bisa berhenti diedarkan pada setiap sudut ruangan yang banyak didominasi lampu-lampu kecil yang terlihat mengagumkan.
Ellard merangkul pinggang Ara, menghela langkah gadis itu menujuh pasangan yang sedang berbahagia disana. Dan sepanjang langkah mereka, kilatan blits camera turut menyorot keduanya. Kedatangan Ellard sebagai pengusaha muda yang sangat berpengaruh itu berhasil menyita perhatian para wartawan untuk mengambil gambar meraka. Sebenarnya Ara sangat risih dengan kilatan kamera tersebut, namun ia berusaha menguatkan dirinya untuk tampil lebih percaya diri agar tidak mempermalukan suaminya.
"Selamat atas pertunangannya bro. Kalian terlihat luar biasa malam ini" ucap Ellard sembari menjabat tangan Edgar Hudson. Pria tampan yang seumuran dengannya.
"Terimakasih El, kalian tidak kalah lebih luar biasa lagi. Sampai-sampai para reporter itu terus menyorot kalian. Padahal yang punya acara siapa, yang di liput siapa," canda Edgar tertawa renyah.
Ellard turut tertawa, "Ck, seperti tidak tahu saja. Kehadiranku memang selalu menghebokan"
"Ini kah nyonya Miller yang sempat misterius itu?" Edgar melirik pada Ara yang sejak tadi diam mendengarkan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Mencintaimu itu Sakit
Romance(Sudah END & dalam proses revisi) Mempunyai bobot tubuh yang overweight membuat Aurora sering mengalami perundungan dimanapun dia berada. Hal ini juga kerap kali membuatnya tidak percaya diri. Gadis manja, doyan makan tapi tidak tahu memasak itu j...
