HAPPY READING
.
.
.
Dua
hari berlalu, pagi ini Ara dan suaminya akan
kembali pulang ke mansion mereka. Rencananya Ellard akan langsung berangkat ke
kantor seusai mengantar Ara pulang ke rumah lebih dulu. Namun sejak semalam
istrinya itu selalu merengek padanya untuk di ijinkan bertemu dengan ibu dari
Leo. Merengek tak habis-habisnya hingga membuatnya jengah dan akhirnya
mengalah. Dan jadilah pagi ini dengan berat hati ia mengantarkan Ara-nya sampai
ke depan kediaman keluarga Leonard.
“Semangat
kerjanya ya sayang, jangan lupa makan. Sampai jumpa nanti dirumah” ucap Ara
seraya tersenyum manis, lalu meraih handle pintu mobil dan hendak keluar tetapi
dengan sigap lengannya segera ditarik kembali oleh Ellard.
“Ada
ap—“
“Morning
kiss,” tanpa aba-aba Ellard mencium bibir Ara, padahal pintu mobil sudah
terbuka lebar. Ciuman itu turun, mengigit gemas dagunya sebelum perlahan
menjauhkan. “Cepat pulang dan istirahat yang banyak. Kaki kamu masih belum
pulih. Nanti biar Blake yang menjemput kamu dari sini. Dan satu lagi…”
“Apa?”
alis Ara naik sebelah
Sekali
lagi Ellard mencium serta menghisap bibir istrinya “Jaga jarak dengan Leo.
Ingat, kamu uda ada suami” titahnya seraya mengusap lembut sisa saliva dibibir
Ara dengan ibu jarinya
“Iya
suamiku. Don’t worry, aku Cuma ketemu tante Ambar sebentar” gereget Ara seraya
menggigit gemas ujung hidung bangir Ellard dan langsung bergegas keluar sebelum
suaminya itu menahannya lebih lama lagi di dalam mobil.
Ara
masih berjalan tertatih-tatih, nyeri akibat cedera di tulang keringnya masih
terasa. Namun sebisa mungkin ia bersikap biasa agar Ellard tidak menariknya
kembali masuk ke dalam mobil dan membawanya pulang. Karna sejak tadi itulah
yang dinantikan suaminya.
“Hai
sayangnya tante, bagaimana kabarmu?”
Sapaan
hangat diberikan mama Leo begitu membuka pintu rumah. Wanita parubaya yang
masih terlihat cantik itu segera memeluk Ara. “Tante kangen banget sama kamu…
uda lama sih kamu enggak main lagi kerumah”
“Ara
sangat baik tante. Maaf ya, baru bisa mengunjungi tante sekarang. Habisnya aku
sibuk banget tante” aku Ara dengan nada menyesal seraya membalas pelukan tante
Ambar.
Tante
Ambar mengurai pelukannya sembari menjawil gemas hidung Ara, “Yaudah enggak
apa-apa. Yang penting sekarang kamu uda disini sama tante. Kita masuk yuk”
Ara
mengangguk antusias lalu menoleh ke belakang untuk memastikan Ellard yang
ternyata belum pergi. Jendela mobil masih terbuka dan tatapan Ellard terarah
lekat padanya.
Love you— adalah gerakan bibir Ara yang
dengan sangat jelas bisa dibaca. Senyum Ellard terbit dan turut membalas
gerakan bibir Ara “Love you too. Bye baby…”
ucapnya seraya melambaikan tangan pada istrinya. Tidak lupa Ellard juga menoleh
pada wanita parubaya disamping istrinya— ia tersenyum ramah dan mengangguk
kecil yang dibalas hal yang sama oleh Ambar. Setelahnya mobil dilajukan—
meninggalkan kediaman megah tersebut.
****
Bagaikan
lupa waktu, sepanjang pagi menjelang siang itu Ara dan tante Ambar menghabiskan
banyak waktu dengan melakukan banyak kegiatan layaknya ibu dan anak, seperti
bercerita panjang lebar, memasak, menanam bunga dan terakhir menonton bersama dengan
kepala Ara yang direbahkan di pangkuan Ambar— sambil menonton, wanita parubaya
itu mengelus lembut surai coklat Ara dengan sayang. Sungguh, sejak dulu ia
memang sangat menyayangi gadis yang ada dalam pangkuannya ini. Bahkan tidak
berpikir dua kali untuk mendonorkan kornea mata milik putri bungsunya yang
telah lama tiada kepada Ara.
KAMU SEDANG MEMBACA
Mencintaimu itu Sakit
Romance(Sudah END & dalam proses revisi) Mempunyai bobot tubuh yang overweight membuat Aurora sering mengalami perundungan dimanapun dia berada. Hal ini juga kerap kali membuatnya tidak percaya diri. Gadis manja, doyan makan tapi tidak tahu memasak itu j...
