"Kamu kuat okey, aku selalu ada disamping kamu!" Jati mengusap kening Rembulan yang berair karena keringat.
Hari ini, Rembulan akan melakukan persalinan. Sudah genap 9 bulan 10 hari dirinya mengandung.
Dan semoga persalinan hari ini lancar tanpa halangan apapun. Doain Rembulan readers!
Rembulan terus menangis karena merasa sakit perut dan juga merasa sakit di seluruh tubuhnya.
"Suster, siapkan ruang persalinan!" suster itu mengangguk dan segera menyiapkan semuanya dengan cepat.
.
"AKHH!!!" Rembulan berteriak dan pas sekali, lahirlah kapten Jati kecil. Jenis kelaminnya pun sama, laki-laki sesuai keinginan Rembulan.
Oekkk ... Oekk.
Rembulan dan Jati menghembuskan nafasnya lega. Akhirnya, ia melewati masa sulitnya sudah lewat.
Jati mencium kening Rembulan lama. "Terima kasih karena sudah memberi aku seorang putra sayang!" Rembulan tersenyum.
Jati mengambil bayi itu dari dokter dan mulai mengadzaninya. Tangis bahagia berulang kali teralir di mata Rembulan dan Jati.
Mereka tidak menyangka bahwa mereka sudah menjadi orang tua. Orang tua dari kapten Jati kecil itu.
.
"Mas jangan digangguin dulu, baru aja tidur!" Rembulan kesal karena sadari tadi Jati terus menganggu anaknya yang baru terlelap.
"Abisnya gemes banget sih! Bawaannya pengen cubit terus." ia terkekeh.
Mereka semua yang ada di ruangan itu tertawa hambar kala melihat kekonyolan Jati ketika sudah benar-benar menjadi sosok ayah.
"Minggir, mami mau lihat cucu mami!" usir Ayu dengan berlagak mengusir ayam. "Anak siapa?"
"Cucu siapa?"
"Yang buat siapa?"
"Yang lahirin siapa?"
"Mami, Mas Jati, udah dong, nanti babynya bangun. Baru aja tidur loh ...." Rembulan menggelengkan kepalanya heran dengan tingkah kedua orang itu.
"Ngomong-ngomong, mau di kasih nama siapa, dek?" tanya Jati dengan duduk di sebelah Rembulan.
"Sartono aja capt, bagus, lokal-lokal gitu!" timpal Yoka dengan memakan kacang yang ada di hadapannya.
Jati mengambil kulit jeruk yang ada diatas nakas dan melemparnya ke arah Yoka.
"Sartono anakmu!" ketus Jati. Tawa mereka pecah kala melihat Jati berubah menjadi ganas seperti ini.
"Dek Caca enggak ikut?" Yoka menggelengkan kepalanya. "Enggak mbak, katanya mau nunggu di rumah aja, pinggangnya masih sakit."
Detik berikutnya, Yoka menepuk keningnya keras. "Aduh, saya permisi dulu ya, nanti dimarahin sama bini!" pamitnya dengan berdiri dan gelisah.
"Emangnya kenapa?" tanya Jati. "Suruh beliin popok dari dua jam lalu, malah lupa terus mampir kesini."
"Wuuuu! Sono beliin dulu, nanti anakmu pup di dahimu!" ejek Bintang dengan keras.
Jati kembali ke topik awal.
"Siapa dek? Kamu ni ditanya dari tadi diam mulu sambil cengingas-cengingis." Rembulan mencium pipi Jati.
Jati mematung, "Rafikhan Reja Adhisena." lanjutnya dengan tersenyum.
"Bagus, dari mana tuh nama?" Jati terkekeh dan menggenggam tangan Rembulan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Tentangmu, Abdi Negaraku ( END - SUDAH TERBIT )
FanfictionREMBULAN SERIES 2 [ HARAP FOLLOW AUTHOR DULU KARENA CHAPTER DI PRIVATE ] [ SILAKAN YANG MAU BACA TAPI JANGAN KECEWA YA! SUDAH TERSEDIA DI SHOPPE @dovelinestore ] Dirinya, Rembulan Adhisti yang pernah ditinggal pergi untuk selama lamanya oleh seorang...
