28. Lo Suka?
Malam ketiga tantangan itu fix akan di beri oleh Rembulan. Sebagai bukti bahwa ia sudah sehat dan, itu tantangan yang super duper sulit bagi mereka.
Rembulan berdiri di depan ke-5 laki-laki paruh baya. Rembulan sudah mulai merasa bahwa dirinya baik-baik saja.
"YANA!" jerit Rembulan memanggil Yana. Yana kemudian datang dengan 4 baskom dan 4 sendok.
Yana meletakkan semua itu masing-masing satu baskom dan satu sendok dihadapan laki-laki itu.
"ELLA!"
"Yuhuuuu!!!" Ella datang dengan ceria dengan membawa nampan berisi 4 gelas belimbingan. Ella berdiri di samping Rembulan.
"Para mas tau apa tantangan kali ini?" Rembulan menaikkan satu alisnya.
"SIAP TIDAK!"
"Oke, maka dari itu perhatikan baik-baik tantangan sulit pada malam hari ini." mereka menyimak apa yang akan Rembulan katakan.
"Malam ini, kalian akan mengambil air di kolam renang ... Menggunakan sendok!" tunjuk Rembulan ke bawah sana.
"Menuju teras depan dan di tuangkan ke baskom!" Rembulan tersenyum. Para laki-laki paruh baya itu hanya menggeleng tak percaya kala tantangan itu lebih menguras emosi dari pada menguras tenaga.
"Dan gunanya gelas .... "
"Siapa pun yang bisa mengambil air paling banyak, sampai memenuhi gelas itu. Dia mendapat dua puluh poin lebih banyak!"
"Ingat, cuma lima menit!" ucapnya memperingati.
"Dan ya ... "
Rembulan menatap sekelilingnya secara berurutan. "Kayaknya tantangan ke empat juga malam ini!" lanjutnya dengan senyum misterius.
Oh, dan sungguh kali ini lebih mengerikan dari tantangan sebelumnya. Sekarang ini adalah tantangan terberat menurut mereka.
"KEEP FIGHTING!!" Rembulan menyemangati mereka. Dalam lubuk hati mereka hanya ada rutukan dan sumpah serapah yang ia pendam demi kemenangan itu.
.
"SEMUANYA SIAP?!!" interupsi seseorang dengan sedikit berteriak.
"SIAP!"
"SATU!"
"DUA!"
"TIGA!"
Mereka mulai mengambil air di kolam renang, kemudian berjalan berhati-hati ke teras depan rumah.
Baskom mulai terisi. Yana yang mengamati baskom milik Bintang pun hanya menahan tawa. Karena sudah 17 kali bolak-balik, yang ia dapatkan mungkin hanya setengah gelas, atau bahkan tidak mencapai setengah.
"Lo ngisi sedotan al?" tanya Yana ketika Bintang sampai disana.
"Lah bodo amat, yang penting gue berjuang dapetin lo!"
Yana terkejut. Apa? Mendapatkannya?
Bintang pergi kembali, namun ia berbalik lagi. "Salah, maksudnya dapetin dokter cantik!"
Jleb
Tancap sakit hati sudah Yana. Ia baru terbang ke planet neptunus, malah kembali lagi ke mars.
Bintang kembali berlari menuju dalam rumah meninggalkan Yana. Serta meninggalkan luka yang ada di hati Yana.
.
5 menit sudah hampir selesai, beberapa detik lagi pasti peluit akan ditiup Ganendra dengan keras, hingga membuat luka para pendengarnya.
Prittttttt
KAMU SEDANG MEMBACA
Tentangmu, Abdi Negaraku ( END - SUDAH TERBIT )
FanfictionREMBULAN SERIES 2 [ HARAP FOLLOW AUTHOR DULU KARENA CHAPTER DI PRIVATE ] [ SILAKAN YANG MAU BACA TAPI JANGAN KECEWA YA! SUDAH TERSEDIA DI SHOPPE @dovelinestore ] Dirinya, Rembulan Adhisti yang pernah ditinggal pergi untuk selama lamanya oleh seorang...
