Chapter KHUSUS 33 - PEMBONGKARAN

1.2K 67 0
                                        


33. PEMBONGKARAN

Malam ini, grup 5 laki-laki yang sudah terbongkar identitasnya tengah berkumpul disana. Biasalah markas.

Bagus merasa kesal, karena pada awalnya ia sudah lengkap menggunakan masker. Tetap di lepas paksa oleh Jati yang menyebalkan itu.

"Mukanya gus, dilipet mulu!" ujar Bintang lalu mencolek dagu Bagus. "Apaan sih, jijik tau nggak?!" dengusnya dengan nada kesal.

"Kamu ki lo tang, berisik!" Jati menimpali dengan melirik Bintang sekilas.

"Bodo!"

"GA.JE.LAS" ucap Jati dengan memperjelas setiap suku katanya.

Sementara Bayu tengah sibuk dengan ponselnya. You know lah, dia lagi ngabarin si bocil yang kemarin nangis gara-gara masa lalunya datang kembali.

"Kita nunggu siapa sih ndan?" tanya Jati kepada laki-laki yang ia sebut dengan kata 'Komandan'.

"Nunggu seseorang yang terpenting buat misi kita yang udah selesai!" ujarnya tenang dengan senyum tipis dibalik maskernya.

Kepala plontos.

Pake masker.

Lengkap kaya bola yang dibungkus kain.

Kling..

Lonceng cafe itu berbunyi. Mereka menengok ke arah pintu. Disana ada satu pasangan yang keduanya memakai masker, dan laki-laki itu memakai hoodie hitam dengan topi hitam pula.

"Itu dia!"

Ke-4 orang itu saling bertukar pandang ketika sang 'Komandan' menyerukan kata 'itu dia'.

"Selamat malam!" sapa laki-laki itu kemudian duduk di bangku samping komandan mereka bersama pasangannya.

"Malam." sahut mereka semua.

"Ndan, misi sudah selesai!" Laki-laki yang dipanggil 'Ndan' oleh komandan mereka mengangguk tipis.

"Terimakasih kepada kalian semua yang sudah bersedia menjaga dia dengan baik." mereka semua mengangguk.

"Saya dapat kabar, katanya salah satu dari kalian akan menikahi dia? Siapa?" Jati mengangkat tangannya. "Saya."

"Tepat!"

Jati mengerutkan keningnya saat sahutan dari laki laki itu mengatakan kata 'Tepat'. "Kenapa bisa tepat?" Jati menanyakan hal yang seharusnya sudah ia tau sejak lama.

"Kata dia, kamu orang yang selalu ada buat dia. Saya bersyukur karena kamu sudah menjaga dia dengan baik selama saya enggak ada di sisinya."

"Sebenarnya, komandan siapa?" tanya Bintang kepada laki-laki bermasker dan kepala plontos itu.

"Buka ndan?" laki-laki lawan bicara komandan mereka itu mengangguk. Lalu, mereka ber-2 membuka masker dan juga topi yang dikenakan laki-laki itu.

Laki-laki itu tidak lagi gondrong dan juga tidak lagi berkumis. Ia menampilkan rambut khas tentaranya dan juga wajah manis.

"Rangga Gunadharma, laki-laki yang dikira Rembulan sudah mati, namun saya koma selama delapan tahun. Saya juga laki-laki yang kamu lihat di dekat rumah Rembulan, yang kamu amati lekat dan saya tiba-liba pergi." mereka semua membulatkan matanya tak percaya.

"Saya juga lihat kamu hibur Rembulan pada waktu hujan di rumah sakit waktu itu. Kamu pake jas hujan tukang parkir dan kamu gendong Rembulan. Saya amat sangat bersyukur karena kamu sudah menjaga dia layaknya putri raja selama saya pergi, walaupun ada kendala kecil!"

Tentangmu, Abdi Negaraku ( END - SUDAH TERBIT )Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang