14. Kita Sama
"Kak!" panggil seseorang yang tiba-tiba masuk ke dalam ruangan itu. Dia adalah Ella.
Gadis itu memegang bahu Rembulan dan mengusapnya pelan. "Kepala rumah sakit mau ketemu kakak, di tunggu di ruangannya." lanjutnya dengan lembut.
Rembulan mengangguk lemah. Dirinya baru beberapa menit di ruangan itu, dan dirinya segera pergi juga dari sana.
Ia beranjak keluar dan berjalan menyusuri lorong rumah sakit dengan langkah cepat. Beberapa kali ia menyeka air matanya yang terus saja menetes karena hal yang sama.
"Gue harap, semuanya nggak menyangkut pautkan tugas gue ke luar daerah!" gumamnya dengan menyeka sudut mata yang berair.
Sampainya di ambang pintu ruangan kepala rumah sakit, Rembulan segera membukanya.
Ceklek..
"Selamat siang dok!" sapa Rembulan dan berjalan ke arah meja kerja Tiara. "Selamat siang kembali dok, silakan duduk!"
Rembulan duduk dan menatap Tiara penuh tanya. Ada apa dengan dirinya? Hingga ia dipanggil oleh kepala rumah sakit?
"Ada yang saya mau bicarakan kepada dokter." Rembulan mengangguk. "Katakan saja dok!"
"Pengiriman tim medis ke Sumatera dipercepat, besok sore. Anda dan dokter Ella akan segera dikirim ke sana untuk menangani kasus bencana alam."
Deg!
"Kenapa di percepat dok?" ia menahan ego agar tetap stabil. Dadanya bergemuruh dan sangat nyeri.
"Keadaan disana sangat membutuhkan tim medis, dan disana tim medis sangat terbatas. Serta jumlah korban lebih banyak!" katanya dengan membenarkan letak snelinya.
Akhirnya, kepalanya mengangguk lemas. Dan dirinya segera keluar dari ruangan itu segera. Air matanya pun meluncur ketika dirinya sudah berada diluar ruangan itu.
"Kenapa?" tanya seseorang dengan lembut. Rembulan mendongak menatap wajah dari pemilik suara berat itu.
Sungguh ia tak percaya dengan apa yang ia lihat kali ini. Ia sungguh merindukan orang ini beberapa waktu lalu. Dan sekarang, laki-laki dihadapannya ini mengobati lukanya dengan cepat.
"Kapten mas?!" ia memegang pipi itu dengan nyata. Namun sayang, ketika ia ingin memeluknya, ternyata itu hanya bayangannya saja.
Kapten masnya lenyap ditelan bumi. Karena dirinya, kapten masnya hilang dari sini.
"Kakak kenapa?!" tanya Ella dengan terus-menerus. Dirinya heran dengan Rembulan karena sedari tadi ia kelimpungan seperti mencari sesuatu.
"Astaghfirullah .... " ia mengucap istighfar ketika dirinya mendapat bayangan seperti itu. Mana mungkin kapten masnya hidup kembali?
"La ... Ellaa!" ia mengusap dahinya yang basah keringat dingin. Air matanya terus menetes dan tidak mau membiarkan Rembulan tersenyum sedikitpun.
Jahat!
"Kakak udah tau kan kalo besok sore kita bakal ke Sumatera?" tanya Ella lemas. Dirinya sangat takut kesana, dan disanalah kejadian dimana sang kekasih Ella terenggut nyawanya. Ella pun sebenarnya sangat menolak keras pengiriman tim medis kesana, dengan alasan tersebut. Namun, alasan pribadi lebih dikesampingkan daripada alasan umum bukan?
.
.
.
.
.
.
.
Malam ini, pukul 21.45, Bandung.
KAMU SEDANG MEMBACA
Tentangmu, Abdi Negaraku ( END - SUDAH TERBIT )
FanficREMBULAN SERIES 2 [ HARAP FOLLOW AUTHOR DULU KARENA CHAPTER DI PRIVATE ] [ SILAKAN YANG MAU BACA TAPI JANGAN KECEWA YA! SUDAH TERSEDIA DI SHOPPE @dovelinestore ] Dirinya, Rembulan Adhisti yang pernah ditinggal pergi untuk selama lamanya oleh seorang...
