REMBULAN SERIES 2
[ HARAP FOLLOW AUTHOR DULU KARENA CHAPTER DI PRIVATE ]
[ SILAKAN YANG MAU BACA TAPI JANGAN KECEWA YA! SUDAH TERSEDIA DI SHOPPE @dovelinestore ]
Dirinya, Rembulan Adhisti yang pernah ditinggal pergi untuk selama lamanya oleh seorang...
Umur Rafikhan kini sudah menginjak lima tahun. Dan Rembulan sudah mengandung lagi. Kandungannya sama seperti umur kandungan Ella. Hanya saja, usia kandungan Ella baru tujuh bulan, dan Rembulan sudah sembilan bulan.
Rasanya tidak sabar akan segera menimang anak lagi. Kali ini, Rembulan dan Jati menyempatkan liburan kecil di danau.
Rafikhan yang sangat aktif pun berlarian kesana-kemari mengejar kupu-kupu yang sangat banyak.
"Sayang, jangan lari-lari!" Rafikhan menengok ke sumber suara dan tersenyum.
"Jangan lari-lari nak, nanti jatuh." Jati hanya tersenyum menanggapi kedua manusia itu saling berinteraksi.
"Enyak kok unda!" Rembulan tersenyum. "Sini dulu, kakak makan, baru main lagi ya?" sahut Jati dengan merentangkan tangannya.
Rafikhan berlari dan jatuh ke pelukan Jati. "Anak pintar!" Jati mengusap puncak kepala Rafikhan dan menciumnya sekilas.
"Kakak ada tugas sekolah kan? Kerjain dulu sambil makan." Rembulan mengambil kotak makan di keranjang.
"Tugas apa unda?" Rembulan tersenyum. "Bahasa inggris, kakak lupa ya?" Rafikhan hanya menutup mulutnya dan tertawa pelan.
Mereka pun dengan telaten mengajari Rafikhan menulis, dan juga mengeja huruf-huruf alphabet dalam bahasa inggris.
"Enggak nyangka ya Rafi udah beranjak besar!" Rembulan mengusap kepala Rafikhan. Jati tersenyum.
"Semua berkat kasih sayang kamu, Rafikhan jadi anak periang juga anak yang baik!" balas Jati.
Rembulan menyuapi Rafikhan dengan telaten pula. Sempat ia melirik tulisan tangan Rafikhan yang sangat menggemaskan.
"Kak, besok lagi hurufnya sama tulisannya dikecilin ya? Biar rapi." ucap Rembulan.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Lafi ucahain besok ya unda, tanggung coalnya udah celecai!" ingin rasanya kedua orang itu menerkam Rafikhan yang begitu menggemaskan.
"Kenapa sih kamu lucu banget sayang?" Jati yang mulai gemas pun memeluk Rafikhan dengan erat.
"Ayah, Lafi nggak bisa napas!" keluh Rafikhan dengan memberontak dari pelukan Jati.
Rembulan ikut tertawa. Namun, perutnya terasa sangat mulas hingga ia meringis kesakitan.
"Mas tolong mas!" Jati dan Rafikhan pun menengok ke arah Rembulan dan menghentikan lelucon mereka.
"Mas tolong!!!"
"Kamu kenapa?" Jati menurunkan Rafikhan dan memegang tubuh Rembulan yang bergetar.
"Sa—sakit mas tolong!"
"Kita ke rumah sakit sekarang!"
.
Untuk kedua kalinya, Rembulan lagi-lagi merasakan sakit disekujur tubuhnya. Dirinya merasa sakit dan juga pegal-pegal di seluruh tubuhnya.