Running Out Part#2: Section 11

86 7 2
                                        

SUNFLOWERART

Gun dan Joss kini telah berada di sebuah bangunan berwarna kuning pastel, biru dan putih yang tampak sangat tenang seolah tak pernah terjadi apapun di sana. Joss yang kini memandangi Gun kini tampak sedikit gelisah. Ia merasa ini bukanlah tindakan tepat untuk mereka lakukan walaupun penyelidikan mereka lah yang akhirnya membawa langkah kaki mereka menginjakan tempat ini. Gun yang sedari tadi hanya melirik Joss kini menyunggingkan senyumnya dan mendengus sinis.

"Kenapa lo?" tanya Joss.

"Badan doang yang gede, nyali cuman segini." ujar Gun sambil mengangkat tangannya yang kini kuku jempolnya menempel pada jari kelingkingnya untuk menunjukkan kepada Joss bahwa nyalinya kecil.

"Sapa bilang nyali gue cuman segitu?!" nada Joss kali ini meninggi.

"Gak perlu ada yang bilang pun juga udah keliatan Joss." timpal Gun dengan suara datar sambil mengamati kembali sekitaran galeri workshop yang mereka kunjungi hari itu.

Joss mendengus lalu berjalan ke dalam memasuki pekarangan yang berakhir pada pintu masuk berwarna putih itu. Gun yang melihatnya hanya menggelengkan kepala sambil tersenyum lalu mengekor pada Joss.

Joss telah mengetuk beberapa kali tapi pintu tetap saja bergeming. Gun berusaha melihat sekeliling, tapi percuma karena tempat itu sangatlah sepi. Aneh, itu adalah hal yang Joss dan Gun rasakan.

"Kemarin pas lo kesini sepi gini?" tanya Joss kemudian ketika suasana sepi tempat itu semakin membuatnya terasa ngeri karena sangat tidak biasa.

"Enggak, kemarin gak sesepi ini kok. Ada orang di dalem, kayak pengurus workshop-nya gitu."

"Jam berapa lo ke sini?"

"Ya sekitar jam seginian." Jawab Gun sambil melihat jam tangannya.

Mereka berdua yang merasa hal ini sesuatu yang aneh kemudian berpencar untuk mencari petunjuk di tempat itu. Gun berjalan ke sisi belakang bangunan sedangkan Joss memeriksa bagian depan. Hingga akhirnya matahari nampak telah lebih tinggi dari posisi awalnya ketika mereka mendatangi tempat itu. Tak menemukan apapun mereka memutuskan untuk berkumpul kembali di depan pintu masuk. Gun hanya dapat menggelengkan kepalanya ketika bertemu dengan Joss begitu pula dengannya. Mereka berdua sama-sama tidak dapat menemukan apapun bahkan memasuki bangunan itu pun tidak bisa. Tidak adanya petunjuk yang seharusnya mereka dapatkan membuat mereka memutuskan untuk kembali ke markas. Namun, langkah mereka berdua terhenti ketika mereka mendengar suara langkah yang berjalan ke arah mereka. Saat mereka berbalik ke arah suara itu, mereka mendapati dua orang laki-laki sedang berdiri nampak terkejut dengan kehadiran mereka. Lelaki yang lebih tinggi seketika nampak sangat panik hingga langsung berdiri di belakang lelaki yang lebih pendek dan menenggelamkan wajahnya pada punggung lelaki itu. Lelaki yang lebih pendek hanya dapat menengok sedikit ke arah lelaki yang bersembunyi di belakangnya dan kemudian menatap kembali ke arah Joss dan Gun.

"Kalian siapa?" tanyanya.

"Ah, maaf kami dari kepolisian ingin bertemu seseorang yang ada di sini." kata Joss sambil menunjukan badge miliknya.

"Mau apa polisi kemari?" tanyanya tanpa sama sekali melepas kontak mata dengan salah satu dari mereka. Namun tatapan tajam yang di berikan tak membuat Joss maupun Gun merasa gentar.

"Kalau boleh tahu kami berbicara dengan siapa?" tanya Gun kemudian.

Lelaki itu masih menatap tajam Gun dan Joss sembari sesekali memeriksa lelaki yang masih bersembunyi di balik punggungnya. Lalu kemudian ia mengeluarkan dompet dari sakunya dan menyerahkan selembar kartu nama kepada Gun. Gun segera menerima kartu itu dan mengeceknya. Lalu menatap kembali orang yang berada di hadapannya saat ini.

"Dr. Lee? Untuk apa seorang psikiater kemari?" Gun kini melontarkan pertanyaan dengan sedikit curiga ke arah Thanat. Thanat yang mendengar itu hanya diam tidak menjawab pertanyaan Gun. Urusan dia kemari adalah sepenuhnya rahasia dokter dan pasien hal ini lah yang membuat Thanat memilih untuk bungkam. Hanya saja jika ia tidak segera menjawab kedua orang yang saat ini berada di hadapannya tidak akan segera meninggalkan tempat ini. Sedangkan kondisi Tay akan semakin memburuk. Thanat bisa merasakan cengkraman Tay semakin erat saat ini.

"Apa yang saya lakukan di sini bukanlah urusan anda. Jika anda tidak ada urusan lagi silahkan pergi dari sini."

Gun dan Joss hanya saling tatap, mereka semakin menaruh curiga kepada Thanat. Tetapi sepertinya Thanat tidak ingin bekerja sama dengan mereka serta mereka juga tidak dapat memaksa Thanat begitu saja.

"Hmmm, mengapa suasana menjadi tegang seperti ini?" tanya Joss berusaha mencairkan suasana. Kemudian melirik ke arah Tay, "kamu yang sedari tadi bersembunyi di sana boleh kami tahu siapa namamu?"

Tay tidak menjawab pertanyaan itu, ia semakin merapatkan tubuhnya pada punggung Thanat, mencengkram baju Thanat lebih erat lagi sambil memejamkan matanya berusaha menguasai rasa panik yang semakin memuncak.

"Hey.."

"Cukup, anda membuatnya semakin takut. Jika anda tidak pergi dari sini saya akan memanggil orang untuk mengusir anda berdua dari sini."

Joss terdiam, ia ingin membalas Thanat tapi Gun menahannya dengan memegang lengannya dan menggelengkan kepalanya kepada Joss untuk tidak lagi mengkonfrontasi lelaki yang ada di depannya. Lalu ia berjalan dan memposisikan dirinya di depan Joss.

"Maaf telah mengganggu waktu anda, kami akan pergi dari sini. Permisi." kemudian Gun berjalan pergi meninggalkan tempat itu disusul oleh Joss di belakangnya. Thanat yang masih berdiri di situ mengamati ke dua orang itu hingga bayangan mereka pun tak nampak kembali. Setelahnya ia melihat keadaan Tay yang sangat tidak baik-baik saja saat ini. Thanat berusaha untuk tersenyum kepada Tay, membuatnya merasa seaman mungkin agar ia tidak lagi perlu merasa takut. Kemudian Thanat menggenggam tangan Tay dan menuntunnya masuk ke dalam bangunan itu.

SUNNY X PODD AU : Running OutCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang