Running Out Part#3: 2 years ago - Section 3

45 3 0
                                        

Mike memasuki sebuah ruang temaram di salah satu ruangan kediaman Suphakorn. Di sana telah duduk seorang lelaki dengan sweater dan celana training yang berwarna hitam. Ia duduk di sofa hitam dan menaikkan kedua kakinya di atas meja sambil memegang remot tv, ia bersandar dengan malas mengganti saluran tv yang ada. Mike yang membawa nampan berisi seteko teh dan sebuah cangkir kosong melenggang masuk ke dalam ruangan itu lalu dengan tenang menaruh cangkir di atas meja dan menuangkan teh ke dalam cangkir itu. Lelaki itu membiarkan Mike melakukan tugasnya, ia bahkan tidak melirik Mike sedikit pun. Setelah selesai menuangkan teh, Mike menaruh teko itu di sebelah cangkir dan mengambil nampan yang tadi ia bawa, bersiap untuk undur diri membiarkan tuannya menikmati waktu malasnya.

"What do you think about this?" tanyanya tiba-tiba, sambil menunjukan sebuah adegan dalam saluran tv yang ia tonton.

"What is that sir?"

"Kamu tidak tahu?"

"Saya rasa, saya tidak sepatutnya melihat ini tuan."

"Why? Kamu takut akan dianggap berkomplot?"

Mike tidak menjawab ia hanya terdiam dan kemudian melihat kembali gambar yang ada pada layar tv milik tuannya itu.

"Kenapa tuan meninggalkan dia sendirian di sana?"

"Hmmm, just a punishment."

"Why?"

"Nothing, just he made a mistake."

"Sir, apakah..."

Brak! Suara pintu terbanting sangat keras, seseorang datang dalam keadaan setengah mabuk. Mike dan tuannya yang mendengar itu sedikit merasa terkejut dan akhirnya membuat sang tuan mematikan TVnya. Seseorang yang mabuk itu kemudian masuk ke dalam ruangan di mana Mike dan tuannya berada.

"Oh my God, why so dark here?" ujarnya yang kemudian menyalakan lampu utama ruangan itu dan melihat keberadaan Mike dan juga Sun, saudara kembarnya.

"Damn. Sun, why do you sit in the dark just like that?"

"I was watching a movie until you came all drunk like this, make me startled."

"Urrhghhh.. Really?" ujar Podd sambil berjalan limbung ke arah Sun.

"Kamu nonton apa?"

"Hmmm, horror movie."

"Oh, really?"

"Yeah."

"What's the title?"


"Hmmm..."

Melihat Sun tidak segera menjawab pertanyaannya, Podd merebut remot tv dari tangan Sun dan menyalakan kembali tv yang sempat mati sejenak itu.

"Hiks, what is this?"

"What?"

"Is the tv station got black out?"

"Hmmm, what do you mean?"

"That, the screen - look!" podd menyuruh Sun untuk melihat ke arah layar sambil menunjuk layar tersebut dengan tangannya yang sedikit bergetar karena Podd belum sepenuhnya tersadar. Melihat layar tvnya yang menghitam seperti itu, Sun mengambil kembali remot yang tadi direbut Podd. mencoba beberapa saluran tv pribadinya dan kemudian menoleh ke arah Mike. Mike hanya mengangguk setelah melihat tatapan mata tuannya itu. Ia kemudian undur diri meninggalkan kedua tuannya.

-

Mike berjalan di sebuah lorong rubanah dengan penerangan lampu berwarna kuning, sedikit temaram namun memberikan cukup penerangan untuknya agar berjalan dengan leluasa. Lorong rubanah itu cukup panjang, memakan waktu lima menit untuk berjalan. Walau nampak sedikit menyeramkan tapi tempat itu sangat terawat, baik lantai maupun langit-langitnya tidak ada debu atau sarang laba-laba menggantung di sana. Mike merawat ruangan ini dengan sangat hati-hati, seperti kepala pelayan sebelumnya. Keluarga Suphakorn memang sangatlah kaya hanya saja tidak ada seorangpun yang tahu bahwa mereka memiliki tempat seperti penjara bawah tanah ini. Beberapa pintu besi berwarna putih mulai menghiasi dinding lorong itu dengan aksesoris gembok berkarat di setiap ruangannya. Mike membuka salah satu pintu itu, memeriksa layar demi layar yang ada di ruang kontrol. Semua tampak baik-baik saja pikir Mike, yang kini mulai memeriksa satu demi persatu kamera yang terpasang dan dia tidak juga menemukan hal yang aneh dengan kamera yang ada. Lalu Mike memutuskan meninggalkan ruangan kontrol itu dan berpindah ke ruangan lainnya yang memiliki pintu berwarna putih juga.

"Arrghh...:" terdengar suara rintihan ketika Mike membuka pintunya. Mike mengabaikan suara itu dan kemudian berjalan ke arah kamera pengawas yang berada di pojok ruangan. Ia memeriksa kondisi kamera itu melalui tab yang ia bawa dari ruang kontrol sambil melambai-lambaikan tangannya.

"Hmmm, tidak ada yang aneh..." gumam Mike.

"Arrghh..." suara itu terdengar lagi. Mike kemudian memutar tubuhnya perlahan dan memfokuskan matanya pada tubuh telanjang yang tangan dan kakinya terikat dengan "Shackle" di pergelangannya. Suara rantai bergemerincing ketika ia menggerakan tubuhnya, matanya yang tertutup oleh kain berwarna hitam dengan "ball mouth" berbentuk bola berwarna merah menyumpal mulutnya. Pemuda itu mengerang kembali, seolah merasakan kehadiran Mike di sana. Walau begitu Mike berusaha sesedikit mungkin untuk tidak mengeluarkan suara di ruangan itu. Erangan pemuda itu terdengar semakin keras seperti menjerit ketika Mike mulai menutup pintunya dari luar. Perlahan Mike menutup pintu itu sambil menyaksikan pemuda itu menggeliat membuat rantai yang mengikatnya bergemerincing nyaring.

"Maaf" ucapnya lirih lalu Mike menutup pintu itu rapat dan menguncinya kembali. Lalu membalikan badannya ke arah lorong yang temaram berjalan menjauhi pintu yang menjerit meminta pertolongan itu.

-


SUNNY X PODD AU : Running OutCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang