Running Out Part#3: 3 years ago - Section 2

75 4 0
                                        

-

"Podd, apa kau tahu bahwa pemuda itu korban pemerkosaan?" tanya Tay dengan nada yang cukup tajam. Wajah memerah, otot-ototnya bermunculan pada leher dan pelipisnya. Suaranya yang meradang kali ini menunjukkan betapa muaknya Tay dengan apa yang terjadi.

"It's not me for sure Tay! NOT ME!"

"THEN WHO!? YOU B*TCH! WHO!? Kali ini tangannya telah meremas baju Podd, Tay menarik kerahnya seolah ingin mencekik Podd tapi ia menahannya.

"Gue gak tahu Tay sumpah demi apapun!" suara Podd bergetar, perasaan bingung, cemas, dan ketakutan bergema dalam suaranya. Ia tidak tahu bagaimana lagi menjelaskan perihal ini kepada Tay dan Tay merupakan orang terakhir yang ia harap tahu mengenai perkara ini.

"Tapi ciri-ciri tersangka mirip sama elo! How could you.."

"ENOUGH TAY! ENOUGH! Podd menaikan suaranya, melepaskan tangan Tay dengan kasar dan menatapnya dengan tatapan penuh amarah dan rasa kecewa karena sedari tadi Tay mencurigainya.

"Gue bener gak tahu Tay, this is absurd! How could they connect the dots towards me? Terus kenapa sekarang lo nuduh gue kayak gini? Bukan gue, gue harus bilang berapa kali ke elo Tay?"

"They have CCTV records that the last person he ever met is someone like you Podd, YOU!"

"Dia mantan pacar Sun, bisa aja itu Sun Tay. ngapain juga gue malam-malam ke sana!?"

"Mike, bilang Sun di rumah saja malam itu. Lo kemana?"

"Anjir harus banget gue bilang?"

"LO KEMANA ANJING!?"

"GUE KETEMU PACAR GUE NJING! GUE KETEMU GAWIN! PUAS LO!"

"What time?"

"Lo masih gak percaya Tay? Gila ya lu, gue ketemu sama Gawin, and we are having a great sex then why I have to bother to meet my twin's EX-BOYFRIEND!?"

"Because Sun never introduces himself as he is."

"Maksud lo apa?"

"This. I found this comment on that boy's IG account. You see it?"

"Crap!"

"Yes, indeed."

"Did your boyfriend know about your twin?"

"Not yet, he didn't want me to introduce him to Gawin."

Suasana seketika menjadi hening, apa yang Tay Tawan pikirkan saat ini sangatlah tidak masuk akal. Tay mengacak rambutnya membuat dirinya yang telah berantakan menjadi lebih berantakan. Ia akhirnya memilih untuk duduk menenangkan hati dan pikirannya yang tak karuan saat ini.

"Apa tidak ada tersangka lain?"

"Entah lah, gue sendiri juga gak tahu."

"Apa tidak ada cara lain untuk mengetahuinya?"

"Kenapa elo gak tanya aja sama Gawin?"

"Elo yakin?."

"Kenapa enggak?"

"Gue belum siap Gawin tahu gue punya saudara kembar." Podd menjawabnya dengan nada pelan seolah berusaha menutupi kekhawatirannya yang sesungguhnya.

"Heol, Daebak! " ujar Tay dengan nada sinis.

-

Sun dengan baju serba hitamnya tampak sangat pucat dan lemas. Ia baru saja menghadiri pemakaman mantan pacarnya. Selama kurang lebih delapan bulan terakhir mereka bersama sungguh tidak disangka waktu delapan bulan itu menjadi sebuah waktu yang sangat berharga baginya saat ini. Sun kini terduduk lemas di lantai kamarnya, air matanya yang ia kira telah mengering kini mengalir lagi. Ia tidak mengerti bagaimana bisa semua ini terjadi. Terlebih lagi dengan apa yang ia dengar kala Podd dan Tay berdebat malam itu. Apa yang sebenarnya terjadi? Sun mendekap kedua kakinya berusaha menenangkan pikirannya yang kini mulai berkelana membuat hipotesis yang tak dapat ia pahami dengan nalarnya saat ini. Ia memejamkan matanya, mengatur alur nafasnya, menenangkan degup jantungnya yang sejak tadi bergemuruh sambil mulai mengingat kembali apa yang sedang ia lakukan di kala malam tragedi itu terjadi.

Sun teringat bahwa hari itu ia sangat merasa lelah, setelah seharian ia harus membantu Tay dengan galerinya. Tay akan memamerkan beberapa lukisan karya seorang pelukis wanita yang sangat berbakat. Hari itu ia merasa sangat senang karena ia terpukau oleh lukisan yang akan dipamerkan. Tak ada yang aneh hari itu baik di galeri maupun di rumah. Sun pulang ke rumah sekitar pukul lima, disana ia mendapati Podd sedang menelpon seseorang sambil mengenakan jaketnya seolah terburu-buru. Sun teringat, Podd mengatakan bahwa ia telah berjanji untuk menemui Gawin dan ia terlambat. Sun juga menakut-nakuti Podd jika Gawin marah dan tidak jadi bertemu dengannya. Podd memukul pundaknya sambil tertawa, Sun juga tersenyum lebar karena puas bisa menjahili saudaranya. Kemudian Podd pergi dan Sun kembali ke kamarnya ia merasa capek sekali dan menghabiskan malam tanpa keluar dari kamar sama sekali.

"Weird, this is weird..." gumamnya pada diri sendiri. Kemudian ia berdiri sambil mengusap wajahnya dengan bajunya. Ia mengambil ponselnya memeriksa daftar panggilan lalu menelpon seseorang.

"Halo Phi Tay?"

-

SUNNY X PODD AU : Running OutCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang