METRO STATE POLICE
Gawin merapikan berkas laporan lama yang telah ia baca berulang kali demi mendapatkan informasi tambahan mengenai kasusnya kali ini. Hanya saja hasil nihil yang ia dapatkan membuatnya harus menghadapi jalan buntu untuk memecahkan kasus ini, tapi bukan berarti hal ini membuat ia menyerah. Matahari telah tenggelam dan korban belum juga ditemukan. Sedangkan kecepatan dalam memecahkan kasus sangat diperlukan tapi penjahat ini sangat lihai. Ia bahkan tidak meninggalkan banyak petunjuk. Joss yang melihat wajah lelah Gawin memberikan kopi kalengan yang dia beli.
"Nih buat lo, temen begadang." ujarnya. Gawin tersenyum lemah dan langsung meminum kopi yang diberikan oleh Joss.
"Gimana udah ada progress?" tanya Joss lagi. Gawin hanya menggelengkan kepalanya lalu menaruh kaleng kopi itu di atas meja.
"I only had a presumption right now."
"What kind?"
"Gue ngerasa penculik ini merupakan orang yang sama dengan tiga kasus pembunuhan yang terjadi selama tiga tahun terakhir ini."
Joss melihat wajah pucat Gawin yang telah begadang seminggu penuh. Kasus terbaru yang sedang mereka kerjakan kali ini merupakan kasus penculikan dimana korbannya menghilang begitu saja tanpa ada jejak sama sekali. Sebagai rekan satu tim Gawin, Joss hanya bisa diam mendengar asumsi yang Gawin berikan. Pembunuhan yang baru saja Gawin sebutkan merupakan cold case yang tak dapat dianggap enteng. Dari kasus itu tiga orang secara acak telah terbunuh dan tubuh tak bernyawa itu tergeletak sembarangan di tempat yang tak terduga dengan kemeja putih kebesaran dan celana pendek berwarna hitam serta badan penuh luka. Petunjuk yang ada saat itu hanyalah fakta bahwa para korban semuanya laki-laki berusia sekitar dua puluh tahunan, mengenakan kemeja putih dan celana hitam serta mereka mendapatkan luka terparah pada bagian rectum mereka.
Pembunuhan yang terjadi hanya sekali dalam setahun ini sangatlah menyulitkan polisi untuk menarik benang merah antara kasus satu dengan kasus lainnya, jika bukan karena ciri-ciri korban yang mereka temukan. Tetapi hal itu masih belum cukup membuat polisi menemukan pelaku. Beberapa orang telah ditetapkan sebagai tersangka hanya saja mereka semua memiliki alibi saat kejadian terlebih lagi setiap pembunuhan berikutnya terjadi kemungkinan mereka menjadi tersangka semakin kecil. Bahkan hingga saat ini waktu pembunuhan pun belum dapat diprediksi polanya karena hanya ditemukan satu korban tiap tahunnya dan dari ketiga korban itu tidak ada kesamaan pada waktu kejadian.
Gawin kembali memeriksa berkas kasus terbaru yang ia terima. Dia telah menyelidiki alibi semua orang yang mengenal korban dan memiliki kemungkinan besar menjadi tersangka tapi mereka semua memiliki alibi saat kejadian penculikan itu terjadi.
"Apa lo udah cek ke rumah korban?" tanya Gawin
"Hmmm, belum sepertinya nanti gue dan Luke bakal kesana. Kenapa emangnya?"
"Ya udah kalau lo yang mau cek kesana sama Luke. Kalau ada yang janggal segera kabarin ya."
"Lo mau ikut?" tanya Joss sambil mengangguk ke arah Gawin,
Gawin hendak menjawab namun terhenti ketika mendengar ponselnya berdering.
[[My Love]]
Tulisan itu muncul di layar ponselnya. Wajah Gawin yang tadinya pucat kini merah merekah saat mengetahui siapa yang menelponnya.
"Hi" sapa Gawin dengan nada riang. Melihat itu Joss sudah bisa menebak siapa yang menelponnya lalu ia pergi meninggalkan Gawin.
"Hi, Kamu sibuk?"
"Lumayan, kenapa?"
"Hmmm, aku mikir mau masak sesuatu malam ini. Tapi kelihatannya kamu gak bakal pulang lagi ya?"
"Iya, kayaknya gitu."
"Baju ganti masih ada?"
"Iya masih."
"Ya udah, kamu hati-hati ya kalau capek istirahat. Jangan lupa makan juga."
"Haha iya, maaf ya aku gak bisa pulang malam ini."
Kemudian sesi telepon mereka berakhir. Perut Gawin bergemuruh, tandanya ia butuh asupan gizi yang lebih agar bisa menenangkan naga yang terbangun di dalam perutnya. Ketika keluar, Gawin menemukan kekasihnya tengah berdiri di luar kantor dengan jaket jeans berwarna hitam, kaos coklat dan celana jeans tak lupa di tangannya tergantung tas kecil yang Gawin tahu bahwa itu adalah menu makan malamnya.
"Oh My... kamu di sini?" tanya Gawin terkejut sambil berusaha menahan senyumnya.
"Nih aku bawain makan malam buat kamu."
"Kamu masak?" tanya Gawin sambil melihat isi tas kecil itu.
"Ya udah aku pulang ya." ujar Podd berpamitan.
"Loh, mau kemana? Gak mau nemenin aku makan?" tanya Gawin.
"Bukannya kamu lagi sibuk?"
"Tapi sekarang aku lagi pingin makan sambil di temenin." rengek Gawin manja.
Gawin kalau sudah ketemu Podd, gahar nya luntur sudah. Langsung berubah menjadi lelaki manja yang kata Joss "ewhh" setiap kali ia harus menyaksikan duality Gawin. Melihat Gawin yang merengek manja seperti itu, mau tak mau Podd akhirnya mengalah dan menuruti permintaannya . Kemudian mereka masuk ke dalam kantor, duduk di kursi kosong yang memang biasanya digunakan untuk makan bersama detektif lainnya. Podd dengan senyum hangatnya membantu Gawin mengeluarkan semua tempat makan yang ada dalam tas.
"Looks delicious." puji Gawin sambil tersenyum seperti anak kecil.
"Udah buruan dimakan nanti keburu dingin."
"Why? You don't seem in a hurry..."
"But your friends indeed.." balas Podd ketika melihat rekan detektif Gawin memandangi mereka berdua. Gawin hanya tertawa ketika melihat mereka membubarkan diri saat melihat Gawin menengok ke arah mereka.
"Okay.. it won't take more than five minutes I guess."
Saat Gawin sedang menyantap makan malamnya, sepasang suami-istri masuk kedalam kantor membuntuti salah seorang detektif yang Podd kenal dengan nama Luke. Wajah mereka tampak sangat letih dan lesu. Mereka berulang kali mengucapkan kalimat yang sama. "Saya mohon pak detektif, temukan anak kami. Saya mohon."
Gawin yang tersadar bahwa pemandangan seperti itu bukanlah pemandangan yang mengenakkan bagi kekasihnya, segera merapikan makan malam yang telah habis ia santap. "Nih, aku udah selesai."
Podd yang sedari tadi matanya mengikuti pasangan tersebut akhirnya kembali terfokus kepada Gawin. "Ah, iya cepet banget kamu makannya." Gawin hanya tersenyum manis dan kemudian mengantar Podd keluar dari kantor.
KAMU SEDANG MEMBACA
SUNNY X PODD AU : Running Out
FanfictionThis is an Alternate Universe story of Podd x Khao, which including Gawin, Luke, Earth, Joss, Gun, Bright, Thanat, Tawan... And other cast who will appear following the story. Disclaimer! BXB AU 18+++ Sexual assault, kidnapping, and other gore conte...
