Running Out Part#1: Section 6

150 16 0
                                        


MAGNOLIA STREET

Gawin membuka matanya menemukan dirinya sendirian di atas kasur. Ia segera turun dari kasur sambil mengenakan kaos putih yang ia ambil dari dalam lemari lalu memeriksa ruang demi ruang mencari sosok lelaki yang tadi mencumbunya. Dia memeriksa ke dapur, kamar tidur tamu, ruang keluarga, ruang kantor dan ruangan lainnya namun hasilnya nihil. Gawin memanggil nama Podd beberapa kali berharap mendapat balasan dari Podd, namun rumahnya tetap saja hening bahkan suara tikus pun tak terdengar. Rasa takut menyelimutinya, prasangka buruk mengenai kekasihnya muncul begitu saja membuat dia menjadi semakin cemas. Dia kemudian langsung turun ke bawah dan mencari ponselnya.

"Sial! Ponsel gue dimana?!" gerutunya sambil mengobrak-abrik seisi rumah. Tak juga ia temukan, Gawin mencoba menelpon ponselnya dengan telepon rumah. Namun sayang ketika ia mencoba menelpon, saluran telepon rumah terputus.

"Oh shit!" Dengan panik, Gawin segera berlari ke pintu depan rumah dan benar saja pintunya terkunci.

"Shit! Holy shit!" maki Gawin sambil menendang pintu rumahnya. Kemudian ia berhenti sejenak untuk mengatur nafas yang sedari tadi memburu. Keringat mulai bercucuran di dahinya, dia harus segera berpikir cepat. Sudah beberapa jam lebih berlalu dan ia tak tahu dimana Podd saat ini. Hal ini sangat membuat Gawin panik dan mulai berspekulasi berlebihan tentang Podd. Nafasnya yang memburu karena rasa panik mulai membuatnya tidak dapat berpikir jernih. Gawin kemudian menghentikan langkahnya sejenak, menarik nafas untuk menenangkan dirinya. Setelah dia merasa tenang, Gawin mulai berjalan ke kamarnya untuk mengambil revolver cadangan yang ia sembunyikan di belakang nakas.

"Tidak ada? Damn!" revolvernya menghilang, Gawin segera menuju dapur mencari tas yang tadi pagi ia bawa, dan benar saja pistol miliknya juga raib. Rasa panik mulai merayapi Gawin kembali. Kemudian ia mulai berlarian kesana kemari untuk mengecek jendela, mencari jalan keluar dari rumahnya sendiri.

"DAMNED! DAMNED! DAMNED!" maki Gawin lagi, ketika untuk kesekian kalinya ia gagal membuka satu pun pintu dan jendela di rumahnya sendiri.

Gawin mengepalkan tangannya, berusaha mencerna situasi macam apa yang sebenarnya tengah ia alami. Beberapa kali ia menggunakan otaknya hal itu hanya semakin membuatnya kesal. Percumah, Gawin tidak akan pernah bisa memahami keadaannya sekarang. Kepalanya yang panas perlu didinginkan, Gawin pun kembali ke dapur dan menuangkan air putih sebening kristal ke dalam gelas kaca. Satu teguk, dalam satu teguk dan gelas itu telah terjatuh ke lantai dengan bunyi nyaringnya bersamaan dengan Gawin yang pada akhirnya tergeletak tak sadarkan diri. 

SUNNY X PODD AU : Running OutCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang