SUNFLOWER HOUSE
Thanat membasuh tangan Tay dengan handuk hangat. Memandangi lelaki berparas tampan itu, mata kecilnya kini bahkan tidak dapat lagi memancarkan senyum lembut yang biasanya dia ukir untuk menenangkan pasiennya. Thanat mengenal Tay Tawan bahkan sebelum Podd bertemu dengan Gawin. Bisa dibilang mereka telah cukup lama mengenal satu sama lain, baik secara profesional maupun tidak. Gerakan tangan Thanat perlahan melambat, ia kemudian menunduk sambil memejamkan matanya guna menahan air mata yang tiba-tiba saja membuat matanya panas.
[[ FLASHBACK - START]]
Sebagai seorang psikiater muda jenius Thanat mendapat sebuah permintaan untuk memberikan beberapa sesi konseling kepada seorang remaja yang baru saja menginjak usia dua puluhan yang ia kenal sebagai adik Tay bernama Apple. Apple merupakan seorang pasien psychotic dengan kondisi yang bisa dibilang mengkhawatirkan melihat rekor percobaan bunuh diri yang telah dilakukan banyak kali.
Sebagai seorang pribadi Apple sebenarnya memiliki kepribadian yang cukup terbuka dan periang. Namun, apa yang pernah dialaminya mungkin terlalu berat untuk ia tanggung sendiri sehingga akhirnya membuat jiwanya sangat terguncang. Thanat seperti biasa duduk di kursinya sambil mengamati Apple tanpa menanyakan apapun. Hanya tersenyum tipis bersahabat, ia mencoba membuat Apple untuk tidak menaruh rasa curiga kepadanya.
Takut, adalah hal pertama yang terpancar dari matanya ketika Apple duduk berhadapan dengannya. Thanat kemudian melepas kacamata kotaknya lalu berdiri dan berjalan ke arah gramophone tua yang berada di dekat jendela, menyalakannya dan membuka tirai jendela itu lebih lebar lagi agar sinar matahari bisa masuk dengan leluasa. Sebuah lagu classic milik Debussy mengalir, berharap dengan ini bisa meredakan rasa cemas yang dirasakan pasiennya. Lalu Thanat meminta Apple untuk duduk di sofa panjang berwarna putih.
"Nona Apple silahkan." ujarnya dengan suara yang dibuat selembut mungkin.
Apple yang sedikit ragu untuk meninggalkan kakaknya, saat ini sedang menatap Tay seolah meminta persetujuan darinya. Dengan lembut Tay membalas tatapan Apple dan mengangguk untuk menyakinkan dia bahwa ia berada di tempat yang aman. Kemudian Apple beranjak dari tempatnya dan merebahkan tubuhnya pada sofa itu sedangkan Thanat duduk di kursi berlengan yang memiliki warna yang sama dengan sofa yang ditiduri oleh Apple.
[[ FLASHBACK - END]]
Mengingat dia telah lama menjadi psikiater keluarga Tay, sangatlah tidak aneh jika saat ini Thanat yang merawat Tay secara personal. Thanat yang telah selesai membersihkan tangan Tay kini memindahkannya ke ruang makan. Seperti hari biasa, Thanat yang memasak makanan yang dimakan oleh Tay. Aroma sup asparagus menguar dari kuali yang ada di dapur. Thanat tahu saat ini pasti Tay sedang menelan ludah, karena ini merupakan salah satu masakan kesukaannya.
"Khun Tay.." panggilnya dengan lembut akan tetapi yang dipanggil tidak memberi reaksi apa pun.
"Khun Tay, waktunya makan malam." Tay hanya mengedipkan matanya dan kemudian mengambil sendok yang ada di atas meja. Thanat hingga saat ini masih berusaha mencoba memahami mengapa Tay sangat berusaha agar Thanat tidak membantu dirinya sama sekali.
KAMU SEDANG MEMBACA
SUNNY X PODD AU : Running Out
Fiksi PenggemarThis is an Alternate Universe story of Podd x Khao, which including Gawin, Luke, Earth, Joss, Gun, Bright, Thanat, Tawan... And other cast who will appear following the story. Disclaimer! BXB AU 18+++ Sexual assault, kidnapping, and other gore conte...
