METRO STATE POLICE
Gawin kembali ke mejanya, membuka kembali berkas yang menumpuk di atas mejanya. Dia tahu bahwa kasus yang harus ia tangani tidak hanya satu kasus dan semua kasus yang ia miliki juga meminta untuk di prioritaskan. Tapi kasus penculikan kali ini telah berhasil membuatnya kehilangan fokus. Bagaimana tidak, jika hingga titik ini ia telah mencurigai kekasihnya sendiri tanpa barang bukti. Hanya dengan intuisi, Gawin selalu merasa di tuntun ke arah Podd. Membuatnya berulang kali berpikir, dan berusaha untuk mencari kemungkinan lainnya, tetapi selalu saja berakhir pada Podd kekasihnya.
"Apa aku sudah gila?" Gumamnya, hingga tiba-tiba seseorang menimpuk kepalanya dari belakang.
"Oi, sedang apa?"
"Ouch, Earth that's hurt."
"Lagi apa lo?" tanya Earth lagi tanpa menghiraukan Gawin yang sedang menggerutu.
"Hmmm kayaknya gabut." Gawin menjawab asal pertanyaan Earth, padahal ada setumpuk kasus yang juga membutuhkan atensi dari Gawin.
"Sini lo ikut gue."
Kemudian tanpa bertanya Gawin bangkit dari kursinya dan berjalan mengikuti Earth yang telah berada di ruangan lain. Ruangan yang lebih manusiawi daripada tempat di mana meja kerjanya berada. Di sana Gawin melihat seorang wanita paruh baya terduduk lesu, wajahnya menyiratkan kelelahan, bahkan mungkin saat ini kondisi tubuhnya sendiri telah memburuk. Earth berjalan lebih dulu dan duduk berjongkok di samping Ibu itu. Sambil berbicara pelan kepadanya, Ibu itu hanya mengangguk pelan dengan setiap kata yang Earth ucapkan. Setelah selesai berbicara Earth membantu Ibu itu berdiri dan menghampiri Gawin yang sedari tadi berdiri di ambang pintu.
"Win, lo antar Ibu ini pulang ya. Gue udah nelpon anak sama suaminya tapi sekarang anaknya lagi ngejagain Ayahnya biar gak jalan-jalan sendiri." Jelas Earth.
"Jalan-jalan sendiri? Maksud lo?"
"Iya, tadi Ibu Khao datang ke kantor, ngelaporin kalo suaminya tiba-tiba gak ada di rumah. Tapi ternyata beliau keluar buat nyariin anaknya yang hilang dan gak bilang sama istrinya. Barusan anaknya Ja ngabarin kalau ayahnya sudah ditemukan."
"Terus?"
"Terus ya sekarang lo anterin gih Ibu Khao pulang, kasian kalau di sini sendirian. Udah malem juga, lo sekalian pulang aja dari pada gue liat lo gabut di sini"
Gawin tidak langsung menyanggupi, ia menatap Ibu Khao. sejenak ia bisa melihat betapa wajah yang cantik dan terawat itu kini terlihat tampak sayu, kelelahan berusaha menjaga dirinya demi segelintir kabar tentang putranya yang belum juga berhasil ditemukan, kini suaminya tanpa memberi kabar pergi, dan membuatnya menjadi tambah khawatir. Gawin merasa beban pekerjaan yang ia tanggung semakin besar setelah melihat keadaan keluarga korban. Kemudian ia menatap Earth dan menganggukkan kepalanya sebagai tanda setuju bahwa ia akan mengantarkan Ibu Khao dengan selamat sampai di rumahnya.
Setelah itu Earth mengantarkan Ibu Khao dan Gawin hingga sampai di mana mobil Gawin di parkir. Dengan perlahan Gawin membantu wanita paruh baya itu naik ke dalam mobil hingga pintu ditutup rapat dan Gawin kemudian membalikkan badannya ke arah Earth.
"Earth, gue boleh minta tolong sama lo?"
"Minta tolong apa?"
"Tolong awasin Joss sama Luke."
"Joss sama Luke? Kenapa emangnya?"
"Gak papa sih, cuman gue agak curiga mereka nyembunyiin sesuatu tentang penyelidikan ini dari gue."
"Hmmm, coba deh entar gue cari tahu." Earth menyetujui permintaan Gawin tanpa bertanya lebih dalam lagi.
Gawin kemudian tersenyum simpul dan menganggukkan kepalanya sebagai tanda kepada Earth bahwa ia akan segera melajukan kuda besinya untuk mengantar Ibu Khao pulang.
KAMU SEDANG MEMBACA
SUNNY X PODD AU : Running Out
FanficThis is an Alternate Universe story of Podd x Khao, which including Gawin, Luke, Earth, Joss, Gun, Bright, Thanat, Tawan... And other cast who will appear following the story. Disclaimer! BXB AU 18+++ Sexual assault, kidnapping, and other gore conte...
