Running Out Part#2: Section 12

79 8 0
                                        

LOTUSBAY CAFE

Gawin tiba lebih dulu di cafe itu, ia kemudian duduk pada kursi kosong dekat jendela. Tempat itu memiliki suasana yang teduh, cocok dengan Gawin yang tidak terlalu suka dengan tempat yang ramai. Saat ia datang hanya terdapat beberapa orang pengunjung yang duduk secara acak dan sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing. Gawin yang baru saja menerima menu kemudian mengecek jam tangannya yang menunjukan pukul sepuluh tepat. Gawin melihat ke arah luar mencari sosok tinggi seseorang yang belum saja terlihat.

"Phi dimana ya...?" gumam Gawin sedikit gelisah karena Podd tidak kunjung datang. Gawin duduk pada bangku yang mengarah ke pintu masuk, bersamaan dengan itu pelayan datang menghampirinya memberikan buku menu agar Gawin bisa memilih apa yang akan ia pesan. Perempuan yang membawa buku menu itu tersenyum manis kepada Gawin dan kemudian pergi meninggalkan Gawin memberinya waktu untuk memilih apa yang akan ia pesan. "Hmmm Phi Podd kira-kira mau sarapan apa ya?" tanya Gawin pada dirinya sendiri sambil membolak-balikan buku menu itu. Ia kemudian memfoto menu yang menurutnya menarik dan mengirimkan foto-foto itu pada Podd yang masih juga belum datang. Tak lama kemudian sebuah pesan masuk ke dalam ponsel pintar Gawin. "Ting!" Gawin segera mengecek pesan itu, hanya saja bukanlah Podd sang pengirim pesan.

Sejenak rasa kecewa menghampiri hati Gawin tapi setelah membaca pesan itu raut wajah Gawin berubah menjadi lebih waspada. Ia menoleh ke sekelilingnya mencari apakah ada orang yang mencurigakan di dekatnya atau tidak. Setelah dirasa aman Gawin segera menelpon si pengirim pesan.

"Gimana?"

"Gue gak ngerti apa yang sedang mereka selidiki tapi yang jelas sekarang mereka sedang membentuk tim khusus."

"Tim khusus?"

"Yup."

"Lanjut."

"Gue berusaha buat mencari tahu lebih dalam tapi mereka semua gak ada yang mau ngomong sama gue. Gue gak ngerti kenapa mereka bikin tim khusus, tapi berhubung dua orang di antaranya adalah Tim lo mending lo tanya deh langsung ke orangnya."

"Dua orang? Maksud lo Earth?"

"Joss sama Luke, buat sisa anggota lainnya gue masih mau mastiin lagi mereka dari tim mana aja. Soalnya tertutup banget bahkan kelihatannya Pak Kepala juga ikut andil."

"What the... mereka lagi ngerjain apa sih, sampai harus serahasia itu?"

"Gak ngerti juga."

"...."

"Oya, win gimana penyelidikan lo sendiri?"

"Hmmm, gue sudah mempersempit lokasi pencarian tapi ini sudah hampir seminggu dan belum ada tanda-tanda dari penculik minta tebusan atau apa lah, jadi kemungkinan lokasinya melebar bisa saja terjadi. Untuk sementara gue fokus ke korban dulu. Kenapa dia sampai di culik."

" you just got another clue?"

"I guess so..."

"Keep the update and don't forget to report with your team member."

"I got it, don't worry Earth."

Kemudian Earth memutus telponnya lebih dulu. Gawin masih menatap ponselnya sambil mengecek pesan yang masuk. Tapi tetap saja pesan yang ia terima bukanlah balasan dari Podd. Gawin melihat jam pada ponselnya, lima belas menit telah berlalu dan tanda-tanda kehadiran Podd belum muncul juga. Khawatir, adalah rasa yang menyusup dalam pikiran dan perasaan Gawin saat ini. Entah mengapa dia merasa tidak tenang menunggu hingga Podd datang. Apa karena tidak ada balasan darinya? Bisa jadi Podd memang sedang sibuk mengemudi. Tapi hal seperti ini jarang terjadi, benar jarang sekali Podd tidak membalas pesannya jika bukan karena sedang bekerja. Gawin mencoba menelepon Podd, tapi teleponnya bahkan tidak tersambung.

"what 's going on?" gumam Gawin sambil terpaku pada layar ponselnya.

Gawin menengadahkan kepalanya setiap kali pintu cafe terbuka, namun yang ia lihat tetaplah bukan Podd Suphakorn sang belahan jiwa. Gelisah, hatinya terus saja resah hingga akhirnya Gawin memutuskan untuk melambaikan tangannya ke arah pelayan untuk memesan secangkir kopi. Saat itu juga sosok tinggi kekar yang selama ini ia tunggu muncul dari arah suara lonceng pintu berbunyi. Sorot matanya yang tajam, menyisir seluruh ruangan itu hingga terpaku pada seseorang yang sedang melambaikan tangannya. Terdiam sejenak ia seolah sedang mengatur nafas, lalu kemudian tersenyum ke arah Gawin dan mengangkat salah satu tangannya - melambai ke arah Gawin. Gawin yang tadi melihat ke arah pelayan itu kini melambaikan tangannya dengan semangat ketika melihat kekasih hatinya telah datang.

Podd memasuki Lotusbay Cafe dengan jaket parasut berwarna biru dongker dengan kaos putih, celana pendek berwarna hitam serta running shoes yang memiliki warna yang sama dengan jaketnya. Berusaha memperbaiki ekspresinya, Podd memberikan sorot dengan binar mata yang sama dengan Gawin. Ia yang langsung saja duduk di hadapan Gawin kini tengah melihat Gawin memesan beberapa menu tanpa bertanya apa yang ingin Podd makan.

"Ada tambahan lagi?" tanya pelayan itu.

"Ah ti- "

"Air mineral satu" sela Podd yang sedang menyeka keringat di dahinya dengan lengan jaket nya.

"Bisa minta tisu juga?" tanya Gawin kemudian. Pelayan itu menjawab Gawin dengan suara lembut, mengangguk kecil dan kemudian pergi mengambilkan Gawin satu kotak tisu dan sebotol air mineral yang langsung disambar Podd.

"Pelan-pelan, lihat tuh tumpah semua..." Gawin mengingatkan Podd sambil menyeka air yang tercecer pada leher jenjang itu.

"Ouch.."

"Hmm? Kamu kenapa? Ada luka ya?" mendengar itu Podd langsung membenarkan posisi jaketnya dan mendorong tangan Gawin, memberinya tanda untuk berhenti.

"Aku gak papa, mungkin ada luka kecil aja."

"Mau aku cek?"

"Gak usah, paling juga cuman bekas garukan."

"Garukan?"

"Iya, udah gak usah bingung gitu. Gemessss tahu, aku lihat kamu kayak gini." Podd mencubit pipi Gawin dengan lembut kemudian mengusapnya. Tetapi Gawin yang merasa sedikit aneh dengan sentuhan Podd langsung menggenggam tangannya dan memeriksa keadaan tangan kekasihnya itu.

"What happened?" Gawin melihat tangan Podd penuh dengan luka. Beberapa luka itu nampak masih segar sedangkan yang lain hampir saja sembuh namun juga ada yang terbuka kembali. Gawin menatap Podd untuk mendapatkan jawaban tapi Podd hanya diam saja. Entah apa yang ada di benak Podd saat ini, tapi sungguh demi apapun dia tidak dapat menceritakan kepada Gawin apa yang sebenarnya terjadi. 

SUNNY X PODD AU : Running OutCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang