Running Out Part#3: 3 years ago - Section 3

88 5 0
                                        

-

"Ada apa?" tanya suara pemuda yang duduk di hadapan Tay dengan kemeja berwarna kuning pastel yang ia kenakan sejak kemarin. Wajahnya tampak sedikit lelah, tapi tetap tersenyum lembut ketika bertanya kepada Tay.

"Hmmm, nggak papa." ujar Tay sambil duduk kembali di kursinya. Saat ini mereka sedang berada di ruangan Tay. ruang kerja Tay yang berada di Sappo Tower berada satu lantai di bawah Podd. dengan jendela besar mengarah ke jalanan kota Metro yang padat di penuhi kendaraan berlalu-lalang.

"Sounds serious."

"Haha, kind of. So what do you need to talk about nat?"

"Wanna hear bad news or good news?"

"Hmmmm, good?"

"Apple condition is getting better, and... aku bakal lepas obat dia perlahan."

"Oh my God! Ini beneran???" Tay dengan rasa tidak percayanya kini menatap Dr. Lee Thanat dengan mata berbinar.

"God... he looks like a puppy" batin Thanat ketika melihat itu semua.

"Then, what's the bad news?"

"I can't monitor Apple directly. I have to transfer her to another doctor."

"Why?"

"I have to go to London and stay there for one or two years."

"Wow... that's, that's... so sudden..."

"I know right."

"When will you go?"

"Around one or two month. I have to get my job done first. Like transferring some of my patients, and other things."

"Bukannya ini seharusnya kabar baik ya?"

Hening, Thanat tidak segera merespon pertanyaan Tay hanya tersenyum tipis namun perasaan sedih merayapi ruangan itu. Tay yang melihat respon Thanat hanya bisa memberikan tatapan hangat agar Thanat tidak begitu bersedih.

"Jadi Apple juga akan diganti dokternya?" tanya Tay lagi.

"Hmmm, nanti aku akan atur jadwal Apple untuk bertemu dengan temanku Viktor."

"Viktor?"

"Yup, untuk Apple aku hanya percaya dengan dia."

"Why?"

"Viktor dan aku telah kenal cukup lama. Aku yakin dia bisa beradaptasi dengan Apple dalam waktu singkat."

"Hmmm, that's good then.."

"Ya.. kind of... I am lucky enough to have him as my good friend."

"Like me too.."

"Huh?"

"I'm lucky enough to have you as my good friend Dr. Thanat." ujar Tay dengan senyum lebar merekah di wajahnya. Namun bagi Thanat senyum itu bagaikan petir yang menyambar hatinya dan memberikan luka yang membuat senyum di wajah Thanat bergetar mencoba menahan perih yang tertoreh.

"Friend." ulang Thanat yang mengucapkannya sambil menahan suaranya yang sedikit bergetar, seolah menutupi rasa malu dan sakit yang tertoreh di hatinya. Berusaha menerima realita yang selalu lebih kejam dari apa yang diharapkan ketika melangkahkan kakinya ke tempat di mana lelaki dengan senyum bak mentari itu berada. Tapi sayang mentari itu bukan miliknya dan tak pernah menjadi miliknya, dan kini Thanat tahu itu.

-

Dengan langkah gontainya ia meninggalkan kantor Tay. Remuk, itu yang sedang Thanat rasakan saat ini. Helaan nafasnya sangatlah panjang, hingga membuatnya perlu memejamkan mata sejenak sembari berjalan menuju lift yang akan mengantarnya turun untuk keluar dari gedung bertingkat yang ia tak pernah berfikir untuk datang.

SUNNY X PODD AU : Running OutCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang