Sun memandangi kanvas putih yang ada di hadapannya, pandangan matanya yang kosong hampir sama dengan kanvas miliknya. Tatapan nanar pun sudah tidak dapat dilayangkan. Entah apa yang ia rasakan saat ini, ia tidak mengerti mengapa ia merasa seperti ini. Seolah ia merasa sedih dan ingin menangis sejadi-jadinya disisi lain ia ingin tersenyum, tertawa terbahak-bahak sepuasnya. Sun memejamkan matanya, ia mencoba memahami perasaan yang ia rasakan saat ini.
Sun mengambil kuasnya ia menorehkan warna kuning ke dalam kanvas putih, seolah ingin menjabarkan perasaannya yang sangat rumit saat ini.
"Humm~~hummm~~hummm~~~" Sun bersenanndung, riang? Apa yang sebenarnya ia pikirkan saat ini? Tidak ada yang dapat mengerti hingga seseorang masuk ke tempat dimana Sun berada.
"Ah Phi Sun?"
"Oh, Apple?"
"Aku kira siapa yang sedang bersenandung" ujar Apple sambil berjalan mendekati Sun, yang mana Sun segera mencari bangku lain agar Apple bisa duduk di dekatnya.
"Hmmm, yang jelas bukan hantu..."
"Haha, you almost like one..."
"Oh, really?"
"Cari Tay?"
"Sepertinya dia sibuk, akhir-akhir ini..."
"Dia akan semakin sibuk nantinya" Sun berkata dengan nada santai sambil menorehkan kembali kuasnya ke dalam kanvas.
"Phi Sun, Apple boleh bertanya?"
"Apple mau tanya apa?"
"Kenapa Phi Sun tidak pergi keluar?"
"Maksudnya?"
"Well, Phi Podd punya Phi Tay dan teman-teman mereka. But Phi Sun..."
"Keluar dan orang-orang tahu aku dan Podd bersaudara? Kembar? Hmmm, hal terakhir yang aku lakukan dalam hidupku mungkin saja itu."
"Mengapa?"
"That Fame, that crowd, that everything Podd gained now... I'm not really want it. Just as simple as that."
"Phi Sun suka dengan ketenangan?"
"Aku suka orang tidak tahu siapa diriku." Podd mengucapkannya sambil menatap Apple dan tersenyum. Senyumnya tampak sangat damai, seolah ia telah terbebas dari segala beban hidupnya yang membuatnya bersedih belakangan ini.
"What.."
"So Apple, don't spread rumors about me outside there.. Okay?"
"Hmmm, okay. I won't"
"Apa Apple ingin melukis?" tanya Sun mengganti topik pembicaraan mereka.
"Apa Phi Sun mau mengajari Apple?
"Why not?"
"Haha, Okay Phi."
-
"Sepertinya orang-orang sudah mulai lupa akan kasus itu."
"Tentu saja." Podd dengan suara datarnya kini menatap gelas wine miliknya sambil duduk di sofa panjang berbahan kulit berwarna coklat. Ia memainkan gelas berisi wine berwarna merah yang kini tinggal tersisa satu tegukan di dalamnya. Tay yang sedari tadi berdiri di dekat jendela hanya bisa menghela nafas melihat temannya yang semakin lama semakin tidak peduli dengan apa yang terjadi.
"Bagaimana keadaan Sun?"
"Lebih baik, bukankah dia selalu datang ke galeri setiap hari?"
"Tapi aku tidak sempat ke sana akhir-akhir ini."
"hmmm.. He is good, I heard he talks with Apple much more recently."
"Yeah I know..."
"Khawatir?"
"Well, you know Apple, gimana bisa gue gak khawatir sama dia?"
"Hmmm, setidaknya dia sama Sun bukan orang lain" ujar Podd sambil meneguk tetes terakhir wine miliknya.
Tay menatap Podd sejenak kemudian mengalihkan pandangannya pada kelam langit di luar sana. Entah mengapa Tay merasa tidak seharusnya Apple dekat dengan Sun. Rasa khawatir yang timbul ini pasti karena suatu alasan bukan?
KAMU SEDANG MEMBACA
SUNNY X PODD AU : Running Out
FanfictionThis is an Alternate Universe story of Podd x Khao, which including Gawin, Luke, Earth, Joss, Gun, Bright, Thanat, Tawan... And other cast who will appear following the story. Disclaimer! BXB AU 18+++ Sexual assault, kidnapping, and other gore conte...
