Running Out Part#2: Section 7

89 8 0
                                        

METRO STATE POLICE

Luke dan Joss saat ini berada di ruangan khusus tersendiri bersama ketiga rekan mereka. Dengan foto Podd di tengah untuk dijadikan tersangka utama. Mereka masih berusaha mencari benang merah antara Podd dengan kasus ini. Walaupun Podd memiliki postur yang sama dengan lelaki yang tertangkap di kamera pengawas tapi itu saja tidak dapat membuktikan bahwa Podd adalah pelakunya. Penat, itu yang dirasakan para detektif ini. Profil Podd yang sangatlah bersih, jauh dari kata kriminal. Seolah membunuh lalat pun ia tak pernah.

"Podd Suphakorn Sriphothong, putra dari pemilik Suphakorn Group. Salah satu perusahaan terbesar di negeri ini..." Luke membaca profil Podd dengan nada malas. "... lahir di Metro, besar di Metro. Memiliki latar belakang pendidikan yang sempurna... lulusan terbaik Metro Univ. Merupakan perwakilan untuk berbagai macam lomba. Aktif berorganisasi dan memiliki banyak teman. Tidak hanya itu sebagai anak tunggal ia memiliki banyak sekali... harta, tahta dan Gawin Caskey."

"Huss! Gawin cuman ada satu kok di bilang banyak." ujar Joss. lalu semuanya tertawa.

"Hmmm, bagaimana Gawin bisa pacaran sama orang kayak dia si? Ini kayak bumi dan langit tahu gak sih?" tanya salah seorang detektif bernama Kao yang saat ini sedang membaca profil Gawin.

"Haha, kalau kamu tahu ceritanya. That's so weird!" jawab Luke sambil mengernyitkan wajahnya.

"Mereka tuh gak cuman beda bagai langit dan bumi secara profil aja. Karakternya tu lho anjir kayak nggak mungkin banget bersama. Lo inget ga si Luke, waktu pertama kali mereka baru kenal?" Joss berusaha memancing ingatan Luke saat pertama kali Gawin bertemu dengan Podd.

"Hahahahahaha, inget banget. Anjir mereka kenal kalau gak salah waktu Gawin beli kopi kan?"

"Iya, waktu itu di tuan besar lagi gabut. Terus milih ngurusin cafe kecil yang dia punya, dekat kantor sini juga. Terus kalian tahu kan Gawin tuh gak tahu apa-apa soal kopi atau hal-hal yang butuh personal interest tinggi gitu kan." jelas Joss

"Nah si Gawin ini komplain kalo kopinya tuh gak enak... ya berantem dong akhirnya mereka. Sumpah ngakak banget, bikin malu pula itu Gawin. Kalau kalian lihat langsung pasti ogah banget datang kesana. Terus dari situ mereka jadi deket." Luke menyelesaikan cerita Joss yang memang kayak gak penting banget gimana bisa cuman perkara komplain rasa kopi jadi akhirnya bucin banget kayak sekarang.

Para rekan detektif yang mendengar cerita itu hanya dapat tertawa canggung. Mereka bingung antara menganggap cerita itu terlalu lucu atau bahkan terlalu aneh hingga bisa membuat mereka ternganga tak dapat berkomentar sedikit pun. Kemudian salah satu dari mereka yang sedari tadi tetap fokus membaca berkas yang ada, menarik perhatian mereka..

"Hm guys?! Wait, keliatannya aku nemu sesuatu deh." ujar anggota termuda mereka yang bernama Gun.

"What?" tanya yang lain bersamaan.

Kemudian Gun maju ke arah papan tulis yang tertempel foto Podd pada bagian tengahnya. Gun menuliskan sesuatu di sana. Sedang para detektif lainnya menunggu untuk bisa membaca apa yang Gun tulis. Setelah menulis dan memberi garis merah untuk menunjukkan keterkaitan Gun duduk kembali di kursinya.

"SunflowerArt?"

"Ada apa di sana?" tanya Kao lagi.

"Podd sering berkunjung ke sana karena itu tempat workshop milik temannya, dan lihat..." Gun menunjukkan selembar kertas lukisan yang di bawahnya tertera nama Khao di sana. "...Khao sepertinya salah seorang murid disana."

"Apa maksud lo? nggak ada bukti bahwa Khao kesana, dan lagi bisa saja memang dia suka melukis." ujar Bright yang sedari tadi menyimak penjelasan Gun.

"Nope! Aku telah menanyai beberapa teman Khao dan juga keluarga Khao. mereka bilang Khao sering mengunjungi SunflowerArt karena menjadi asisten di sana dan lagi pula aku dapat lukisan ini dari sana juga"

"Kapan lo dapat informasi ini Gun?"

"Kemarin?"

"KEMARIN !?"

"Udah tenang nggak usah lebay... aku harus memastikan sesuatu sebelum memberitahu kalian tentang ini. Ada beberapa hal yang harus aku periksa ulang. Aku tidak ingin menarik kesimpulan begitu saja. Karena..."

"Karena apa?" sela Kao tidak sabar.

"Karena sepertinya kasus seperti ini juga pernah terjadi beberapa tahun lalu?"

"Maksudnya?"

"Apa kalian ingat kasus pembunuhan tiap tahun berturut-turut dalam 3 tahun terakhir?"

"Hmmm, the cold case?" Joss celetuk begitu saja. Dia teringat Gawin pernah mengatakan hal yang sama tentang hal ini.

"Yup, sepertinya mereka juga pernah jadi asisten di SunflowerArt."

"Hey, kalau ada petunjuk sepenting ini harusnya kita semua tahu dan sudah menangkap pelakunya sekarang." bantah Luke.

"But, gimana bisa kita gak nemuin fakta kalau mereka dulu kerja sambilan di sana?" tanya Gun lagi

"Terus kamu tahu juga dari mana?" Joss bertanya dengan nada tidak percaya dengan apa yang Gun katakan.

"Aku kemarin pergi kesana dan nemu ini." Gun menunjukkan beberapa foto yang ada pada laptopnya. Disana terdapat foto bersama para korban sebelumnya. Luke, Joss, Kao dan Bright hanya dapat terdiam melihat itu. Bagaimana mungkin mereka melewatkan hal sepenting ini. Apa yang membuat mereka lengah sehingga tidak menyelidiki kasus itu dengan benar?

"Sekarang kalian percaya kepadaku?"

Hening yang menyergap ruangan itu telah memberi jawaban kepada Gun. Detektif muda itu hanya mengangguk melihat temannya terdiam tanpa bisa memberi argumen bantahan lagi terhadap bukti yang ia temukan.

"Lalu apa yang akan kita lakukan sekarang?" tanya Bright memecah keheningan yang mencekat mereka.

"Kita tidak boleh bertindak gegabah. Jika Gawin tahu bisa berbahaya juga buat kasus ini dan buat Gawin sendiri. Sekarang sebaiknya kita awasi Podd dengan ketat. Jika ada hal yang mencurigakan segera melapor satu sama lain, dan ingat! Jangan ada yang bertindak sendirian secara gegabah.mengerti?" Joss memberikan instruksi kepada mereka yang dijawab dengan serempak dan kemudian mengakhiri pertemuan itu dengan tugas yang telah dibagi.

SUNNY X PODD AU : Running OutCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang