21

1.7K 148 26
                                        

.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.

"Dimana ruangan tempat perawatan Kim Chaewon?" Yujin berdiri di depan resepsionis.

Resepsionis itu mendongak dan ternganga.

Terpesona melihat penampilan dan ketampanan Yujin.

"Ruangan perawatan Kim Chaewon?" Yujin mengulang jengkel karena resepsionis itu hanya menatapnya seperti orang bodoh.

"Oh....Untuk Chaewon...Anda...Anda mungkin harus menemui Suster Eunbi dulu, beliau suster kepala penanggung jawabnya."

"Dimana?" gumam Yujin tak sabar.

"Lantai tiga, ruangan perawat nomor dua."

Tanpa basa-basi Yujin meninggalkan resepsionis yang masih ternganga itu. Pintu itu tertutup rapat dan Yujin mengetuknya.

"Masuk" sebuah suara yang tegas terdengar dari dalam.

Yujin masuk dan langsung berhadapan dengan suster Eunbi.

Suster Eunbi langsung menyadari siapa yang berdiri di hadapannya. Dia tidak mungkin salah mengenali.

Penggambaran Minju sangat akurat. Lelaki ini memang benar-benar luar biasa tampan dengan keangkuhan yang sudah seperti satu paket dengan auranya.

"Apakah anda akhirnya berhasil menemukan kebenaran?" gumam suster Eunbi langsung tanpa basa-basi.

Yujin mengernyit mendengar sapaan pertama suster Eunbi yang sama sekali tidak diduganya.

Tapi dia lalu teringat telepon di tengah malam yang tanpa sengaja dia angkat. Penelepon itu mengatakan dirinya adalah suster Eunbi...

"Ya," Yujin mengakuinya pelan.

"Anda sudah tahu semuanya?"

"Semuanya, dan pertama, sebelum anda menghina Minju lagi. Saya akan jelaskan kepada anda, semalam Minju datang kepada saya, dengan kondisi mengenaskan. Mental dan fisik yang rapuh, dan dia bilang ingin melepaskan diri dari anda, menurut saya itu wajar mengingat perlakuan anda padanya,"

Suster Eunbi menatap Yujin dengan pandangan mencela yang terang-terangan hingga wajah Yujin merona.

"Uang yang dia pakai untuk melunasi anda, itu adalah uang pinjaman dari saya dan beberapa staff rumah sakit lain, bukan uang hasil menjual dirinya kepada lelaki lain seperti apa yang anda tuduhkan kepadanya tadi pagi."

Sebuah kebenaran lagi. Lebih keras daripada tamparan di pipi, lidah Yujin terasa kelu.

"Saya ingin bertemu Minju" gumam Yujin akhirnya.

Suster Eunbi mengangkat alisnya.

"Untuk apa? Ketika hubungan hutang piutang itu lunas. Tidak ada lagi perlunya kalian bertemu, lagi pula saya tidak yakin Minju bersedia menemui anda."

"Tidak ada hubungannya dengan uang!! Saya tidak peduli dengan uang!!!"

Yujin hampir berteriak, lalu berdehem berusaha meredekan emosinya.

"Saya harus bertemu dengan Minju, meminta maaf, saya tahu selama ini saya salah...."

"Anda bisa menyampaikan permintaan maaf anda melalui saya" sela Suster Eunbi tegas.

Yujin mengernyit, "Saya mohon.....Saya harus bertemu dengan Minju, saya butuh bertemu dengan Minju."

Suster Eunbi mengamati lelaki yang berdiri di hadapannya. Lelaki ini terlalu tampan, terlalu kaya sehingga wajar dia tampak begitu arogan.

Romantic Story About JinjooCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang