.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Mereka berpelukan lama, menikmati saat-saat yang penuh dengan keheningan itu, sampai kemudian Yujin menjauhkan pelukannya dan menatap penuh tekad.
“Kita harus berbicara dengan Chaewon.”
“Jangan!!!” Minju langsung berteriak mencegah dan ketakutan.
“Jangan Yujin!!”
Mata Yujin berkilat-kilat.
“Kau harus menentukan perasaanmu Minju, aku atau Chaewon. Salah satu dari kami harus mendapat kepastian tentang perasaanmu.” gumamnya tegas.
Minju menangis lagi, tangannya bergerak lembut, mengelus pipis Yujin, lelaki itu langsung memejamkan matanya.
“Yujin... Mungkin aku juga menyayangimu, mungkin aku juga mencintaimu. Tapi Chaewon lebih membutuhkan aku, tanpa aku dia tidak punya siapa-siapa lagi. Sedangkan kau, kau lelaki yang hebat, kau bisa mencari banyak penggantiku, kau pasti masih bisa hidup tanpa aku.” gumam Minju lembut.
Ketika Yujin membuka matanya, kesakitan dan kepedihan yang terpancar di dalamnya begitu mengiris hati Minju.
“Jadi aku dikalahkan karena aku hebat?”
Suara Yujin terdengar begitu pedih.
“Apakah aku harus luka parah seperti Chaewon dulu biar kau memilihku?”
“Yujin!!!” Minju berseru spontan, terkejut.
“Jangan pernah.... jangan pernah berpikir seperti itu, kau... kau pasti bisa memahami keputusanku.”
Yujin melihat air mata Minju yang mengalir dan mengusapnya lembut, Kemudian Yujin merangkum pipi Minju dengan kedua tangannya, menghadapkan wajah mungil pucat pasi itu agar mau menatap matanya.
Mereka bertatapan. Yang satu penuh air mata, yang lain penuh tekad, saling memandang dalam keheningan, Lalu sebuah senyum kecil muncul di bibir Yujin.
“Dasar perempuan kecilku yang bodoh, kau tidak perlu mengatakan apa-apa lagi. Cukup dengan kau bahagia. Itu saja, kau mengerti? Sekarang hapus air matamu itu dan tersenyumlah!”
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Sejak saat itu Yujin seolah-olah menghilang dari kehidupan Minju, Minju merenung dalam mobil rumah sakit yang membawa mereka pulang ke apartemen.
Hari ini Chaewon sudah boleh pulang dari rumah sakit, bersama Sakura dan suster Eunbi mereka pulang ke apartemen.
Suster Eunbi memutuskan untuk tinggal sementara membantu Minju, dan Sakura sudah berjanji akan berkunjung setiap hari untuk mengecek kondisi Chaewon dan melakukan terapi rutin.
Kata Dokter Sakura, Yujin memutuskan mengambil tugas perjalanan ke eropa dan mungkin akan kembali dalam waktu yang lama.
Dada Minju terasa nyeri, ketika sekali lagi mengakui kenyataan itu kepada dirinya sendiri.
Oh ya, dia merindukan Yujin, sangat merindukannya.
Ternyata cinta memang bisa tumbuh tanpa direncanakan.
Minju mencintai Yujin.
Dia tidak tahu kapan perasaan ini bertumbuh. Dia hanya tahu dia mencintai Yujin, itu saja.
“Aku tidak menyangka bosmu yang kelihatannya sombong itu bisa begitu baik, meminjamkan apartemennya”, Chaewon memecah keheningan.
Menatap Minju dengan sedikit menyelidik, dia bertanya-tanya karena akhir-akhir ini Minju begitu murung.
“Aku yang membujuknya”, Sakura yang duduk di kursi depan cepat-cepat menjawab, tahu bahwa Minju pasti kebingungan dengan pertanyaan Chaewon itu.
“Yujin adalah sahabat suamiku, aku bilang merawatmu penting bagiku, karena kamu adalah salah seorang yang selamat dari kecelakaan yang menewaskan suamiku. Jadi Yujin mau meminjamkan apartemen itu, toh apartemen itu tidak terpakai.”
Diam-diam Minju dan suster Eunbi menarik napas lega mendengar kelihaian dokter Sakura menjawab.
Mereka sampai di apartemen, dan Minju mendorong kursi roda Chaewon memasuki ruangan itu.
Begitu mereka masuk tanpa sadar Minju mengernyit, semua kenangan itu seolah menghantamnya.
Di sini, di apartemen ini dia menghabiskan waktu berdua dengan Yujin, makan malam bersama, bercakap-cakap bersama….
“Apartemen yang sangat bagus, kita beruntung Minju, bos mu sangat baik.”
Chaewon mendongakkan kepalanya ke belakang menatap Minju sambil tersenyum.
Mau tak mau Minju memaksakan senyuman di bibirnya.
Kuatkah ia berada di sini?
Apalagi di kamar itu...
Minju melirik kamarnya, tempat Yujin juga menghabiskan sebagian besar waktunya di sana.
Tidak! dia tidak mau masuk lagi ke kamar itu!
Dengan cepat dan efisien mereka menyiapkan segalanya sehingga Chaewon selesai di terapi dan beristirahat di kamarnya.
Suster Eunbi menjaganya sebentar, lalu berpamitan untuk kembali ke rumah sakit, berjanji akan pulang dan menginap di sini nanti malam.
Setelah memastikan Chaewon tertidur pulas, Sakura menyeduh teh dan mengajak Minju duduk di ruang depan.
“Dia sudah kembali dari eropa.” Sakura membuka percakapan, menatap Minju dari atas cangkir kopi yang diteguknya.
Seketika itu juga hati Minju melonjak, tahu siapa yang di isyaratkan sebagai ‘dia’ itu.
“Apakah dia baik-baik saja?” Tanya Minju pelan.
Sakira tersenyum miring mendengar kelembutan dalam suara Minju.
“Kau itu baik hati ya, sudah menerima arogansinya yang tidak tanggung-tanggung, tetapi masih saja mencemaskannya,” dengan pelan Sakura
meletakkan cangkirnya.
“Yah, dia baik-baik saja, sedikit kurus, terlalu memaksakan diri dan jadi pemarah seperti beruang terluka, tak ada yang berani menyinggungnya dan mendekatinya dalam radius 100 meter kalau dia sedang mengeluarkan aura pemarahnya, bahkan direktur keuangan memilih berhubungan dengannya via telepon,” Sakura terkekeh. Lalu wajahnya berubah serius melihat kesedihan Minju.
“Yah.... dengan melupakan fakta kalau akhir- akhir ini dia lebih seperti mayat hidup daripada manusia, sepertinya dia baik-baik saja.”
Minju memalingkan wajahnya dengan pedih.
“Dia menderita Minju...” desah Sakura kemudian.
“Aku tidak pernah melihatnya seperti ini sebelumnya.”
“Sudah...”
Minju tidak tahan lagi mendengarnya, penderitaan Yujin serasa mengiris-iris hatinya.
“Sudah aku tidak mau mendengar lagi.”
Sakura menarik napas.
“Tapi tadi dia memintaku menyampaikan pesan kepadamu.”
Kata-kata Sakura yang menggantung membuat Minju menoleh, tertarik.
“Pesan?”
Sakura menggangguk.
“Ya, sebuah pesan... malam ini jam delapan, ditunggu di restourannya,“
Lalu Sakura menyebutkan nama sebuah hotel, Dan Minju mengernyit.
Hotel tempat pertama kali dia bersama Yujin.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Tbc
Maaf, saya lupa apdet😭😭
KAMU SEDANG MEMBACA
Romantic Story About Jinjoo
FanfictionFF INI REMAKE DARI NOVEL SANTHY AGATHA! Yang udah baca ya gapapa asal jangan report😉 Yang mau baca ya baca aja :v Saya greget soalnya versi kapal lain udah banyak :v tapi jinjoo belum ada :v 🔞🔞🔞
