Bagaimana Ini?

2.3K 194 100
                                        

Seokjin baru saja menutup pintu saat pinggangnya direngkuh seseorang. Hampir saja ia berbalik dan memukul orang tersebut seandainya orang itu tidak berkata, "Hey, Baby."

"Kau suka sekali membuatku kaget. Untung aku tidak meninjumu."

Namjoon tertawa.

"Tinju saja aku, tidak apa-apa. Asal dengan cintamu hahaha!"

Seokjin menatap Namjoon datar. "Mau kubawa ke ahli kejiwaan? Mumpung kita masih di rumah sakit."

Namjoon kembali tertawa dan kali ini lebih keras. "Jinseokku lucu sekali," ujar Namjoon sambil mengalungkan tangan di pundak Seokjin. "Taehyung mengundang kita ke rumahnya. Yoongi Hyung memasak makan malam untuk satu kompi tentara."

"Lagi?" Seokjin mendengus geli. "Kasihan Taehyung."

"Tidak perlu. Itu resikonya saat memilih menjadi bucin Yoongi Hyung sejati."

"Kalau aku hamil, kau akan begitu tidak? Seperti Taehyung maksudku."

Alis Namjoon terangkat.

"Jinseok, kau hamil?"

Klontang! 

Seokjin dan Namjoon menoleh ke sumber suara. Ternyata Dr.Hani, atasan Seokjin, menjatuhkan gelas kaleng yang ia pegang.

"Dr.Kim, kau hamil anak Dr.Kim yang ini?" Wanita tersebut menutup mulutnya tak percaya. "Daebak! Ini berita besar!"

"Dr.Hani, aku-"

"Waaahhh...cerita kalian pasti sangat romantis dan akhirnya kalian akan menjadi orang tua! Senangnya!"

"Tidak beg-"

"Baiklah, Dr.Kim. Kalau begitu, aku tidak akan mengirimmu ke desa. Terlalu beresiko karena sekarang masih di trimester pertama. Betul kan, Dr.Kim Namjoon?"

Namjoon mengangguk setuju. "Terima kasih banyak atas pengertian Anda, Dok."

"Emmmmm...orang tuamu pasti senang sekali. Sesudah Dr.Min hamil, sekarang mereka akan mendapat cucu kedua. Wah, aku harus memberi tahu ibuku. Ibu kita kan sahabat."

"Mati aku!" gumam Seokjin.

---

"Namjoon, aku tidak hamil," ucap Seokjin untuk kesekian kalinya malam itu.

"Kau sudah periksa?"

"Belum, tapi aku tahu."

"Kalau begitu, kemungkinan hamil juga ada, Sayang. Sesudah ini, kita mampir membeli alat tes kehamilan ya."

"Siapa yang hamil, Joon?"

"Aboeji? Aku kira sudah di dalam." Namjoon terdengar santai sementara Seokjin mulai menggigiti bibirnya.

"Jin, apa kabarmu?"

"Ah...baik, Aboenim. Bagaimana dengan Anda?"

"Aku sangat sehat dan bersemangat karena akan punya cucu." Ayah Namjoon tersenyum pada Seokjin, namun segera hilang saat memandang putranya. "Jadi, katakan padaku siapa yang hamil selain Yoongi? Apa kau menghamili Seokjin?"

"Mungkin saja, Aboeji. Kami baru akan memeriksa nanti setelah makan malam."

"Oh bagus kalau begitu. Kalau segera tahu kan lebih baik."

"Betul, Aboeji. Kalau Jinseok hamil, wah...artinya torpedoku tidak karatan seperti punya Aboeji hahaha!"

"Anak kurang ajar! Belum tahu kamu!"

Seokjin ingin sekali dikubur hidup-hidup rasanya sebab pasangan ayah dan anak di hadapannya ini membicarakan kehamilannya, yang masih diragukan, dan torpedo masing-masing seolah-olah sedang membicarakan cuaca.

Namjoon's ProposalTempat di mana cerita hidup. Terokai sekarang