Kehamilan Seokjin dan Yoongi yang hampir berbarengan disambut dengan sukacita oleh orang tua Namjoon dan Taehyung. Mereka bukan main senangnya akan mendapat dua cucu sekaligus pada waktu bersamaan.
"Joon, kau tidak ingin menikahi Jin?" tanya ayah Namjoon saat putranya menyambangi rumahnya.
"Aku ingin, Aboeji. Aku bahkan pernah melamarnya tapi dia memiliki trauma dengan pernikahan orang tuanya." Namjoon kemudian menceritakan masa lalu Seokjin yang membuat orang tua Namjoon merasa kasihan pada Seokjin.
"Eomma bisa mengerti ketakutannya. Malang sekali nasibnya."
"Benar, Eomma. Tapi, aku mau menunjukkan bahwa tidak semua pernikahan seperti itu. Misalnya pernikahan Eomma dan Aboeji. Tapi, aku mengerti tidak mudah baginya untuk menerima begitu saja."
Ayah Namjoon menepuk-nepuk pundaknya. "Sabar ya. Pelan-pelan dan perlu waktu untuk itu. Jangan menyerah kalau kau memang serius dengannya. Karena tidak hanya menyangkut masa depan kalian berdua tapi juga anak kalian."
"Mengerti, Aboeji. Terima kasih."
---
"Baby, mau makan di mana?" tanya Namjoon pada saat dirinya dan Seokjin tengah berada di pusat perbelanjaan.
"Hmm, apa ya?" Seokjin melihat ke deretan rumah makan di sekelilingnya. "Sushi?"
"Boleh. Ayo!"
Saat mereka tengah menikmati sushi, pandangan Seokjin berhenti pada seorang wanita yang memangku bocah laki-laki dan menyuapinya. Sekitar lima menit kemudian, seorang pria duduk di hadapannya dan mengambil alih bocah di pangkuan wanita itu.
"Lihat apa, Sayang?"
"Tiga orang di sana. Sepertinya keluarga."
Namjoon memperhatikan keluarga itu juga. Ia tersenyum. "Tampaknya menyenangkan ya?" ceplos Namjoon tak sadar akan perubahan wajah Seokjin yang terdiam sambil memperhatikan Namjoon.
"Kenapa tidak makan lagi, Jinseok? Sudah kenyang?"
Seokjin menggeleng. "Tidak apa-apa."
---
Namjoon mengamati Seokjin yang menjadi pendiam sejak makan siang. Ia ingin bertanya namun ia harus menemui pasien sebentar lagi. Maka, Namjoon hanya mengecup kening Seokjin serta mengusap perutnya.
"Sampai nanti, Sayang. Istirahatlah kalau lelah, oke? Jangan terlalu memaksakan diri."
Seokjin tersenyum namun bukan senyuman yang biasa ia tunjukkan pada Namjoon.
---
Di dalam ruangannya, Seokjin menyandarkan tubuhnya di kusen jendela dan menatap ke arah laut yang terlihat sangat biru. Namun, pikirannya tersita dengan wajah Namjoon yang tersenyum saat melihat keluarga kecil tadi.
"Namjoon-ah, aku takut...."
"Takut apa, Sayang?"
"Huaa! Namjoon!"
"Maaf maaf, Jinseok." Namjoon mendekat dan memeluk kesayangannya yang tengah memegang dadanya karena kaget. "Aku mengetuk tapi tidak ada jawaban. Kukira kau tidur."
"Maaf, aku tidak mendengarmu."
Namjoon mengusap pipi Seokjin lalu menuntunnya ke arah sofa.
"Katakan padaku apa yang kau takutkan, Jinseok?"
"Namjoon...kau ingin menikah, kan?"
Namjoon mengangguk.
"Bagaimana kalau aku tidak mau?"
ANDA SEDANG MEMBACA
Namjoon's Proposal
RomanceKim Namjoon, seorang dokter bedah muda yang disegani oleh para dokter serta perawat lain di RSU Kota Jeju. Tak pernah tersenyum sejak mantan tunangannya meninggalkan dirinya begitu saja demi lelaki lain. Ia menganggap cinta serta perasaan orang lain...
