extra part : kesempatan ke dua

7.1K 433 208
                                        

"Dad daddy jari danish bergerak dad!" ucap Alisya yang sedari tadi menguncang guncangkan badan Danish yang sudah kaku.

Sontak semua dokter,Samuel dan perawat berlarian ke arah Danish,Samuel memeriksa danish dengan teliti.

"Maaf kalian di tunggu di luar kami akan memeriksanya dahulu" ucap salah satu perawat.

"SAYA ORANG TUANYA SAYA BERHAK MELIHAT ANAK SAYA!"

"Dad tenang dad sudah kita menunggu di luar saja biar Samuel dan yang lain memeriksa Danish dad" ucap Bara menenangkan.

"Tapi daddy mau melihat Danish"

"Dad percaya sama Samuel dan yang lain,ayo kita berdoa saja sambil kita menunggu di luar"

"Baiklah"

Satu jam berlalu Samuel keluar dari ruangan icu menampakan wajah yang lusuh.

Alysha yang melihatnya langsung menyerbu dengan serentetan pertanyaan.

"El bagaimana keadaan Danish?"

"El Danish masih hidupkan?"

"Tenang mom Danish bisa di selamatkan Danish kuat dia kembali mom"

"Sukurlah daddy mau melihatnya"

"Belum bisa dad nanti setelah aku pindahkan Danish ke kamar rawatnya baru bisa di lihat"

"Tapi kabar buruknya.." belum selesai Samuel berbicara b
Bara sudah memotongnya

"Apa kabar buruknya El cepat katakan"

"Tenang kak,kabar buruknya Danish mengalami koma yang entah kapan dia sadar kembali"

Luruh seluruh tubuh Alisya dan tak sadarkan diri mendengar itu,kenapa Danish bisa setega itu kenapa?.

"Mommy..dad bawa mommy ke kamar rawat biar aku periksa mungkin mommy banyak pikiran jadi mommy pingsan"

Tak banyak bicara lagi Abraham menggendong Alisya ke kamar rawatnya,Samuel dan Bara mengikuti dari belakang.

Samuel langsung memeriksa Alisya "dad jangan biarkan mommy terlalu terguncang pikirannya momny lemah seperti Danish dad,aku takut terjadi sesuatu yang buruk nantinya dad"

"Baiklah daddy usahakan"

"Daddy harus tegar demi mommy" ucap Bara.

Daddy hanya mengangguk di saat seperti ini di satu sisi dia harus tegar di sisi lain putra kesayangannya terbaring lemah tak berdaya.

Andai waktu bisa berputar lebih baik dirinya yang merasakan itu semua jangan putra kesayangannya putra kecilnya.

"Dad aku mau membawa Danish ke kamar rawatnya dahulu kak Bara sama daddy di sini saja menjaga mommy takutnya mommy sadar dan tidak ada siapa siapa"

"Baiklah titip Danish berikan yang terbaik buat dia jangan biarkan dia sakit"

"Percayalah padaku dad aku juga ingin yang terbaik untuk Danish"

Setelah Danish di pindahkan ke kamar rawatnya Alisya,Bara dan Abraham pun datang untuk melihat Danish.

Daddy hanya bisa menangis diam melihat Danish yang lemah dengan dada di tempel alat-alat,belum selang di mulutnya dan jangan lupakan infusan.

Bila Danish sadar mungkin Danish akan marah dan akan memarahi semua tapi apa sekarang Danish tak berdaya.

"Mommy sebaiknya mommy pulang kita gantian nungguin Danishnya mommy butuh istirahat" ucap Samuel

"Engga mommy mau di sini mommy mau deket deket sama Danish"

"Mommy percaya sama daddy mommy pulang sama Bara ya,jaga kesehatan mommy kasian kalau Danish tau mommy sakit Danish bisa marah"

"Baiklah" dengan lesu mommy pun pulang dari rumah sakit bersama Bara hanya tinggal Danish dan daddynya.

"Putra ku bangun nak" daddy memegang tangan Danish sambil menitikan air mata terlalu sakit melihat Danish tak berdaya seperti ini.

"Bangun nak daddy janji daddy akan mengabulkan semua keinginan kamu nak"

"Bangun nak"

Hari demi hari bulan demi bulan sudah hampir satu tahun Danish tak kunjung bangun masih setia dengan dunia alam bawah sadarnya.

Wajah dan kulit sudah pucat alat-alat pembantu masih setia menempel di seluruh tubuhnya.

Sudah beberapa dokter yang di panggil untuk memeriksa danish agar cepat sadar tapi hasilnya nihil semua hanya bisa berkata sabar.

Tuhan mungkin sedang menghukum keluarga Danish dengan ini,mungkin Tuhan ingin mereka tau betapa terkekangnya Danish betapa sakitnya Danish yang selalu di kekang dengan dalih untuk kebaikannya.

"Kamu belum mau bangun nak mommy kangen sama kamu"

"Mommy akan jaga kamu mommy akan perjuangkan kamu bangun yuk nak mommy kangen hiks hiks"

"Maafkan mommy nak mommy tidak bisa menjaga mu maafkan"

"Bangun mommy mau kamu bangun ayo bangun hiks hiks"

"Mom sudahlah kasian Danishnya mom"ucap Bara pelan.

"Mommy mau Danish bangun Bara"

"Sabar ya mom kita berdoa saja semoga Danish cepat bangun" ucap daddy menenangkan.

Tiba-tiba tangan Danish bergerak Alsiya yang selalu mendekap tangan Danish pun kaget.

"El jari Danish bergerak El"

Sontak semua kaget Samuel langsung memeriksa Danish tak lama Danish pun membuka matanya sedik demi sedikit meyesuaikan cahaya sekitar.

Abraham yang gembira pun langsung sujud sukur melihat Danish sudah sadar penantiannya selama ini tak sia-sia.

"Danish apa yang kamu rasakan" ucap El tapi danish tak menjawab dia hanya menggeleng kerena masih lemah.

tmTak lama Danish pun kembali tertidur semua kaget kecuali Samuel "kenapa Danish tertidur kembali El"

"Tenang dad Danish sudah melewati masa komanya mun sekarang Danish lagi tidur"

"Emm sebaiknya kalian tunggu di luar aku dan dokter-dokter yang lain akan membuka semua alat-alat yang menempel di tubuh Danish"

"Tapi El..."

"Percayalah Danish akan baik baik saja dad"

Bara pun membawa mereka keluar memberikan ruang untuk Samuel dan dokter lain untuk memeriksa Danish.

Setelah selesai merekapun kembali ke kamar Danish "nak bangun" ucap Abraham.

Kelopak mata Danish masih menutup tapi sedikit demi sedikit membuka Danish sudah tak memakai banyak alat.

Tak lama mata indah itupun terbuka "Danish kamu sudah bangun nak?"

"Apa yang kamu rasakan?"

"Mana yang sakit bilang daddy"

Semua berkumpul di dekat d
Danish,Danish tak menjawab ia hanya melirik kesana kemari melihat wajah.

"Danish bilang sama daddy kamu kenapa?"

"Dad Danish masih bingung jangan biarkan Danish tertekan" ucap Samuel marah melihat daddynya dari tadi terus memberondong pertanyaan kepada Danish.

Tak lama Danish pun berusaha untuk berbicara walaupun sulit.

"Kamu siapa?"

"Kalian siapa?

"Aku dimana?"

"Deg!" semua mersakan sakit yang luar biasa dengan pertanyaan Danish.

aq up extra part neh,udah yah kalian jangan nangis aq udah bangunin danishnya aq mau tanya keman aja kalian waktu danish selalu di kekang pas danish mati kalian datang 😌 ayo vote sama comen maksh.

DANISH Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang