•
•
~•~
"Woo aku dengar yunho hyung sebentar lagi akan lulus"
"Dengar darimana ?"
"Eomma" wooyoung menaikan sebelah alisnya menatap makhluk dihadapannya yang kerap di sapa Yeosang.
"Eomma kita baru saja bertemu kemarin di supermarket, mungkin mereka berbincang sebentar dan memberitahukan tentang hyungmu" setelah rasa penasarannya terjawab, wooyoung kembali menatap ramyun pada mangkuknya. Memasukan berhelai helai ramyun kedalam mulutnya, menyecap lezatnya menu makan siangnya saat ini.
Setelah menggembungkan kedua pipinya akibat adanya gaya mengunyah dalam mulutnya, wooyoung kembali membuka mulutnya untuk berbicara "Ya, 2 bulan lagi"
"Yunho hyung itu pintar"
"Kau mengejekku ?!" Tanyanya ketus.
"Memangnya ekspresiku menunjukan aku mengejekmu ?" Dengan ekspresi santai menanggapi ketusan wooyoung.
"Cih ! Bilang saja aku bodoh" ujarnya lirih.
"Tentu, kau memang bodoh. Kau adalah orang terbodoh yang pernah kutemui. Sangat keras kepala" wooyoung menghentikan aktifitas makannya berganti dengan menatap lekat kedua manik yeosang.
"Setidaknya... Aku bersyukur kau dapat bertahan sejauh ini. Dan kau pun memutuskan untuk kuliah... yah, walaupun aku dan jongho susah payah membujukmu" perlahan tatapan wooyoung melunak, pikirannya serasa melayang hampa menembus ruang kosong.
'Bersyukur ?'
'Mungkin aku melupakan 1 hal itu'
"Jongho baru saja mengirimku pesan untuk segera berkumpul di bangsal teknik, aku pergi dulu" tersadar akan pikirannya yang baru saja menggembara, wooyoung menganggukan kepalanya atas pamitan yeosang.
Yah. Kini ia sendiri lagi. Tak terdapat siapapun yang menempati kursi disepanjang bangkunya. Kembali menatap kosong mangkuk dihadapannya. Beberapa detik kemudian wooyoung terpaksa terbangun dari tatapan kosongnya akibat getaran meja yang disebabkan oleh benturan. Seorang wanita dengan nampan yang penuh berisikan mangkuk makanan dan gelas minuman yang tidak sengaja bertabrakan dengan pria asing. Akibat tabrakan dan tidak seimbangnya tubuh rampingnya, arah tubuh wanita tersebut condong kesamping dan membentur meja milik wooyoung.
Spontan arah pandang wooyoung tertuju pada sang empu yang bersusah payah menyeimbangkan tubuhnya agar segala isi pada nampannya tidak menimbulkan masalah. Dengan refleks wooyoung menahan nampan dan berusaha menyeimbangkan tubuh mungil tersebut.
3 detik kemudian sorot manik mereka saling bertemu tatap, menelusuri dalamnya arus tersurat dalam benak mereka. Wooyoung mengernyitkan keningnya seketika, seperti ia tak merasa asing dengan seseorang dihadapannya saat ini.
"Maaf sunbae-nim, aku tidak sengaja. Sekali lagi aku minta maaf" interupsi suara pria asing yang menjadi korban sekaligus pelaku kejadian tersebut mengalihkan perhatian mereka.
"Ah!-ak-aku juga minta maaf... aku juga telah bersalah menabrakmu. Saya mohon maafnya" mereka membungkukan leher mereka tanda permintaan maaf. Kemudian diakhiri dengan pria asing tersebut meninggalkan posisi wanita tersebut dengan wooyoung saat ini.
"Ma-maaf sunbae-nim telah mengganggu makan siang anda, dan terima kasih banyak telah membantu saya" berkali kali wanita dihadapan wooyoung tersebut membungkuk tanda penyesalannya. Matanya terpejam sembari meminta maaf pada wooyoung, terlihat ia sangat takut jika wooyoung tak memaafkannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Back to Me [woosan]
Storie d'amoreApa yang kau rasakan ketika bertemu dengan sosok orang yang baru kau temui ? Apa yang kau rasakan jika semua kenanganmu musnah ? Apa yang kau rasakan ketika kau bertemu dengan orang yang selama ini kau cari ? Dan, apa yang kau rasakan ketika kehilan...
![Back to Me [woosan]](https://img.wattpad.com/cover/213926513-64-k386915.jpg)