48. Don't Want Her To Know

2.7K 460 88
                                        

Happy reading, maaf typo

.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.

Dengan langkah yang di paksakan. Chaeyoung keluar dari mobil hitam mengkilapnya.

Menatap mansion mewah itu dengan sendu.

Ia menghela nafas dan melangkahkan kakinya memasuki mansion.

Berita jennie hilang semalam telah tersebar.

Banyaknya orang yang tak menyangka hal ini akan terjadi pada seorang Kim jennie.

Belum cukup kejadian yang juga menggemparkan beberapa tahun yang lalu.

Di mana Jennie kecelakaan dan song jihyo meninggal bunuh diri.

Kini kembali menggemparkan lagi hilangnya sosok public figure yang terkenal.

Seluruh polisi bekerja sama, untuk mencari keberadaan jennie.

Bahkan para bodyguard perusahaan sungyun juga ikut berpencar mencari jennie.

Kini chaeyoung berdiri di hadapan sungyun yang sedang membelakanginya.

Pria itu tampak sangat berantakan.

Chaeyoung tau betapa terguncangnya sungyun saat mendengar ini semua, termasuk dirinya.

"Kau...boleh membunuhku."

Sungyun yang sudah tau jika ada keberadaan chaeyoung langsung berbalik melihat Chaeyoung.

Penampilannya tak jauh beda darinya. Chaeyoung lebih berantakan darinya. Menyatakan betapa lebih terguncangnya chaeyoung melebihi dirinya.

"Aku terlalu bodoh. Kau bisa membunuhku." Ucap chaeyoung menatap kosong ke lantai.

Dia merasa sedikit putus asa.

Dia ingat, dia terkait janji.

Jika Jennie terluka maupun gadis itu menghilang, chaeyoung siap di bunuh sungyun.

Dan hal itu terjadi, chaeyoung tak akan melanggar janjinya.

Chaeyoung perlahan berlutut tanpa sadar air matanya meluruh.

Batinnya tersakiti. Hatinya lelah.

Belum bisa mempercayai apa yang terjadi padanya.

Semuanya buruk, chaeyoung merasa tak pantas untuk hidup.

"Aku...siap, tuan."

Sungyun membasahi bibir bawahnya, ia menghampiri Chaeyoung dan berdiri di hadapan gadis itu.

"Ayo," chaeyoung mendongak melihat sungyun yang membantunya berdiri dan tak lama pria itu merengkuh chaeyoung. Memeluknya dengan tersenyum tipis.

"Aku tak bisa membunuh orang yang anakku cintai." Bisik sungyun membuat chaeyoung terdiam.

"Kau tidak salah, chaeyoung-ah. Kau merasa panik dan masih berfikir bertanggung jawab untuk menyelamatkanku."

"Itu tugasku, tuan." Lirih chaeyoung menyahut.

Sungyun mengangguk dan melepaskan pelukannya dari chaeyoung.

"Dengar," sungyun perlahan memperbaiki penampilan chaeyoung.

"Selamatkan dia, bawa dia dengan keadaan baik baik saja." Ucap sungyun dan mengusak pelan rambut chaeyoung.

"Tidak apa apa, kau bisa. Anakku pasti menunggumu."

MINE✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang