~❤~
Hai😂 yang vote dan komen kemarin, terima kasih, ditunggu vote dan komennya lagi, ya😁 aku jadi semangat, xixi.
Yaudahlah, happy reading❤
| Diajak Nge-date Om-Om |
A
nya mengernyitkan dahi kala telinganya mendengar suara-suara seseorang mengobrol di ruang tengah. Emaknya mengobrol dengan siapa? Tidak mungkin dengan alat-alat dapur 'kan?
Anya melepas sepatu lalu meletakkannya di sudut ruangan, di mana sepatu-sepatu berada. Anya berjalan dengan pelan hingga dirinya berada di ambang pintu.
"Iya, Bu. He he he," kekeh Sarminah dia sedang mengobrol dengan seseorang lewat via telepon. Sarminah berdiri membelakangi Anya dan sama sekali tidak menyadari ada orang lain.
Anya berdiri di samping emaknya lalu berkata, "Assalamualaikum, Mak."
Sarminah hanya mengangguk sambil menjawab, "Wa'alaikumsalam." Ketika tersadar kalau itu suara Anya, Sarminah lantas menunda telepon dan menoleh ke anaknya itu. "Eh, Anya!"
Anya yang berbalik badan dan hendak pergi ke kamar pun tertunda akibat panggilan emaknya. Anya menoleh ke Sarminah. "Iya, Mak?"
"Sini!" Sarminah mengibas-ngibaskan tangan, menyuruh Anya untuk mendekat. Anya pun berjalan menghampiri emaknya.
"Nih!" Sarminah menyerahkan ponsel jadul bermerk Nokia pada Anya lalu tersenyum. Anya mengernyitkan dahi kebingungan.
"Ini siapa, Mak? Kurir? Kang Ojol? Mas Robin? Atau Maya?" tanya Anya sambil menerima ponsel itu.
"Ck! Bukan. Ini camer. Sudah sana mengobrol," jawab Sarminah sambil mendorong pelan bahu Anya untuk ke kamar dan sepuasnya mengobrol dengan calon mertua.
Anya mengernyit. "Camer? Burung Camar? Emang bur--"
"Bukan burung, Nya! Dia camer--calon mertua," kata Sarminah agak kesal. "Udah cepetan ngobrol-ngobrol sekalian ganti baju sana!" Sarminah terus mengusir Anya pergi ke kamar.
Anya mendengkus, calon mertua? Dengan ragu-ragu Anya menempelkan ponsel ke telinga kanan sambil berjalan menuju kamar. "Hallo?"
"Hallo. Ini Anya 'kan?" tanya seorang di sebrang dengan suara lembut membuat Anya yakin seseorang ini adalah wanita.
"Hmm, iya?" Entah mengapa, tangan Anya terasa dingin dan berkeringat padahal cuaca hari ini panas.
"Calon mantuku toh. Udah kelas berapa kamu?"
Calon mantu? Aku yakin ini emaknya Om Briyan, batin Anya yang sudah berada di kamar. "Kelas duabelas ..., Tante."
"Owalah, bentar lagi nih."
Anya mengernyitkan dahi sambil mengambil earphone di nakas. "Apanya yang bentar lagi, Tante?" tanyanya dengan nada lembut.
"Jadi mantu tante dong, he he." Wanita itu terkekeh sedangkan Anya menelan ludah.
Pengen balik lagi ke TK deh kalau bahasnya ini! batin Anya yang sudah berganti rok abu-abu menjadi celana pendek selutut berwarna pink dan mengganti baju seragam menjadi baju kaos berwarna putih kedodoran.
"He he he, tapi setelah lulus Anya mau lanjut ... Kuliah," jawab Anya ragu, pasalnya sekolah SMA saja dia gratis dan tidak mendapat beasiswa, dia juga tidak pintar dan tidak ada biaya, bagaimana mau lanjut ke Kuliah?
KAMU SEDANG MEMBACA
Kapan Sah? [ END ]
Teen Fiction(Proses Revisi) Genre : romance - comedy FOLLOW SEBELUM BACA :V Blurb: Ini hanyalah sebuah fiksi remaja yang disajikan dengan berbagai bumbu cerita. Ada canda dan ada sedikit duka. Ada keunikan dan dilema. Apalagi kisah si polos yang mencoba berba...
![Kapan Sah? [ END ]](https://img.wattpad.com/cover/247549453-64-k596022.jpg)