~❤~
Hai😂 yang vote dan komen di bab sebelumnya, terima kasih, ditunggu vote dan komennya lagi, ya😁 aku jadi semangat, xixi.
Yaudahlah, happy reading❤
| Jenguk, Nguk, Nguk! |
Bruak!
Pintu kelas XII IPS 1 dibuka secara kasar dari luar, kelas yang semula ramai seperti pasar langsung lenyap dan mata berpusat di ambang pintu. Nampak seorang perempuan yang setengah berdiri karena memegang lutut.
Napas gadis itu terengah-engah akibat kelelahan berlari. Bulir-bulir keringat begitu genit menempel di sepanjang leher dan tangan, juga wajah.
Beberapa siswa dan siswi menghampirinya hanya karena ingin tahu ada apa sebenarnya. Perempuan itu berdiri tegap ketika beberapa temannya berdiri mengelilingi.
"Kenapa, May?" tanya salah satunya yang bernama Lolita Chika atau disapa Loli sambil memegang pinggang.
"Ini apaan?" tanya yang lain bernama Rini Arini atau disapa Rini sambil menunjuk amplop putih digenggaman tangan kanan Maya.
Maya mulai mengatur napas lalu merangkul Loli kemudian menarik pergi menuju dalam kelas. Berdiri membuat Maya capek. Loli yang tidak mengerti hanya menurut saja, toh nanti juga akan tahu.
Duduklah Maya dibuntuti Rini, Ujang, Udin, dan Loli tentunya karena pertanyaan mereka belum terjawab.
Saat Maya ingin memberitahukan perihal amplop ini, suara seseorang masuk kelas diiringi salam membuat bibir Maya terkatup dan teman-temannya langsung sibuk duduk di tempat.
"Baiklah, mulai kita doa sebelum belajar," kata guru wanita itu yang bernama Sukmawati atau disapa oleh murid-murid sebagai Bu Suk.
Doa pun mulai dipimpin oleh wakil ketua kelas karena ketua kelas hari ini tidak masuk sekolah. Setelah selesai, Bu Suk mulai membuka buku absen.
"Alam?" tanya Bu Suk mulai mengabsen murid-muridnya lalu mengedarkan pandangan.
Murid yang bernama Alam mengangkat tangan kanan, lalu berkata, "Hadir, Bu."
Bu Suk mengangguk, kemudian mulai membaca absen lagi.
"Anita Larasati?"
"Hadir, Bu!"
"Bagas?"
"Enggak hadir, Bu!" kata Bagas, sambil mengangkat tangan dengan malas-malasan. Wajahnya tampak lesu dan tidak bersemangat karena dia tidak suka belajar dengan Bu Suk.
Semua mata berpusat pada Bagas. Bu Suk mengernyitkan dahi. "Ada-ada saja kamu!" katanya lalu melanjutkan mengabsen. "Dewi?"
"Anggriani-nya mana, Bu?" protes Dewi karena merasa nama belakangnya tidak disebut.
"Dewi Anggriani!"
"Nah, gitu 'kan enak. Hadir." Dewi tersenyum senang.
Bagas menatap protes Dewi yang berada tepat di samping tempat duduknya. "Kok nama belakang gue enggak disebut?" protes Bagas dengan suara pelan.
Bu Suk mulai mengabsen lagi. "Erik?"
"Raganya hadir, Bu, tapi separuh jiwanya ada di kelas X, Bu," kata Erik sambil mengangkat tangan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Kapan Sah? [ END ]
Ficção Adolescente(Proses Revisi) Genre : romance - comedy FOLLOW SEBELUM BACA :V Blurb: Ini hanyalah sebuah fiksi remaja yang disajikan dengan berbagai bumbu cerita. Ada canda dan ada sedikit duka. Ada keunikan dan dilema. Apalagi kisah si polos yang mencoba berba...
![Kapan Sah? [ END ]](https://img.wattpad.com/cover/247549453-64-k596022.jpg)