~❤~
Hai😂 yang vote dan komen di bab sebelumnya, terima kasih, ditunggu vote dan komennya lagi, ya😁 aku jadi semangat, xixi.
Yaudahlah, happy reading❤
| Tips Membuatmu Jatuh Hati |
"Jadi, kapan kamu bisa nge-date sama Anya?" tanya seorang wanita yang berusia 37, tapi masih terlihat cantik dengan balutan baju kaos lengan pendek dan celana panjang kedodoran. Sintia namanya.
Sintia bertanya pada anak sulungnya yang duduk di samping sofa. Pemuda itu berdehem sejenak, matanya menatap sendu Sintia. "Dianya enggak pernah mau ketemu aku, Mah," curhatnya kemudian mengambil cangkir kopi di atas meja lalu menyeruputnya.
"Kenapa?" Sintia tanpa disadari meninggikan suaranya sedikit hingga menggema di ruang keluarga bernuansa putih gading itu karena agak kesal. Sintia menghela napas berat.
Pemuda yang bernama Briyan itu meletakkan cangkir kopi di atas meja lalu mengelus pundak kanan ibunya. "Sabar, Mah. Biasa. Kita 'kan baru kenal," katanya, mencoba menenangkan sang ibu.
Sintia mengelus tangan putranya di atas bahu kemudian tersenyum. "Mau mamah kasih tips?" Senyum itu begitu jahil dan penuh kecurigaan membuat Briyan menjadi was-was.
Biasanya, kalau Sintia sudah tersenyum jahil maka hal aneh akan terjadi menurut Briyan. "Hmm, tips apa? Dia pandai menghindar, Mah."
"Ah, biasa. Mama punya tips yang manjur. Kalau cuma ditelepon enggak akan gampang, jadi ..." Sintia menggantungkan ucapan, dia menatap Briyan dengan senyum semringah.
"Jadi? Mamah, ikut datang ke rumah gadis itu?" tanya Briyan. Sintia menggerakkan jari telunjuk ke kanan dan kiri di depan wajah, pertanda tebakan Briyan salah.
"Tidak, Yan. Bukan hanya mama yang ikut."
Briyan mengernyitkan dahi. "Bukan hanya mama? Berarti ..."
Sintia tersenyum lebar. "Ya, ya, ya! Papah dan Oma akan ikut! Malam ini juga kita ke sana!" ujarnya antusias, buru-buru Sintia berdiri dan menepuk puncak kepala Briyan.
"Kenapa semuanya ikut? Oma juga?" tanya Briyan masih kurang yakin. Pasalnya, Sintia tidak memberitahukan rencananya yang mencurigakan itu. Jangan sampai Sintia berbuat hal aneh.
"Tenang, mamah enggak aneh-aneh kok. Kamu lihat saja nanti malam." Sintia mengambil handphone di atas meja lalu mencari nomor kontak telepon Sarminah. "Sekarang mama mau ngobrol-ngobrol cantik sama calon besan, oke."
Setelahnya Sintia langsung menempelkan handphone di telinga lalu berjalan menjauh dari Briyan.
Briyan hanya bisa menurut. Dia tidak membantah apalagi memerotes rencana ibunya itu dan dia hanya bisa berharap tidak ada hal aneh yang terjadi.
Briyan sebenarnya tidak tahu kenapa dirinya harus menikah dengan gadis yang belum lulus SMA itu. Padahal banyak wanita di luar sana yang sudah lulus dan sepantaran dengannya. Maksudnya, Anya itu masih sekolah. Jadi, wajar saja bila gadis itu menolak karena harus mengejar cita-cita dulu.
Entahlah, kadang Briyan berpikir ini bukanlah suatu yang baik--menikahi gadis SMA. Namun, dia tahu, orang tua akan memberikan yang terbaik untuk anaknya. Jadi, yasudahlah, terima saja.
KAMU SEDANG MEMBACA
Kapan Sah? [ END ]
Teen Fiction(Proses Revisi) Genre : romance - comedy FOLLOW SEBELUM BACA :V Blurb: Ini hanyalah sebuah fiksi remaja yang disajikan dengan berbagai bumbu cerita. Ada canda dan ada sedikit duka. Ada keunikan dan dilema. Apalagi kisah si polos yang mencoba berba...
![Kapan Sah? [ END ]](https://img.wattpad.com/cover/247549453-64-k596022.jpg)