Minho benar-benar memberi Jisung kesempatan untuk bekerja di kafe kantornya. Mengisi lowongan barista yang sempat kosong karena manajer kafe cukup pemilih dalam urusan pegawai.
Beruntung, Jisung punya Minho yang bisa memberinya akses masuk dengan mudah. Beruntung pula bagi Jisung karena ia memiliki pengalaman bekerja sebagai barista. Jadi, lelaki manis itu tidak begitu kewalahan dengan pekerjaan yang saat ini ia tekuni.
Ya, kalau hanya membuat americano atau latte, Jisung bisa lah. Selain membuat berbagai minuman, Jisung juga bisa bekerja sebagai kasir. Posisi yang sangat cocok untuknya.
Hari ini, lagi-lagi Jisung diberi tugas untuk menjaga kasir. Sikap ramah dan supel yang Jisung miliki berhasil membuat para pengunjung kafe merasa lebih nyaman setelah memesan minum atau kue.
“Halo, Nona! Selamat datang. Ingin pesan apa?”
“Vanilla latte dan red velvet cake satu,” ujar wanita dengan pakaian super modis itu acuh.
“Baik. Atas nama siapa, Nona?”
“Lia.”
Lia? Perempuan yang pernah dijodohkan dengan Minho? Jisung tertegun untuk beberapa saat sebelum kembali sadar dan segera melanjutkan pekerjaannya.
Sepertinya memang benar. Jisung seperti pernah melihat wanita ini di pesta pernikahannya. Tapi, ia tidak mau ambil pusing. Toh, Jisung juga tidak mengenal wanita itu secara pribadi. Jadi, ia lakukan saja tugasnya.
“Eh, Kak Minho!” Gadis itu melambai ke arah pintu masuk yang baru saja terbuka dengan senyum lebar. Menampakkan sosok Minho dengan jas kerja melekat di tubuh. Mungkin, baru selesai rapat. Karena biasanya kalau Minho hanya bekerja di kantor, lelaki Lee itu jarang menggunakan jas.
Minho melangkah mendekat ke arah kasir yang disambut pelukan manja dari Lia. Jisung melotot kaget. Terkejut, tentu saja. Bisa-bisanya Lia memeluk Minho yang notabene-nya sudah menikah? Bahkan tepat di depan mata Jisung? Pasangan dari Lee Minho.
Oh, jangan bilang Jisung cemburu karena ia tidak. Sama sekali tidak! Jisung hanya kaget. Apakah memang seperti itu ya budaya orang kaya?
“Hai, Lia. Beli apa?”
“Biasa! Pas banget, aku mau ketemu kamu. Kangeeeen!”
“Ah, kebetulan berarti.”
Huek. Jisung langsung mual. Ia memilih untuk menatap layar komputer, menekan-nekan beberapa tombol di sana untuk memproses orderan. Saat ia akan berbalik untuk membuat pesanan si puan, suara Minho menahan pergerakannya.
“Jisung sayang.”
Kepala Jisung langsung terangkat untuk menatap lelaki yang lebih tua. Mengedipkan mata beberapa kali sebelum menjawab pertanyaannya.
“Ya, Kak?”
“Nanti ikut ke ruangan Kakak.”
“Eh? Oh, iya. Nanti Jisung izin ke kakak manajer dulu.”
Minho mengangguk kecil lalu beralih menatap Lia yang tampak sudah menahan kesal. “Li, naik duluan ya. Nanti kamu bareng Jisung aja naiknya,” ujar Minho sebelum berlalu untuk kembali ke ruangannya.
Tidak butuh waktu lama bagi Jisung menyelesaikan pesanan dari Lia. Kini, segelas vanilla latte dan sepotong kue red velvet sudah berpindah ke tangan sang puan.
Melihat gadis itu tak berniat beranjak dari posisi, Jisung asumsikan bahwa ia tengah menunggu Jisung untuk pergi bersama ke ruangan Minho. Untuk itu, Jisung pun melepas apron lalu meminta izin pada manajer kafe.
KAMU SEDANG MEMBACA
MINSUNG: MARRIED BY CONTRACT
FanfictionJisung butuh uang untuk membayar biaya kuliahnya. Apa ia harus terima tawaran seorang stranger yang tiba-tiba mengajaknya untuk menikah kontrak? Rating: M for kissing scene, harsh words, and NSFW contents. Genre: Marriage Life, Romance, Comedy IMP...
