Note: Terdapat kata kasar dan mature konten. (21+)
----------------
Bae Suzy (24 tahun) putri bungsu kesayangan keluarga Bae, semua orang hanya tau namanya tanpa pernah tau bagaimana wujud sang gadis. Suzy tidak pernah tau apa alasan keluarganya men...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Yasss kenapa mereka terus mengejar!"
Gadis bernama asli Bae Sooji itu terus berlari menjauh dari kawasan mall, setelah berhasil mengelabui bodyguard suruan Ayahnya. Untung saja hari ini ia sudah melakukan persiapan yang matang. Celana jeans, jaket leather, boots dan kacamata dengan keseluruhan berwarna hitam.
"Siaalan! Apa ada pendeteksi di tubuhku sudah sejauh ini aku lari kenapa mereka masih terlihat." Bersembunyi dibalik tembok Suzy mencoba memeriksa seluruh badan. Namun, tidak ada pendeteksi seperti yang ia pikirkan.
Tak jauh dari tempatnya sembunyi bodyguard ayahnya terlihat menyebar. Tidak ada pilihan selain masuk ke salah satu bangunan terdekat. "Sampurna, ditempat itu pasti aman."
Bangunan berlantai dua di ujung gang bercat abu abu tua, menjadi tujuannya. Bersyukur pintu tidak terkunci, "Wah, tempat ini pasti sudah Tuhan siapkan untuk ku."
Suzy tak menyangka ada orang yang menyia-nyiakan bangunan bagus sebagai gudang. "Bagaimana bisa tempat bagus ini hanya diisi tumpukan kardus bekas." Sambil berkacak pinggang, dengan sifat santai dan sembrono Suzy menjelajah seluruh ruangan.
"Permisi, apa ada orang disini?" Dengan hati hati ia naik tangga yang hampir saja luput dari pandangan mata. Suzy tidak habis pikir siapa arsitek bangunannya yang membuat posisi tangga. Diujung ruangan, dibalik tembok dengan bentuk berkelok pula, benar benar aneh.
Suzy berasal dari salah satu orang terkaya Korea Selatan, walaupun lahir tidak memiliki kebebasan melihat dunia luar, ia tidak asing dengan segala brand mewah dunia. Suzy kaget ternyata lantai dua bangunan berisi perabotan dan hal hal dari brand mewah.
"KAU SIAPAMmmm.."
Suzy yang kaget mendengar suara langsung berbalik, dan reflek membekap orang yang menjadi sumber suara dengan tangan kiri. Jari telunjuk kanan ia letakan di bibir memberi tanda agar orang itu tidak bersuara.
Posisi yang sangat dekat membuat keduanya saling menatap. Suzy merasa terhipnotis oleh mata dibalik kaca mata itu. "Ah, maaf atas kelancangan ku-
Brukk
Suzy tiba tiba bersimpuh dibawah dengan dua tangan disatukan, "Tuan aku minta maaf, tapi ku mohon jangan usir aku! hanya satu hari biarkan aku disini." Mohon gadis bermarga Bae itu dengan puppy eyes andalan.
"Kau harus bayar mahal untuk menginap disini."
Suara, dan tatapan mata namja tinggi besar di depannya benar-benar membuat Suzy yang biasanya berani merasa terintimidasi.
"Baiklah! Uang bukan masalah untuk ku." Setelah berdiri, dengan lancang Suzy mengambil tangan sang namja untuk bersalaman. "Namaku Suzy." Ucap Suzy sambil membolak balikkan genggaman.
"Daebak tangan mu sangat besar, badan mu juga tinggi dan besar. Wahh, kau pasti sering ke tempat gym."
Tangan Suzy benar benar nakal, bagaimana bisa seorang gadis berani menyetuh badan laki laki yang belum ia kenal. "Menyentuh seseorang dengan lancang adalah tindakan pelecehan, aku bisa membawamu ke jalur hukum!"
"Mwo? Apa salahnya aku hanya memastikan ini asli atau bukan." Tangan Suzy langsung di ditepis saat hendak menyentuh lagi dada bidang sang namja.
"Sudahlah kau boleh disini tapi jangan sentuh apapun! dan jangan berisik kau membuatku sakit kepala." Ucap sang namja lalu berbalik acuh meninggalkan gadis yang membuatnya pusing.
"STOP!"
Suzy berlari menghadang langkah sang namja dengan merentangkan kedua tangan. Kedua mata sang namja memejam menahan kesal. Dengan wajah tak bersalah Suzy menunjukkan senyum gigi kelinci khas miliknya. "Aku hanya ingin tau siapa namamu, setelah itu aku tidak akan menganggu lagi."
Suzy otomatis mundur ke belakang saat sang Namja mencondongkan badan ke arahnya. "Nam Joo Hyuk!" Ucapnya tepat didepan wajah Suzy.
"Ku pegang ucapanmu jika kau mengganggu lagi, aku tidak segan memberi mu hukuman."
Suzy menatap kesal punggung Joohyuk yang baru saja melewatinya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Mwo? Gadis nakal itu kabur lagi?"
"......"
"Noona aku benar benar tidak tau kali ini Sooji kemana. Baiklah aku akan segera pulang." Mendengar saudara kembarnya menghilang Sehun langsung tancap gas meninggalkan kantor. Berkali kali ia coba menghubungi Suzy, tapi sayang ponsel adiknya itu tidak aktif.
Tidak ingin mendapat amarah sang ayah, Sehun mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi agar segera sampai di rumah.
Beberapa bodyguard masih menghadap sang ayah saat Sehun tiba. Kedatangannya membuat semua bubar, ia langsung menghadap ayah nya.
"Sehun-ah, Appa tidak akan menghukum Sooji jika kau jujur."
"Sungguh Appa, Sehun tidak tau Sooji dimana kali ini." Bae Yeon-seok menatap putra satu satunya itu, memastikan tidak ada kebohongan.
"Yeobo sebaiknya kita lapor polisi saja." Usul nyonya Bae.
"Tidak bisa Yeobo! Jika rival bisnis kita mengetahui, keadaan Sooji akan semakin berbahaya."
Bae group adalah salah satu perusahaan terbesar Korea Selatan dengan beberapa cabang perusahan yang dipimpin anggota keluarga Bae sendiri. Ditambah Bae Yeon-seok yang bergelut juga di dunia politik menambah banyak orang ingin menjatuhkan nya.
Keluarga Bae tidak pilih kasih, tapi Bae Sooji yang paling diincar para musuh. Kejadian penculikan Sooji kecil membuat Tuan Bae memutuskan menutup semua akses putri bungsu mereka dengan dunia luar.
"Sehun-ah kau masih menyimpan buku yang kau buat bersama Sooji, mengenai tempat tempat yang ingin kalian kunjungi?"
"Masih Noona."
"Appa sebaiknya cari Sooji berdasarkan buku itu, kita sebar bodyguard kesemua lokasi."
"Baiklah bawa kemari buku itu,
yeobo selama putri kita belum kembali jangan pergi kemana pun, dan Joohyun selama suami mu masih di Jepang kau dan putra mu tetap tinggal disini, tidak usah ke kantor."