Bulan~21. Jadi kakel nih ceritanya?

87 16 6
                                        

Don't be sider
Happy Reading

*****

Arcturus dan Bulan dkk menuju ruang osis, hari ini sekolah kembali berlangsung dengan suasana baru. Kelas XII MIPA 3.

Mereka menganggkat Kardus biru itu dan membawa nya masuk ke dalam ruang osis, hari pertama Semester ini masih proses penyusunan jadwal baru jadi semua Siswa dan Siswi bebas berkeliaran di arena sekolah.

"Gila banyak banget." ucap Bintang setelah Bulan membuka isi Kardus itu.

Gavin menarik salah satu kertas, "gila nih kece dia buat suratnya."

Kemudian Ia beralih membuka surat itu, isinya :

Hi Kak Gavin, makasih,

"Anjir ukiran nya bagus malah isi nya makasih doang," seru Gavin lagi membuat yang lain tertawa

"Njir hemat kata banget," Lio berucap kemudian mengambil surat berwarna Pink dengan motif Unicorn

"Weh, ucul banget nih surat,"

Hi Kak Lio,

Ini aku, Siswa yang kagum dengan kharisma ketampanan mu.

Kalau dunia bolehin, aku bakaln beri kan semua nya untuk Ka Lio asal ka Lio jadi milik Ku sepenuhnya.

"Wanjir emang ketampanan Gue gak bisa di raguin lagi,"

Langit mengernyit, merasa ada yang ganjal dengan isi surat ysng di ucap kan Lio.

"Bukannya disitu dia Bilang Siswa, berarti cowok dong,"

"JIAHAHHA LEKONG!" Daniel berteriak saat mendengar penuturan dari Langit di ikuti gelak tawa yang lainnya.

"Anjir bencong bro, heh geli gue!" teriak Lio saat tau pengirim nya.

"Li, bukan yang waktu itu minta tanda tangan sambil kedip mata yah?" tanya Bintang sambil sedikit tertawa lagi.

"Mungkin. Hih geli gue, se playboy playboy nya gue, gak bakalan belok! Surat nya Lucu banget isi nya Lekong anjir,"

"Haha bengek anjir, udah lanjut," Bulan tertawa kemudian mereka mengambil surat lagi, kali ini Bulan yang membaca.

Hi Kak Langit

Gue tau, gue cuma remahan rengginang yang terpana dengan ketampanan Kak Langit.

Gue tau, Gue jauh gak bisa gapai langit di atas sana sama seperti menggapai mu yang tak akan pernah mungkin.

Terimaksih

"Ngit, ada pengagum rahasia nih," ujar Bulan sambil menyodorkan kertas biru motif awan.

Langit mengangkat bahu nya acuh kemudian kembali membaca surat surat itu.

"Eh kok ini?"

Hi Dugong!

Ingat gue gak? Yakali lo gak ingat adik sepupu lo yang cuantek membahenol.

Langit, Bulan & Bintang [ END ]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang