Don't be sider
Happy reading
****
"Berani yah lo, tumpahin minuman ke baju gue?" tukas Vanya sambil menjambak rambut adik kelas yang tak sengaja menumpahkan minuman ke baju Vanya.
Vanya berdiri tegap kemudian menampar anak itu, "lo pikir baju sekolah gue murah hah? bersihin gak?!"
Kayla dan Stela di sisi kiri dan kanan anak itu mendorong dorong bahu nya, anak itu sudah terisak.
Baru saja anak itu ingin membersihkan baju Vanya, suara Bulan lebih dulu terdengar.
"Stop, gak perlu lo bersihin baju nya. Pergi," anak tersebut dengan gemetar pergi meinggalkan kantin dengan rasa malu dan sakit.
Bulan mendekat, "lo gak ada abis abis nya yah bully orang,"
Vanya terkekeh miris, "apa hak lo ngurusin hidup gue? Lagian suka suka gue dong."
"Lo bilang orang kaya kan? Tinggal beli seragam baru apa susah nya?" tutur Bulan sembari bersedekap Eva dan Clarissa di belakangnya menguap bosan.
"Jangan mentang mentang lo anak pemilik sekolah, lo bersikap sok pahlawan disini. Bisa jadi kan lo itu anak punggut," suara orang lain menyahuti, itu laki laki kemarin yang menatap Bulan penuh ambisi Ia kemudian mendudukan dirinya di bangku kantin sebelah meja terjadi kericuhan.
"Gue males nanggepin orang orang kaya lo pada. Lo, sekali lagi gue liat bully orang habis lo," Bulan berucap dan pergi menuju meja tempat biasa mereka makan.
"Tuh anak kek nya gak suka banget sama lo," tutur Eva sambil meletakan hp-nya ke meja.
"Mpok, baksonya tiga," Bulan memesan makanannya sebelum menyahuti ucapan Eva, "mungkin sih. Gak peduli gue,"
Clarissa menampilkan raut berpikir, "dia kok kayak gimana yah? Perasaan siswa lain biasa aja lo anak pemilik sekolah. Dia itu semacam, iri?"
Lagi Bulan mengangkat bahu nya acuh kemudian mulai memakan pesanan yang sudah di depan mata.
"Makan aja dulu, urusin hidup orang belakangan," tutur Langit yang baru datang sambil duduk di samping Bulan.
Bintang mengangguk, "hidup itu simple, yang bikin sulit yah diri sendiri,"
"Lu kesannya nyindir gue," tukas Daniel sambil memakan kerupuk yang tersedia di meja itu.
Bintang mengangkat bahu nya, "gue gak ada maksud nyindir. Kalau ke sindir yah itu urusan lo,"
"Li, gue dapet DM nih," Gavin heboh saat melihat notif di hp nya dan memukul lengan Lio.
Lio setengah dongkol menoleh dan bertanya, "DM dari siapa sih?"
"Cewek, gila cakep banget." tutur Gavin sambil berbalas pesan. Eva yang duduk di sampingnya pun masa bodo.
"Ah yang bener lo? Mana coba," Lio terpancing kemudian ikut mengintip ke dalam hp Gavin.
"Gila cakep banget,"
Mereka semua serempak menatap Gavin dan Lio malas,
"Lo berdua gue ceburin ke empang mau?" tawar Bulan sambil menyendokkan baksonya ke mulut.
KAMU SEDANG MEMBACA
Langit, Bulan & Bintang [ END ]
Novela Juvenil[DALAM RENCANA REVISI MENYELURUH. MOHON MAAF KALAU ALUR BERANTAKAN DAN KURANG KONSISTEN] --- Bulan Aqilla Qirani Wijaya, remaja yang sudah di tinggal mati oleh ibu nya selama beberapa tahun belakangan ini. Dia hidup bersama Ayah dan Abangnya. Sang...
![Langit, Bulan & Bintang [ END ]](https://img.wattpad.com/cover/236005348-64-k507655.jpg)