Don't be sider
Happy Reading
****
Kantin seperti biasa ramai lagi dengan coletahan siswa siswi. Sama halnya dengan Bulan dan yang lainnya sudah sibuk dengan kegiatan mereka lagi.
"Gimana Lan? Lo udah bilang ke bokap lo semalam?" Tanya Daniel sambil meletakan gelas berisi setengah minumannya.
Bulan mengedikan bahu, "bokap gue semalam gak ada. Gak tau kemana, gue tanya Bang Bumi juga dia gak tau,"
"Eh Lan, lo gak ada niatan buat cari tau orang yang ngelakuin itu?" tanya Eva sembari menatap Bulan penasaran.
"Bodoamat gue. Gak jelas juga capek ngeladenin orang kek gitu," mending gue diem, gue tunggu permainannya selanjutnya,
"Eh Vin!" Lio memanggil gavin sambil memukul bahunya keras, kemudian lanjut berucap, "Yang kemarin malam gimana? Cakep gak?"
Gavin mengusap bahunya, "sakit bego. Lo mau? Ambil geh. Lumayan dapat yang biasa di lampu merah,"
"Kehabisan stok cewek?" Tukas Langit sambil memperbaiki duduknya.
Daniel menggeplak lengan Eva, "Va! Lo gak kasian? Kehabisan stok cewek tuh pacar lo!"
Eva menatap sinis ke arah Daniel, "gak sayang masa depan lo? Biar gue tendang. Biarin ae dia, gak peduli gue,"
"Ada yang patah tapi bukan kayu," Lio berucap dengan sedikit terkekeh dan melihat ke arah Gavin.
"Aduh aduh, malu malu meong sih." tambah Clarissa sambil terkekeh,
"Lo-" ucapan Bintang terpotong saat kericuhan di sudut kantin terdengar.
"Heh! Playboy jauh jauh sana. Alergi gue sama lo,"
"Jangan sok kecakepan lo Sat!"
Daniel mengernyit, "Vira?"
"Vira siapa Nil? Lo pindah target Nil? Bukan lagi Salsa yang mau lo perjuangin?" tukas Lio sembari mengikuti arah pandang Daniel.
Daniel berdecak, "ck, yakali. Itu Vira adek spupu gue, kenapa tuh bocah?"
"Begonya kumat, samperin bukan nebak nebak disini doang," Eva berucap kemudian berjalan di ikuti yang lainnya.
"Vir, lo itu bagaikan bunga bangkai. Yang baunya tercium walau berkilo kilo meter keberadaannya, sama kayak lo yang udah tercium keberadaan lo walau radius 1 KM." Satria berucap dengan nada Dramatis,
Vira mengambil tempat tisu kemudian mengangkatnya tinggi, "ngomong sekali lagi lo ye! Mana gue di sama samain sama bunga bangke lagi,"
Al memutar bola matanya malas, "yaelah Sat, banyak cewek ngapain lo gebet orang kek dia?"
"Woey dugong afrika, serah gue dong," ucap Satria sambil berkacak pinggang.
"Kenapa?" suara Daniel menginstrupsi adu bacot mereka kemudian Vira menoleh dan berloncat girang sambil berpindah memeluk Daniel erat.
"YES! traktir gue es krim dong," rengek Vira yang tak luput dari penglihatan mereka.
"Udah lah Sat, ngapain lo galau?" Rendra berucap kemudian menoleh mendapati Bulan dengan muka datarnya, "oh ada anak pemilik sekolah. Kenapa lo masuk ke area gue?"
Bulan memutar bola matanya malas, "emang nih sekolah punya nenek moyang lo apa?"
Rendra mengepalkan tangannya kuat, sabar masih ada rencana yang Ia susun jangan sampai membuat rencana sebelumnya berantakan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Langit, Bulan & Bintang [ END ]
Novela Juvenil[DALAM RENCANA REVISI MENYELURUH. MOHON MAAF KALAU ALUR BERANTAKAN DAN KURANG KONSISTEN] --- Bulan Aqilla Qirani Wijaya, remaja yang sudah di tinggal mati oleh ibu nya selama beberapa tahun belakangan ini. Dia hidup bersama Ayah dan Abangnya. Sang...
![Langit, Bulan & Bintang [ END ]](https://img.wattpad.com/cover/236005348-64-k507655.jpg)