Happy Reading
Don't be sider
*****
Bulan mengambil kunci motor dan segera memasukan handphone dan surat itu kedalam saku celananya.
Ia bergegas turun dan segera mengendarai motornya menuju rumah Daniel. Setelah sampai Ia segera mengetuk pintu rumah tersebut.
Tok tok
Tok tok
"Daniel! Lo ada di dalam gak? Keluar woy!" teriak Bulan sambil lanjut mengetuk pintu rumah Daniel.
Pintu terbuka, menampakan Daniel dengan penampilan urak-urakan, "apaan Lan? heran gua, Nih gunanya bell rumah apaan dah?"
Bulan tak menghiraukan ocehan Daniel, Ia segera menarik Daniel keluar dan menuju motor Daniel yang terparkir.
"Eh eh kemana nih? Napa gua di tarik-tarik?"
"Buruan naik, ke caffe biasa ada yang mau gua omongin sama lo pada," tutur Bulan sambil mendorong Daniel lebih mendekat ke motornya.
"Tunggu dulu, yakali gua ke caffe biasa make kolor gini. Bentar dah gua ganti dulu, emang ada apaansih?" jelas Daniel menatap Bulan penasaran.
Bulan tersentak, Ia kemudian menurunkan pandangannya ke arah celana Daniel "YALLAH MATA GUA TERNODAI! MASUK DEH LO SANA BURU BANGSAT!"
Daniel tersentak dan segera masuk untuk mengganti pakainnya.
"Dasar cowok," Bulan merongoh saku dan mengambil handphone, Ia memutuskan untuk menghubungi yang lainnya.
"Hallo, Va?"
"Kenapa, Lan?"
"Gue ada di rumah Daniel otw ke caffe biasa, lo kasih tau ke yang lain buat ngumpul,"
"Ada apaan emang?"
"Udah lo suruh mereka kumpul aja, ntar gue jelasin,"
"Hmm, yaudah. 15 menit gue sama yang lain nyampe,"
"Oke, sip."
"Udah nih, Lan. Otw sekarang?" ujar Daniel sambil merapikan rambutnya,
Bulan menoleh, "gak, tahun depan. Ya sekarang dodol,"
Daniel mencibik, kemudian mereka berdua segera mengendarai motor masing-masing menuju tempat tujuan.
****
"Ada apaan nih?" tutur Lio kemudian menyesap Secangkir kopinya dengan gaya cool.
keadaan caffe tempat biasa mereka berkumpul nampak begitu sepi dan tenang, tak seperti biasanya.
Gavin yang tepat di samping Lio kemudian memukul lengannya, "gak usah sok cool lo, jatohnya gak enak di liat."
"Sirik bilang setan," cibir Lio sambil menoyor kepala Gavin,
"Gua nikahin lo berdua, mau?" ujar Eva dongkol menatap mereka, Cla di samping nya mengelus pundak Eva dengan mengangguk-anggukan kepalanya,
"Sabar Va, biasalah. Kalo lo nikahin mereka berdua terus gua sama lo nikah sama siapa?"
"Aw mau dong di nikahin sama A'aa Gavin," tutur Lio sambil mencolek dagu Gavin.
KAMU SEDANG MEMBACA
Langit, Bulan & Bintang [ END ]
Teen Fiction[DALAM RENCANA REVISI MENYELURUH. MOHON MAAF KALAU ALUR BERANTAKAN DAN KURANG KONSISTEN] --- Bulan Aqilla Qirani Wijaya, remaja yang sudah di tinggal mati oleh ibu nya selama beberapa tahun belakangan ini. Dia hidup bersama Ayah dan Abangnya. Sang...
![Langit, Bulan & Bintang [ END ]](https://img.wattpad.com/cover/236005348-64-k507655.jpg)