Don't be sider
Happy Reading
Sorry banyak typo
***
Malam yang sejuk, dengan hembusan angin begitu lembut menyapa hangatnya kehadiran rembulan di atas sana.
Bulan menyesap Coffe pesananya, malam ini Ia memilih merefresh pikirannya di cafe.
"Capek gue," monolognya sambil membuka apk whatsapp.
Bang Bumi🔥
10 pesan
"Euh? Tumben Abang spam gue?"
Bang Bumi🔥
Dek
Dek
Oy
Dek
Buru pulang
Dek
Lo dimana sih?
Buruan pulang
Ayah nyariin
Cepat
Iya kenapa Bang?
Iyaiya Bulan otw pulang
****
"ada apa lagi sih?" Ia bergumam dan mengambil uang lalu meletakannya di bawa gelas. Selanjutnya Ia berdiri menuju tempat motor nya terparkir.
Jalanan kota jakarta tumben sekali tidak padat malam ini, hal ini bisa membuat Bulan membawa motornya dengan laju menuju rumah.
Setibannya Ia di rumah segera Ia melangkah masuk, baru tiga langkah kaki masuk di dalam rumah sesuatu di lemparkan ke depan wajah nya dengan sadis.
"Lihat itu," suara bariton dingin itu membuat Bulan segera mengambil berlembar lembar foto itu,
Mata Bulan membola, Ia tidak mungkin salah lihat. Siapa yang melakukan hal ini? Ingatkan Bulan untuk mencincang orang itu.
"Tidak cukupkah uang yang saya berikan padamu? Tidak cukupkah fasilitas yang saya berikan kepadamu hingga menjual tubuh mu?"
air mata Bulan meluncur, masalah apa lagi ini yallah? Siapa lagi yang berniat menghancurkan kebahagiaan Bulan?
"Ayah, Bulan jelasin dulu. Itu bu-"
"Diam" Ayah nya berbalik, nampak jelas netra hitam itu menukik tajam menatap Bulan, "tidak ada yang perlu kamu jelaskan. Disitu sudah sangat jelas kamu tengah menjajahkan tubuh kamu kepada laki laki lain,"
Bumi di sudut ruangan hanya mampu menatap iba ke arah Bulan, Ia tau ini bukan Bulan tapi untuk saat ini Ayah nya sagat termakan emosi, ada baiknya Ia menemani Bulan selepas sidang ini.
"Ayah itu editan! Senakal nakalnya Bulan. Bulan gak pernah jual tubuh nemi uang, Bulan gak pernah melakukan hal kotor itu. Qila gak pernah lakuin itu Ayah..."
Bulan jatuh terduduk sambil meremas foto itu,
"DIAM! Jelas sekali itu bukan editan, saya sangat kecewa dengan ini Bulan. Didikan Bunda kamu apa tak cukup mendidik kamu? Didik Mamah kamu apa gak cukup buat didik kamu?"
"SEKARANG AYAH YANG DIAM! ini tidak ada sangkut pautnya sama Bunda dan juga Mama, Bulan.. akan buktiin kalau ini hasil editan!" Setelah berucap, Bulan berlari menuju kamar nya di ikuti Bumi di belakangnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Langit, Bulan & Bintang [ END ]
Teen Fiction[DALAM RENCANA REVISI MENYELURUH. MOHON MAAF KALAU ALUR BERANTAKAN DAN KURANG KONSISTEN] --- Bulan Aqilla Qirani Wijaya, remaja yang sudah di tinggal mati oleh ibu nya selama beberapa tahun belakangan ini. Dia hidup bersama Ayah dan Abangnya. Sang...
![Langit, Bulan & Bintang [ END ]](https://img.wattpad.com/cover/236005348-64-k507655.jpg)