Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Bulan~17. Pilihan Bintang🌟

109 20 9
                                        

🌟Don't Be Sider🌟
🔰Happy Reading🔰

*****

Pemuda itu menghelah nafas nya gusar, hampir sebulan Ia tidak menyapa teman temannya. Apa tindakannya salah? Tapi... apa iya demi kepentingan orang lain itu juga termasuk tindakan yang salah jika Ia berkorban?

Lagi, Ia bernafas gusar, terlanjur berjanji pada wanita itu. Ia tak cukup berani untuk dalam waktu dekat ini menemui mereka.

"Kamu kenapa Nak?" Tanya Ibu pemuda tersebut saat melihat anaknya beberapa kali bernafas gusar.

Ia tersenyum, "Bintang gak papa Ma. Ma, Bintang nanya sesuatu boleh?"

"Boleh, selagi Mamah bisa jawab bakalan di jawab,"

"Kalau kita terlanjur berjanji terus kita gak tepati karna kepentingan oran8g lain, itu...salah gak Ma?"

Linda tersenyum, "itu salah, jika kamu masih punya solusi lain dan bisa menjelaskan ke orang tersebut, kenapa mengambil jalan sendiri? Masalah jika di selesaikan dengan buru-buru dan emosi itu gak akan berakhir baik. Terlebih kamu sudah berjanji, bukan hanya kepada orang itu, tapi kamu juga sudah termasuk berjanji kepada Allah. Memetingkan orang lain itu boleh, tapi lihat lah dulu sikonnya Nak."

"Sekarang Mama yang mau tanya, ini pasti ada kaitan sama temenmu kan?"

Bintang meringis, susah sekali hanya untuk sekedar menipu sedikit seorang wanita. Jika ingin kita harus lebih cerdik dari seorang wanita.

"Iya Ma, Aku gak tau gimana caranya biar bisa tetap bersama sama mereka."

"Minta maaf, minta maaf itu enggak bakal menurunkan derajat kita sebagai manusia. Minta maaf merupakan hal yang begitu penting, sebab di zaman sekarang orang beranggapan minta maaf akan menurunkan derajat seseorang walau mereka salah. Minta maaf merupakan cara sikap yang santun dan terpuji,"

Bintang mengsngguk paham, "makasih nasihat nya Ma,"

"Iya, sana Sholat Ashar gih habis itu berdoa biar di beri kemudahan dalam nyelesain masalah nya."

Bintang mengangguk tak membuang waktu lama karna sudah 5 menit yang lalu adzan Ashar berbunyi.

Selepas sholat Bintang pergi dengan motor yang di kendarainya menyusuri jalanan. Ia menyipitkan mata ketika melihat motor dan sosok pemuda yang tidak begitu asing berada di depannya.

"Langit?" Ia bergumam melihat Langit melaju dengan motornya ke rumah sakit, Ia pun berinisiatif untuk mengikutinya.

Setibanya Langit di rumah sakit, Ia masuk dengan wajah andalannya, tidak sadar akan Bintang yang diam mengikuti nya di belakang.

"Langit ngapain dia ke rumah sakit? ada kerabat-nya yang sakit?"

Bintang terus melangkah mengikuti Langit hingga Ia memasuki sebuah ruangan, Bintang tidak bisa masuk, Ia diam sambil menguping di sisi pintu. Biarlah Ia di bilang penguntit untuk saat ini, rasa penasarannya lebih besar.

"Pemeriksaan hari ini membuah kan hasil atas selama ini kamu berjuang dengan penyakit kamu Nak. Disini hampir 90% kondisi tubuh dan ginjal kamu kembali normal. Tapi... untuk masalah kanker otak belum ada perubahan. Apa tidak sebaiknya beri tahu pada orang tua mu, Nak?"

Langit tersenyum getir, baru saja Ia bersorak dengan hasil pemeriksaan bagian ginjalnya yang ternyata membaik tapi Ia harus menerima kenyataan penyakit lain bersarang di tubuhnya. Biarlah, ini sudah takdir yang di tentukan.

Langit, Bulan & Bintang [ END ]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang