Bulan-26. Akhir dari segalanya?

82 13 2
                                        

Don't be sider
Happy Reading

*****

Gaun biru laut dengan kemerlip layaknya sebuah taburan gilter melekat sempurna di tubuh Bulan, di pasangkan dengan high hilst setinggi 3 cm dengan paduan warna senada.

Ia menyusuri setiap sudut tempat di adakannya acara tunangan ini, memastikan sebelum acara dimulai semua nya sudah lengkap. Dari makan, minum, kursi, meja, lampu, dekor, serta perahu berukiran angsa putih di tengah danau. Lokasi kali ini di tepi danau dekat rumah pohon milik Bulan.

Ia kemudian menoleh ke arah gerbang dengan hiasan bunga berwarna putih, nampak para tamu telah berdatangan. Tidak banyak, hanya teman sekampus Bumi, seangkatan khansa di tambah beberapa rekan kerja Ayahnya dan juga Arcturus.

Bulan mengingat, hal apa yang Ia lupakan. Detik berikutnya Ia menepuk jidatnya, "astaga! Hadiah buat Bang Bumi sama Khansa gue lupa."

Ia kemudian mengambil tas beserta kunci mobil, dan menuju parkiran yang di sediakan, sampai di parkiran Ia melihat Arcturus tengah berbincang tak lupa pula Eva dan Clarissa.

"Eh bidadari akang," tutur Gavin sambil mengedipkan matanya kepada Bulan.

Eva meringis, "Gelo sia'. Sono lu jauh jauh, bukan pacar gue,"

"Kau bidadari jatuh dari surga di hadapanku ooo...," nyanyi Lio sambil memutari Bulan yang berdiri sambil bersedekap.


"Cla, Va. Lo berdua habis ngasih makan apa sama mereka berdua?" tanya Bintang sambil meringis melihat kelakuan dua buaya ini.

Daniel mendelik, "jauh jauh Li, Vin. Lo berdua bukan temen gue,"

Langit menggeleng, entahlah harus ladenin orang seperti Lio dan Gavin kayak gimana? Aku lelah Bang!

"Gak tau. Ohiya Lan, lo mau kemana?" tanya Eva pada Bulan yang melihat Bulan memasuki mobilnya.

"Mau ngambil hadiah, ketinggalan di rumah tadi. Ohiya Bilang Bang Bumi, gue datangnya telat yah,"

Langit menyela percakapan mereka, "udah makan Lan? Makan dulu."

"Kagak Lang. Nanti aja, gue belum laper. Udah yah bye!" Bulan berlalu dengan mobil yang di kendarai nya sangat pelan keluar dari lokasi acara.

Langit mengambil helmnya kemudian menaiki motornya. "Gue ada urusan bentar. Lo pada duluan aja ke sana,"

Tanpa menunggu respon, Langit berlalu dengan motornya keluar dari arena acara.

"Bangke, gue jadi obat nyamuk nih?" maki Bintang melihat kepergian Bulan dan Langit.

"Pft hahaa. Tenang Tang, itu ada Daniel. Nanti lo pada kebutik aja dulu beliin Daniel gaun," usul Gavin yang menatap cercaan dari mereka.

"Gelo sia,"

*****

Bulan menepikan mobilnya di samping trotoar saat merasa mobil yang di kendarainya secara lama kelamaan menjadi pelan, belum sempat terparkir sempurna Ia langsung menghelah nafas gusar.

"Ya, Yah.... malah mogok!" Ia berucap kemudian turun dan mengecek mesin mobilnya.

"Yaela, Pak ujang gimana sih? Katanya aki nya udah di ganti. Ini tinggal dikit banget,"

Langit, Bulan & Bintang [ END ]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang