11. CLARISSA
Pagi yang cerah, nampak matahari begitu semangat memperlihatkan sinarnya seolah hanya hari ini Ia akan bersinar.
Bulan terbangun karna cahayanya. Segera Ia bergegas menuju kamar mandi dan berbenah diri. 20 menit setelahnya Ia turun untuk sarapan dan berangkat. Perlu di ingat bahwa Ibu tirinya oh ralat istri baru ayahnya tinggal bersama dengan mereka di kediaman Wijaya.
Anak tangga terkahir Ia tapaki kemudian mendongakan kepala kala mendengar sapaan seseorang "Pagi Bulan. Ayo sini sarapan, Bunda udah siapin"
Nampak Bumi yang berada di meja makan menengok kearah mereka berdua dan tanpa sepatah kata pun Bulan berlalu meninggalkan hati yang berbekas di belakangnya.
Ayahnya menggeram "Anak itu!! Bukannya berterimakasih malah pergi tanpa pamit! Dasar anak sialan!"
Bumi berdiri hendak pergi namun Ia sempatkan untuk mengeluarkan kata "Saya dan Adik saya masih berusaha beradaptasi dengan menerima Anda sebagai Ibu tiri tapi tolong jangan mengucapkan kata Bunda di depan adik saya jika tak ingin tau akibatnya!"
Bumi berlalu keluar, sesampainya di luar Ia mendapati Bulan yang masih bengong di atas motornya. Tanpa pikir lama Ia menggerakan kaki mendekat kearah adik satu satu nya itu.
Menarik nafas dan berucap "Bulan, kamu belum berangkat?"
"Eh? Hai Bang, Ia ini mau berangkat tapi Abang lupa sesuatu" beo nya sambil mengerucutkan bibir.
Bumi mengangkat sebelah alisnya tak mengerti kemudian menepuk jidatnya "Astaga Maaf Abang lupa memberikan ciuman sayang haha"
"Iya tau Bulan selalu di lupain" cemberutnya. Detik berikutnya Bumi langsung mencium kening Bulan dengan sayang membuat senyuman merekah terpampang di wajah Bulan
"Udah jangan cemberut gih ke sekolah nanti telat"
"Ayayaa captain" seru Bulan berlagak hormat. Kemudian memakai helemnya dan menjalankan motor bergabung dengan kendaraan lain.
Abang harap senyum yang terpatri di wajahmu sekarang bisa bertahan dan akan kamu tunjukan bukan hanya untuk Abang, Bulan...
****
"Lan, Bulan sayang, Bulan lo cantik deh hari ini pipwit" rayuan ini berasal dari mulut Eva sambil mengedipkan sebelah matanya kearah Bulan yang malah memandang Jijik dirinya
Bulan mendengus "hus sana jah jauh lo! Najis!"
"Yah, Bulan sayang bagi jawaban yayayaya" racaunya lagi tak memedulikan keadaan penghuni kantin yang menatapnya geli.
Eva sadar kemudian menggelinding bola matanya kepenjuru kantin "APA TUH MATA LIAT LIAT?! IYA TAU GUE CANTIK GAK USAH DI LIATIN JUGA!"
Eva tersentak kala sebuah tangan menempel di dahinya, kemudian Ia mendongakan kepala mendapati Gavin dengan muka sok datarnya.
Gavin bergumam "hm.....gak panas tapi gila,"
"Eh, apa lo bilang?" Tanya Eva nyolot
"Gue gak bilang apa apa"
KAMU SEDANG MEMBACA
Langit, Bulan & Bintang [ END ]
Dla nastolatków[DALAM RENCANA REVISI MENYELURUH. MOHON MAAF KALAU ALUR BERANTAKAN DAN KURANG KONSISTEN] --- Bulan Aqilla Qirani Wijaya, remaja yang sudah di tinggal mati oleh ibu nya selama beberapa tahun belakangan ini. Dia hidup bersama Ayah dan Abangnya. Sang...
![Langit, Bulan & Bintang [ END ]](https://img.wattpad.com/cover/236005348-64-k507655.jpg)