[DALAM RENCANA REVISI MENYELURUH. MOHON MAAF KALAU ALUR BERANTAKAN DAN KURANG KONSISTEN]
---
Bulan Aqilla Qirani Wijaya, remaja yang sudah di tinggal mati oleh ibu nya selama beberapa tahun belakangan ini.
Dia hidup bersama Ayah dan Abangnya. Sang...
'Jangan pernah menilai seseorang melalui luarnya saja, belum tentu yang kau lihat itu adalah kenyataan karna rupanya, 'katanya' beda dengan 'faktanya' '
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Bulan Aqilla Qirani Wijaya"
'Ada yang bilang, lebih baik diam di banding banyak bercerita, dan saya mempercayainya karena diam lebih mematikan di banding banyak berbicara'
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Daviandra Bintang Altair"
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Bumi Pramudya Wijaya
6. Mati Rasa
"Dari mana saja kamu anak gadis tidak pulang seharian?" Suara bariton itu menegur seorang gadis yang kini baru membuka pintu rumah, sudah Bulan duga kala dia pulang nanti pasti akan mendapatkan cercaan dari mulut pedas sang ayah Arion Pramudya Wijaya. Ia heran bagaimana bisa sang ayah terus terusan bisa berkata pedas seolah kata kata itu sudah siap sejak lama untuk di luncurkan dan tiada habisnya.
"Apa ini hasil didik kan istri saya sama kamu? Di ajari pulang malam dan melakukan sesukanya? Pergi bersama laki laki? Apa ini yang di didik istri saya sama kamu?! Jawab saya anak pembawa petaka!!" Ucapan tajam, sadis dan menusuk begitu menohok hati Bulan, tidak untuk sekarang dia sudah tidak merasakan air mata menumpuk di kelopak mata hanya seringai yang ia tunjukan, Bulan... mati rasa.