Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Bulan~13. JANJI

146 22 5
                                        

13. Janji

Langit menuntun motornya masuk ke pekarangan rumah yang cukup luas dan memasuki garasi. Ia turun, dan lekas masuk ke dalam rumah. Lelah sudah melanda dirinya, entah kenapa akhir akhir ini Ia lebih sering merasakan lelah dan tak tanggung pula wajah nya nampak pucat.

"Assalamualaikum, sore Bun," salamnya ketika masuk dan mendapatin Bundanya yang sedang berada di ruang tengah.

Bundanya tersenyum "waalaikumussalam, kamu kenapa hm? Baik baik aja kan? Ohiya Bunda lupa! Kamu kan harus cuci darah setiap seminggu sekali dan sekarang hampir sebulan kamu udah gak cuci darah, ayo buru mandi kita ke dokter,"

Langit tersenyum kecut, "apasih Bun, lebay deh. Langit mandi dulu,"

Langit menaiki tangga rumahnya dengan keadaan lelah luar biasa, sesampai nya di depan pintu kamar berwarna hitam Ia segera membukanya dan masuk.

Kamar bernuansa abu-abu ini menyeruakan aroma mind, di meja belajarnya, terdapat fotonya dan Bulan. Foto itu sewaktu mereka melakukan Fotbar dan salah satu fotonya Ia gunting sehingga menjadi Ia dan Bulan. Diri nya tersenyum kecut kembali, Ia segera berjalan menuju kamar mandi dan melakukan ritual mandi.

****

Di sisi lain, Bintang menatap Bulan yang berada di sampingnya dengan pandangan sejuk. Entah berantah dari mana, Ia memutuskan menemui Bulan.

"Bul," panggilnya

Bulan menoleh sambil menaikan sebelah alisnya "ngapa?"

"Kalau gue, suka lu. Gimana?"

Bulan mengalihkan pandangannya, "gak gimana gimana, cukup janji gak bakal pergi. Gue duluan"

Bintang tersenyum "Ya, gue janji. Se you,"

Bulan berlalu, menuju motor miliknya dan segera menaiki motor tersebut, membawa membelah jalanan kota jakarta. Tanpa mereka tau, sebuah kekacauan telah menanti mereka. Entah itu apa, hanya yang bersangkutanlah dan tuhan yang tahu.

Dan gue, bakal tepatin itu Bul.

****

"Weh anjer, ngapa senyum senyum lo nil? Kesambet paan?," Tukas Gavin, kala melihat Daniel yang baru memarkirkan motornya di pekarangan sekolah turun dengan tersenyum sumringah.

Daniel menaik turunkan alisnya, "iya dong, lo pada tau gak? Tau gak?"

Serempak mereka menjawab "Gak,"

"Anjir! Tadi gue habis ngantarin bidadari tak bersayap SMA Garuda Uwuw gak tuh?! Kesempatan gue makin luas ahak!"

Mereka mendengus, mereka mengira bahwa berita yang akan di bawakan Daniel adalah hal yang begitu penting nyatanya, tidak.

"Eh? Bintang mana?" Tanya Daniel sambil celingak celinguk tak jelas.

"Udah dateng, bareng Vanya" jawab Lio

Daniel mengernyit, "Vanya? Kok?"

"Hai! Eh lo pada liat Tatang gak?" Sapa dan tanya Khansa ketika menghampiri mereka.

Gavin menunjuk menggunakan dagu "udeh di dalam, lo cari aja. Bareng Vanya tadi"

Khansa menghelah nafas gusar "oh, thangks yo. Gue pergi dulu,"

Langit, Bulan & Bintang [ END ]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang