[DALAM RENCANA REVISI MENYELURUH. MOHON MAAF KALAU ALUR BERANTAKAN DAN KURANG KONSISTEN]
---
Bulan Aqilla Qirani Wijaya, remaja yang sudah di tinggal mati oleh ibu nya selama beberapa tahun belakangan ini.
Dia hidup bersama Ayah dan Abangnya. Sang...
Hidup itu ibarat sebuah pertigaan Ketika kita bingung melewati jalan yang mana Percaya dan teruslah berjalan lurus Tapi.... kalau ada tembok jangan di tabrak!" Bulan
8. HANCUR
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Matahari bersinar begitu terik di pagi ini. Jam menunjukan pukul 08.20 WIB dalam artian masih dalam situasi belajar. Namun siapa sangka apa yang terjadi di kelas 11 MIPA 4. Para murid ajaib yang mengubah kelas itu menjadi sebuah panggung. Menari, bernyanyi, berjoget tak jelas serta berteriak dan lain sebagainya, yah itulah kelas 11 MIPA 4.
"LUMPUH KAN LAH INGATANKU HAPUS KAN TENTANG DIA" Nyanyi Eva sambil berdiri di atas meja belajarnya memegang gulungan buku yang berfungsi sebagai mic
Asek! Lumpuhkan woy
Tarik mang!
Seisi kelas mulai ambyar dan langsung di sahuti oleh Bulan dan Clarissa "AKANG GENDANG KALAU SAYA BILANG MUTER YA MUTER"
asoy! Muter muter muter
Sawerannya neng
Kemudian Bulan mengambil gagang sapu yang berada dalam pelukan teman sekelasnya berdiri di atas kursinya bermodelan seperti penyanyi rock "Saben bengi aku Gak iso turu Gak iso turu Mikirno awakmu"
Gak iso turu gak iso turu
MIKIRNO AWAKMU
Spontan cowok dengan seragam sama SMA WHS memasuki kelas dengan kacamata dan kumis palsu "Mikirno awakmu apa? Cepat duduk! Sudah kaya ngadain konser saja kalian"
"Loh? Ini kenapa ada dedemit nyasar?" Ceplos Eva spontan membuat seisi kelas terbahak
Weuh gila dedemit haha
Duduk woy kali aja guru baru ahah
"Yallah lambemu dasar bandel duduk sana!"
"Bahahaha Pin rasain lo haha" tawa geng Arcturus pecah kala berdiri di belakang Gavin yang kini menyamar menjadi salah satu guru di sekolah mereka.
Di ikuti wajah melongo serta gelak tawa seisi kelas sedangkan Gavin masih menjalankan perannya sambil mengusap kumis seolah berpikir "BAHAHHA SI GAPIN TERNYATA! NGAPA LO JADI TIRUIN PAK JOHAN? Hhaha"
"Berisik markonah! Sono balik tempat duduk gue mau ngajar" kemudian Gavin melangkah ke meja guru meletakan beberapa buku dan spidol layaknya seorang guru dan di ikuti geng Arcturus yang menduduki dirinya di tempat kosong kemudian yang lain menjalankan peran masing masing.