Seokjin, Yoongi, dan Hoseok berjalan menyusuri koridor dengan penuh semangat. Hoseok bahkan terus tertawa karena sebentar lagi dirinya akan melihat Jungkook kecil yang sudah berubah dewasa. Ya, mulai hari ini Jungkook akan kembali bersama mereka. Seokjin tidak akan hidup seorang diri lagi karena Jungkook telah sah beralih tangan kepadanya.
Langkah mereka terhenti tepat di depan sebuah pintu kamar VVIP. Seokjin memutar kenop pintunya, mendorongnya hingga terbuka. Kakinya menapak masuk ke kamar sang adik, dan seketika ia mengernyit. Brankar yang ditempati Jungkook sudah bersih tanpa penghuni. Semua barang-barang milik Jungkook seperti baju hangat dan mantel juga tak ada yang tertinggal.
"Jin, kemana adikmu?" Tanya Yoongi saat menyadari bahwa Jungkook tak ada dikamar.
Seokjin masih mematung. Tak lama kemudian jantung Seokjin berpacu begitu kencang. Ia ingat sedari pagi Jungkook belum tersadar, tidak mungkin Jungkook bisa keluar dari kamar atau sekedar ke kamar mandi. Mungkinkah Jungkook dipindahkan ke ruang lain? Atau ada hal buruk yang telah menimpa sang adik? Pikiran Seokjin kacau. Dia pun segera keluar dan berlari ke bagian informasi di depan resepsionis. Yoongi pun ikut berlari menyusul. Hoseok lantas mencekal tangan Yoongi.
"Hey, ada apa dengan Jungkook?" Tanya Hoseok yang kebingungan dengan tingkah kedua temannya.
"Ada yang tidak beres. Kita ikuti Seokjin sekarang." Ucapnya lalu melenggang pergi.
Seokjin sudah didepan bagian informasi. Pikiran kacau, cemas dan khawatirnya semakin menggunung.
"Kemana adik saya, suster?" Tanyanya kepanikan. Seorang suster yang bertugas segera mencari data nama pasien di layar monitor. Dia lalu menekan tombol find untuk mencari dengan cepat nama pasien yang dimaksud. Dia pun mengetikkan kata kunci Kim Jungkook disana.
"Pasien atas nama Kim Jungkook tidak dipindahkan, tuan. Dia masih tetap di ruang VVIP I."
Seokjin terkejut, dia sudah melihat sendiri Jungkook adiknya tak ada di kamar yang dimaksud. Kepalanya menggeleng cepat, ada masalah disini.
"Suster, saya sudah ke kamar VVIP I dan adik saya tidak ada disana. Lalu dimana adik saya? " Tanyanya yang mendapat tatapan bingung suster.
"Sebentar, saya tanyakan bagian suster kamar." Suster itu pun segera mendial nomor suster kamar Jungkook. Percakapan pun berlangsung, Seokjin beserta kedua temannya menanti dengan sabar.
"Maaf, tuan. Kami akan segera mengecek kesana. Silahkan ikut dengan kami."
Salah satu suster bergegas menggiring Seokjin, Yoongi dan Hoseok untuk kembali menuju kamar Jungkook. Saat langkah mereka hampir sampai, perasaan Seokjin semakin tak karuan. Dia melihat para suster berbondong-bondong dan berlarian kearah kamar Jungkook beserta dua orang satpam. Wajah mereka tentu tak seramah biasanya, mereka kelabakan dan Seokjin tak tahu karena apa.
Dokter Choi menghampiri, dia juga tak kalah terkejut dengan para suster disana. Seokjin semakin tak sabar, dia berlari mendekat untuk mengetahui apa yang tengah terjadi pada adiknya hingga dokter Choi pun turun tangan.
"Cepat periksa bagian cctv kamar, cctv koridor lantai tiga dan cctv area parkir!" Seru Choi yang sudah kelabakan. Kedua satpam itu lantas berlari dan meninggalkan mereka guna memeriksa rekaman cctv yang dimaksud Choi.
"Dokter, apa yang terjadi dengan Jungkook? Kenapa dia tidak ada dikamar?" Tanya Seokjin cemas pada Choi yang masih meremat kepalanya. Choi terkejut, matanya membelalak melihat Seokjin ada disini.
Choi kemari lantaran dia baru saja mendapat kabar jika pasien kamar VVIP I hilang tanpa jejak. Choi jelas kaget, itu kamar milik anak Namjoon. Setelah dicari kemungkinan pasien dipindahkan, tak ada data yang muncul. Jungkook hilang, bukan berpindah kamar atau pulang.
KAMU SEDANG MEMBACA
Gwenchana, Hyungnim
Fan-FictionJeon Seokjin dan Jeon Jungkook harus berpisah dengan kedua orang tuanya dalam insiden kebakaran rumah. Kejadian tragis yang menimpa keluarganya membuat dirinya harus hidup dalam sebuah panti asuhan. Alih-alih ingin selalu bersama dengan Jungkook, Se...
